Ketahui Cara Validasi e-Meterai untuk Cek Keasliannya

Read More

Cara Atasi Kuota e-Meterai Tidak Masuk Setelah Pembayaran

Read More

Fungsi Contact Center Outsourcing untuk Rumah Sakit Responsif

Read More

Peran Customer Service Rumah Sakit untuk Pelayanan Maksimal

Read More

Kenali 6 Masalah Umum Penggunaan E-Meterai dan Solusinya

E-Meterai sudah banyak digunakan masyarakat umum sebagai pengganti meterai elektronik. Mulai dari dokumen pribadi untuk kebutuhan pendaftaran CPNS hingga dokumen perusahaan, pemakaian e-Meterai berperan penting untuk memberikan kekuatan hukum pada dokumen tersebut. Pembelian dan pembubuhannya juga relatif mudah tanpa harus mencetak secara manual. Namun, di balik kemudahannya, masih banyak pengguna menemukan masalah umum dalam penggunaan e-Meterai. Masalah ini berkisar dari kegagalan pembubuhan e-Meterai hingga e-Meterai yang dinyatakan tidak valid.  Artikel ini akan membahas lebih lanjut ragam masalah umum yang ditemukan dalam penggunaan e-Meterai dan solusi yang bisa pengguna lakukan.

E-Meterai Digunakan untuk Apa Saja?

Beberapa contoh dokumen yang memerlukan pembubuhan e-Meterai adalah:

Perjanjian Kerja

Contoh dokumen perusahaan pertama yang memerlukan pembubuhan e-Meterai adalah dokumen perjanjian kerja. Jenis dokumen ini dibuat ketika seorang karyawan baru saja bergabung ke sebuah perusahaan. Perjanjian kerja menjabarkan hak dan kewajiban karyawan selama bekerja di perusahaan. Dokumen ini sangat penting untuk melindungi hak dan kewajiban karyawan serta perusahaan. Jika salah satu pihak gagal memenuhi kewajibannya, maka dokumen ini bisa menjadi barang bukti di pengadilan.

Perizinan Usaha Berbasis Risiko

E-Meterai untuk bisnis dengan tingkat potensi cedera atau kecelakaan memerlukan dokumen khusus untuk menjalankan usahanya dengan legal. Contoh jenis bisnis ini bergerak di sektor kelautan dan perikanan, pertanian, perindustrian, energi dan sumber daya mineral, obat dan makanan, lingkungan hidup dan kehutanan, dan sebagainya.

Dokumen Keuangan

Dokumen yang memuat nilai uang seperti transaksi bisnis atau kewajiban pembayaran memerlukan pembubuhan e-Meterai. Adanya e-Meterai dalam dokumen keuangan berfungsi untuk menegaskan bahwa nominal yang tercantum dan pihak yang terlibat sudah tercatat secara resmi. E-Meterai pada dokumen keuangan juga memudahkan proses audit karena semua rekam jejaknya tersimpan di dalam sistem.

Digital Invoice

Dokumen elektronik seperti digital invoice memerlukan pembubuhan e-Meterai untuk memberikan kekuatan hukum pada dokumen tersebut. Dilansir dari Pasal 3 UU No. 10 Tahun 2020 tentang Bea Meterai, dokumen yang menyatakan jumlah uang lebih dari Rp5.000.000 wajib diberikan meterai. Dokumen ini termasuk digital invoice, faktur, kwitansi, dan dokumen lainnya yang berkaitan dengan penerimaan uang.

Kontrak Bisnis

Kontrak bisnis adalah jenis dokumen yang dibuat perusahaan saat melakukan kerja sama bisnis dengan perusahaan lainnya. Isi kontrak bisnis dapat berupa transaksi penjualan dan pembelian, aliansi bisnis, maupun jenis kerja sama lainnya. Detail terkait kerja sama ini tercatat dalam bentuk kontrak yang ditandatangani oleh kedua belah pihak. Isi kontrak juga mencantumkan hak dan kewajiban yang dimiliki kedua belah pihak selama proses kerja sama berlangsung.
Baca Juga: Ketahui Contoh Dokumen dengan E-Meterai dan Cara Memakainya

Apa Saja Masalah Umum yang Sering Terjadi Saat Menggunakan E-Meterai?

Beberapa contoh masalah umum dalam penggunaan e-Meterai adalah:

Pembelian E-Meterai Gagal

Masalah umum penggunaan e-Meterai yang pertama adalah pembelian e-Meterai yang gagal. Di platform resmi penyedia e-Meterai seperti MitraComm, e-Meterai yang sudah dibeli akan muncul dalam bentuk kuota. Masalah muncul ketika pengguna sudah berhasil melakukan pembayaran, tetapi kuota e-Meterai tidak bertambah. Jika mengalami masalah ini, Anda perlu mengecek status pembayaran di halaman "Riwayat Pembelian". Di Mitracomm, Jika status sudah berhasil tetapi kuota belum bertambah, Anda dapat menghubungi helpdesk platform penyedia e-Meterai yang digunakan. 

Pembubuhan E-Meterai Gagal

Pengguna juga dapat mengalami kegagalan saat membubuhkan e-Meterai. Penyebabnya beragam, mulai dari banyaknya pengguna yang mengakses website e-Meterai di waktu bersamaan, masalah jaringan internet, hingga jenis dan ukuran dokumen yang salah. Jika mengalami kegagalan, pengguna bisa mengulang proses pembubuhan e-Meterai tanpa harus membeli ulang e-Meterai. Anda dapat mengecek halaman "Riwayat Pembubuhan" untuk melihat riwayat dokumen yang pernah dibubuhkan e-Meterai. Pilih dokumen yang sudah diunggah dan klik tombol "Bubuhkan Ulang". Proses ini dapat dilakukan maksimal 2x24 jam hingga selanjutnya melakukan proses pengajuan refund kuota. Jika masih belum berhasil, Anda dapat menghubungi platform tempat e-Meterai itu dibeli.  Sebagai distributor e-Meterai resmi Peruri, Mitracomm juga sudah memberikan tips pembubuhan e-meterai yang bisa Anda terapkan untuk meminimalisir error saat proses pembubuhan.

E-Meterai Tidak Valid

E-Meterai bisa dianggap tidak valid ketika dicek keasliannya di platform resmi. Hal ini dapat terjadi karena e-Meterai tersebut palsu. E-Meterai asli memiliki beberapa fitur unik yang membuktikan keasliannya saat dicek. Fitur ini adalah kode seri unik, gambar Garuda Pancasila yang jelas, tulisan "Meterai Elektronik", angka "10000" dan tulisan "SEPULUH RIBU RUPIAH", dan kode QR yang terverifikasi oleh Peruri. E-Meterai asli bisa diverifikasi keasliannya dengan aplikasi PERURI Scanner. Perlu diketahui juga, bahwa penyebab "e-Meterai tidak valid" bukan karena e-Meterai sudah kadaluarsa, karena masa berlaku e-meterai tidak terbatas dan bisa digunakan kapan saja selama belum dipakai untuk membubuhkan dokumen.

Website E-Meterai Error

Pada masa-masa sibuk seperti masa pendaftaran CPNS atau BUMN, website e-Meterai dapat mengalami error karena lonjakan kunjungan di waktu bersamaan. Masalah error juga bisa disebabkan oleh jaringan internet yang tidak stabil. Jika mengalami hal ini, Anda dapat mencoba mengakses website e-Meterai di lain waktu atau mencoba website penyedia e-Meterai resmi lainnya.

E-Meterai Tidak Muncul

Masalah umum penggunaan e-Meterai selanjutnya adalah e-Meterai yang tidak muncul di dokumen yang sudah dibubuhkan e-Meterai dan diunduh dari website. Jika Anda mengalami masalah ini, Anda dapat mencoba memperbarui aplikasi PDF atau pembaca dokumen untuk mendukung pembacaan dokumen dengan e-Meterai. Jika masih belum terlihat, Anda bisa mencoba mengecek dokumen tersebut di perangkat lain, seperti misalnya handphone lain, komputer, atau laptop. 

E-Meterai Bergeser

E-Meterai yang sudah dibubuhkan dapat bergeser dari posisi yang ditentukan karena beberapa alasan. Contohnya adalah format dokumen bukan PDF versi 1.6 atau lebih tinggi, ukuran dokumen tidak sesuai standar A4, margin dokumen yang tidak sesuai standar, hingga perbedaan sistem operasi atau software pembaca PDF. Untuk mengatasi masalah ini, pastikan dokumen Anda dalam format PDF versi terbaru dengan ukuran kertas A4 standar. Periksa kembali posisi e-Meterai sebelum mengkonfirmasi posisi pembubuhan.
Baca Juga: Panduan Pembubuhan 2 E-Meterai untuk Dokumen Elektronik

Bagaimana Pembubuhan E-Materai yang Benar?

Untuk pembubuhan e-Materai yang benar, Anda bisa mengikuti langkah-langkah berikut ini:
  1. Kunjungi https://mitracomm.e-meterai.co.id/
  2. Jika belum memiliki akun, Anda bisa membuat akun terlebih dahulu dengan mendaftarkan diri di tombol "Daftar" di pojok kanan atas. Pilih tipe pengguna yang sesuai, yaitu Personal (kebutuhan pribadi), Enterprise (kebutuhan bisnis dengan jumlah kuota e-Meterai lebih dari satu), dan Wholesale (kebutuhan reseller e-Meterai).
  3. Isi data diri dan unggah dokumen yang dibutuhkan
  4. Cek email Anda dan temukan e-mail dari e-Meterai. Klik verifikasi akun untuk proses validasi akun. 
  5. Jika sudah tervalidasi, login menggunakan akun yang sudah terdaftar.
  6. Anda dapat menemukan pilihan menu "Pembelian" dan "Pembubuhan". Jika masih belum memiliki e-Meterai, pilih opsi "Pembelian" untuk melanjutkan ke pembelian kuota e-Meterai.
  7. E-Meterai yang sudah dibeli bisa digunakan dengan memilih opsi "Pembubuhan",
  8. Masukkan data yang dibutuhkan sesuai kolom yang tersedia. Lalu, unggah dokumen dalam format PDF terbaru dengan ukuran maksimal 4 MB.
  9. Posisikan e-Meterai yang akan dibubuhkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kemudian, klik "Bubuhkan e-Meterai". Contoh pembubuhan e-Meterai yang benar sebaiknya berada di samping kiri kolom tanda tangan agar tidak terkena coretan tanda tangan digital.
  10. Jika baru pertama kali melakukan pembubuhan e-Meterai, Anda akan diminta membuat PIN 6 digit angka. PIN ini termasuk ke dalam proses autentikasi. Jika sudah memasukkan PIN, klik "Lanjutkan".
  11. Jika sudah melakukan pembubuhan, Anda akan melihat tampilan dokumen yang sudah dibubuhkan e-Meterai.
  12. Dokumen yang sudah dibubuhkan akan dikirimkan secara otomatis ke email pengguna. Dokumen juga dapat langsung diunduh dengan menekan tombol "Unduh". Jika masih belum menerima dokumen via email, Anda dapat menekan tombol "Kirim Ulang Email".

Baca Juga: Wajib Tahu! Begini Cara Tanda Tangan di e-Materai yang Benar

MitraComm: Partner Andalan untuk Pembelian dan Pembubuhan E-Meterai Resmi

Sebagai distributor resmi e-Meterai yang dipercaya Peruri, MitraComm Ekasarana menghadirkan solusi pembelian dan pembubuhan e-Meterai yang aman, cepat, dan praktis untuk kebutuhan bisnis Anda. MitraComm melayani kebutuhan e-Meterai untuk pemungut/WAPU, reseller, hingga end-user dengan sistem terintegrasi yang memudahkan proses legalisasi dokumen. Dengan sistem yang andal dan dukungan layanan pelanggan yang responsif, MitraComm memastikan setiap kebutuhan e-Meterai, baik untuk personal hingga perusahaan, dapat terpenuhi dengan cepat dan tepat. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi kami melalui email marketing@phintraco.com atau kunjungi website https://mitracomm.e-meterai.co.id/ untuk mulai membeli dan membubuhkan e-Meterai secara resmi dan terpercaya.  
  Written by Muftia Parasati, S.S., Content Writer at Mitracomm Ekasarana, specializing in research-based and SEO-optimized content on technology, digital business, and customer experience topics. | Muftia LinkedIn Profile Editor: Irnadia Fardila

Kolaborasi Strategis Mitracomm Business Process Services dengan Politeknik Ketenagakerjaan

Mitracomm Business Process Services (MBPS), unit bisnis dari Mitracomm Ekasarana, resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker) pada 5 Februari 2026 di Kampus Politeknik Ketenagakerjaan, Ciracas. Penandatanganan ini merupakan langkah strategis dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan siap kerja. Kerja sama tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam menyelaraskan dunia pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri yang terus berkembang. Melalui kolaborasi ini, diharapkan tercipta talenta profesional yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing. Penandatanganan kerja sama ini dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan kuliah umum bertema “Membangun Tenaga Kerja Unggul dan Tangguh di Era Society 5.0: People-centered Approach untuk K3, Hubungan Industrial, dan Manajemen SDM”. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Dr. Ir. H. Afriansyah Noor, M.Si., IPU. dan Sekretaris Jenderal Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Prof. Dr. Cris Kuntadi. Momentum ini menegaskan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara institusi pendidikan dan dunia industri dalam merespons dinamika serta transformasi dunia kerja. Kerja sama secara resmi ditandai dengan penandatanganan MoU oleh Director of Mitracomm Business Process Services Endang Widya P dan Rektor Politeknik Ketenagakerjaan, Prof. Dr. Yoki Yulizar, M.Sc. Kehadiran jajaran manajemen MBPS, termasuk AVP of HR & LND Lilis Lina Abu Hasan, semakin memperkuat komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan talenta muda Indonesia. Kesepakatan ini menjadi landasan bagi implementasi berbagai program kolaboratif yang berfokus pada peningkatan kompetensi dan kesiapan kerja lulusan. Sebagai bagian dari inisiatif tim Industrial Relation Partnership, kerja sama ini mencakup kegiatan penyebaran informasi lowongan kerja serta pelaksanaan program campus hiring. Program tersebut bertujuan untuk menjaring kandidat potensial yang sesuai dengan kebutuhan tenaga kerja klien MBPS. Melalui sinergi ini, mahasiswa dan lulusan Polteknaker dapat memperoleh akses terhadap peluang kerja yang relevan, sekaligus mendukung perusahaan dalam memenuhi kebutuhan sumber daya manusia yang berkualitas. Kemitraan strategis ini merupakan bentuk komitmen Mitracomm Business Process Services untuk berkontribusi aktif dalam penguatan ekosistem ketenagakerjaan nasional. Kolaborasi dengan Politeknik Ketenagakerjaan menjadi langkah nyata dalam menyiapkan generasi tenaga kerja yang profesional, tangguh, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Dengan semangat kolaborasi yang berkelanjutan, MBPS optimistis dapat tumbuh dan berinovasi bersama talenta terbaik Indonesia.

First Contact Resolution: Standar Layanan Pelanggan Modern

Bayangkan Anda tidak bisa mengakses akun rekening bank karena lupa password, sehingga perlu menghubungi customer service. Saat terhubung, agen customer service segera memverifikasi identitas Anda, mengecek status akun, serta membantu proses reset password. Semua proses ini dilakukan dalam satu kali interaksi. Hal ini dikenal sebagai First Contact Resolution, yaitu cara customer service menyelesaikan kebutuhan atau keluhan pelanggan hanya dalam satu kali interaksi saja. Customer service menjadi salah satu garda terdepan dalam menghadapi isu pelanggan. Saat pelanggan menyampaikan isu, mereka tidak hanya mengharapkan pelayanan yang cepat dan tepat, tetapi juga langsung selesai dalam interaksi pertama. Pelanggan tentunya tidak ingin berulang kali menghubungi perusahaan hanya untuk menyelesaikan masalah yang sama. Di sinilah pentingnya metrik First Contact Resolution untuk memastikan penyelesaian isu pelanggan dalam interaksi pertama.  Artikel ini akan membahas lebih lanjut tentang First Contact Resolution, cara menghitungnya, dan tips untuk meningkatkannya.

Apa Arti First Contact Resolution dalam Layanan Pelanggan?

First Contact Resolution (FCR) adalah metrik penting dalam operasional call center yang mengukur seberapa banyak interaksi pelanggan yang terselesaikan dalam interaksi pertama. Artinya, pelanggan tidak perlu melakukan follow-up tambahan untuk menyelesaikan isu mereka. Metrik ini diterapkan di seluruh channel komunikasi, mulai dari telepon, email, livechat, dan sebagainya. First Contact Resolution berbeda dari First Response Time (FRT) yang berfokus dalam melacak seberapa cepat tim customer service merespon isu pelanggan. Persentase FCR yang tinggi berkaitan erat dengan tingkat kepuasan pelanggan serta efisiensi operasional yang tinggi. Sebaliknya, persentase FCR yang rendah menunjukkan kemampuan agen customer service yang kurang memadai. Sistem yang kurang terintegrasi untuk mengakses data pelanggan juga dapat menjadi penyebab rendahnya persentase FCR.
Baca Juga: 10 Contoh KPI Customer Service untuk Ukur Kualitas Layanan

Cara Menghitung First Contact Resolution dan Contohnya

Saat menghitung First Contact Resolution Rate, Anda memerlukan data jumlah tiket atau isu pelanggan yang berhasil diselesaikan dalam satu kali interaksi, kemudian dibagi dengan total tiket yang diterima. Buat perhitungan untuk satu periode waktu, seperti per 1 bulan. Formula untuk First Contact Resolution adalah sebagai berikut: 

FCR = (Total Tiket yang Selesai di Interaksi Pertama / Total Tiket yang Diterima) x 100

Sebagai contoh, tim customer service menerima 200 tiket dalam satu bulan. Sebanyak 120 tiket berhasil diselesaikan di interaksi pertama. Maka perhitungannya adalah:

FCR = (120/200) x 100 = 57,5%.

Benchmark First Contact Resolution di Berbagai Industri

Dilansir dari Service Quality Measurement (SQM) Group, standar industri untuk First Contact Resolution yang baik berkisar antara 70%-79%. Namun, setiap industri memiliki First Contact Resolution benchmark yang berbeda-beda.  Sebagai contoh, untuk retail, standar persentase FCR yang baik berkisar di angka 76%. Untuk industri keuangan, 70% termasuk persentase FCR yang baik. Industri seperti telekomunikasi memiliki rata-rata persentase FCR sekitar 56%, sedangkan industri asuransi memiliki rata-rata persentase FCR 75%.
Baca Juga: Customer Retention Rate: Rumus dan Strategi Meningkatkannya

Tips Meningkatkan First Contact Resolution dalam Customer Service

First Contact Resolution Rate yang bagus tidak terjadi secara instan. Kombinasi kompetensi agen, alur kerja yang efisien, dan pemanfaatan teknologi yang optimal diperlukan untuk menyelesaikan masalah pelanggan dengan cepat dan tepat sejak interaksi pertama. Langkah-langkah yang bisa Anda terapkan untuk meningkatkan persentase First Contact Resolution adalah:

Berikan Pelatihan untuk Agen

Agen yang kurang kompeten akan sulit menyelesaikan isu pelanggan dalam interaksi pertama. Hal ini tidak hanya kompetensi dari segi pengetahuan, tetapi juga sikap dalam merespon isu pelanggan. Agen customer service harus terus dilatih untuk memahami produk atau layanan perusahaan, sehingga penyelesaian masalah menjadi lebih mudah. Pelatihan seperti roleplaying juga bisa dilakukan untuk melatih agen customer service saat menghadapi skenario isu pelanggan tertentu.

Berikan Survey Pasca Interaksi

Survey pasca interaksi berfungsi untuk mengumpulkan feedback langsung dari pelanggan. Anda bisa menanyakan apakah isu pelanggan sudah selesai dalam interaksi pertama. Hasil survey dapat digunakan untuk mengevaluasi performa agen, akar permasalahan dalam interaksi pelanggan, serta aspek yang perlu diperbaiki. Survey kepuasan pelanggan juga bisa diterapkan untuk mengetahui seberapa puas pelanggan dengan solusi yang diberikan.

Lengkapi Agen dengan Sistem Terintegrasi

Salah satu aspek penghambat agen dalam menyelesaikan isu pelanggan dengan cepat adalah sistem yang kompleks dan tidak terintegrasi. Agen customer service memerlukan sistem terintegrasi seperti CRM yang menyatukan data pelanggan, riwayat interaksi, dan knowledge base. Sistem ini dapat mempercepat penyelesaian masalah tanpa harus berpindah ke platform berbeda. Dengan sistem yang terintegrasi, agen dapat meminimalisir kesalahan dan waktu penanganan saat merespons isu pelanggan.

Kembangkan Self-Service

Sistem self-service merupakan bagian penting dalam customer service modern. Sistem ini termasuk Frequently Asked Questions (FAQs), portal pelanggan, atau chatbot AI. Self-service memudahkan pelanggan untuk menyelesaikan isu umum secara mandiri tanpa bantuan agen customer service. Sistem ini juga mengurangi beban agen customer service agar lebih fokus pada isu pelanggan yang lebih kompleks. Self-service tidak hanya meningkatkan First Contact Resolution Rate, tetapi juga menekan volume tiket masuk secara signifikan.

Terapkan Sistem Ticket Routing Otomatis

Penyelesaian masalah akan semakin baik dan cepat jika ditangani oleh agen yang tepat. Di sinilah peran sistem ticket routing otomatis untuk mendistribusikan isu pelanggan ke agen yang sesuai berdasarkan skill, pengetahuan, dan pengalaman mereka. Selain meningkatkan First Contact Resolution Rate, sistem ini dapat menghemat waktu dan tenaga agen dalam merespons isu sesuai kompetensi mereka.

Evaluasi Performa Agen Customer Service

Evaluasi performa agen secara rutin melalui metrik FCR individu, call monitoring, dan data analytics. Proses evaluasi berfungsi untuk mengidentifikasi aspek yang sudah berhasil dan yang memerlukan perbaikan, baik pada tiap agen maupun keseluruhan tim customer service. Evaluasi performa melibatkan feedback loop konstruktif, coaching, hingga penyesuaian target berbasis data, sehingga mendorong peningkatan skill secara berkelanjutan. 
Baca Juga: Mengenal Customer Effort Score (CES) dan Cara Menghitungnya

Selesaikan Permintaan Pelanggan di Kontak Pertama Bersama MitraComm!

Persentase First Contact Resolution yang baik bergantung pada kompetensi agen serta sistem yang efektif. First Contact Resolution juga diperlukan agar pelanggan mendapatkan pengalaman yang positif dan memuaskan secara konsisten. Namun, beberapa bisnis mungkin tidak memiliki sumber daya yang memadai untuk menciptakan hal tersebut. MitraComm Business Process Solution (MBPS) hadir dengan layanan contact center outsourcing untuk membantu perusahaan dalam menangani setiap isu pelanggan dengan cepat dan tepat.  MBPS menyediakan jenis layanan contact center outsourcing yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda:
  • Full Managed Service: MBPS mengelola segala kebutuhan contact center untuk Anda, mulai dari agen, tempat, teknologi, hingga managing operation.
  • Partial Managed Service: Sebagian kebutuhan contact center (agen, tempat, teknologi, atau managing operation) akan dipenuhi oleh MBPS untuk menjalankan operasional contact center Anda.
  • Labour Supply: MBPS menyediakan tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan bisnis.
MBPS memiliki pengalaman lebih dari 12 tahun dalam mewujudkan pengalaman pelanggan positif untuk perusahaan di berbagai industri, mulai dari e-commerce, asuransi, hingga perbankan. Dengan pengelolaan end-to-end, dukungan teknologi, serta agen yang berpengalaman, MBPS memastikan setiap interaksi berjalan lebih efisien dan responsif. Untuk informasi lebih lanjut seputar layanan contact center outsourcing, hubungi kami melalui email marketing@phintraco.com  

Frequently Asked Question (FAQ)


Apa itu First Contact Resolution (FCR)?

First Contact Resolution (FCR) adalah metrik yang mengukur kemampuan customer service menyelesaikan masalah pelanggan dalam satu kali interaksi tanpa perlu follow-up tambahan.

Bagaimana cara meningkatkan First Contact Resolution di contact center?

FCR dapat ditingkatkan dengan pelatihan agen yang tepat, akses informasi yang lengkap, serta penggunaan teknologi pendukung seperti CRM dan knowledge base agar agen dapat menyelesaikan masalah lebih cepat.

Bagaimana cara menghitung First Contact Resolution rate secara akurat?

First Contact Resolution rate dihitung dengan membagi jumlah kasus yang selesai dalam satu kontak dengan total kasus yang masuk, lalu dikalikan 100%. Pengukuran harus konsisten dan berdasarkan definisi FCR yang jelas.

Apa manfaat menggunakan chatbot untuk meningkatkan First Contact Resolution?

Chatbot membantu menyelesaikan pertanyaan sederhana secara instan dan mengurangi beban agen. Dengan demikian, agen dapat fokus pada kasus yang lebih kompleks dan meningkatkan tingkat FCR secara keseluruhan.

Apa perbedaan FTR dan FTF dalam customer service?

FTR (First Touch Resolution) menilai penyelesaian masalah dari sudut pandang sistem atau agen, sedangkan FTF (First Time Fix) lebih sering digunakan dalam konteks teknis atau lapangan untuk menunjukkan perbaikan yang selesai pada kunjungan pertama.

Berapa skor First Contact Resolution yang dianggap bagus?

Skor FCR yang baik umumnya berada di kisaran 70%-79%, tergantung industri. Semakin tinggi FCR, semakin efisien layanan dan semakin baik pengalaman pelanggan.  
  Written by Muftia Parasati, S.S., Content Writer at Mitracomm Ekasarana, specializing in research-based and SEO-optimized content on technology, digital business, and customer experience topics. | Muftia LinkedIn Profile Reviewed by Putra Wibowo, Senior Sales Manager at PT Mitracomm Ekasarana, with 10+ years of experience in contact center operations, customer service management, and sales performance optimization. | Putra LinkedIn Profile Editor: Irnadia Fardila

Mengenal Customer Effort Score (CES) dan Cara Menghitungnya

Bayangkan Anda sebagai pelanggan melakukan pendaftaran akun baru di sebuah aplikasi. Form pengisian akun terkesan membingungkan, tidak memiliki fitur auto-fill, serta memerlukan langkah verifikasi tambahan yang terlalu berbelit. Pada kondisi seperti ini, besar kemungkinan Anda akan mengurungkan niat untuk membuat akun baru di aplikasi tersebut. Kemudahan proses seperti ini diukur dalam metrik bernama Customer Effort Score (CES). Dalam metrik ini, semakin kecil usaha yang perlu dikeluarkan pelanggan dalam menyelesaikan suatu tindakan, maka semakin tinggi pula loyalitas pelanggan terhadap perusahaan. Memahami Customer Effort Score menjadi langkah strategis untuk Anda yang ingin meningkatkan kepuasan dan membangun hubungan jangka panjang yang berkelanjutan. Ketahui lebih lanjut cara menghitung Customer Effort Score dan tips meningkatkannya untuk bisnis Anda.

Apa Itu Customer Effort Score (CES)?

Customer Effort Score (CES) adalah sistem pengukuran yang menilai seberapa besar usaha yang dikeluarkan pelanggan untuk menyelesaikan masalah, melakukan pembelian, atau berinteraksi dengan perusahaan. Skor yang rendah menunjukkan pengalaman pelanggan yang cukup mudah, begitu pula sebaliknya. Customer Effort Score merupakan metrik KPI customer service yang sangat penting untuk menilai kemudahan pelanggan saat berinteraksi dengan perusahaan. Penilaiannya biasanya dilakukan melalui survey setelah interaksi atau tindakan tertentu. Survey dapat berisi pertanyaan seperti "Seberapa mudah Anda menemukan bantuan yang dibutuhkan?" atau "Seberapa sulit proses ini bagi Anda?" menggunakan skala 1-5 atau opsi "Sangat Mudah" hingga "Sangat Sulit". Pertanyaan kemudian disambung dengan pertanyaan terbuka, seperti "Apa yang membuatnya mudah/sulit?" atau "Apa yang bisa kami perbaiki?".  Baca Juga: 10 Contoh KPI Customer Service untuk Ukur Kualitas Layanan

Cara Menghitung Customer Effort Score

Perhitungan Customer Effort Score (CES) dilakukan berdasarkan hasil survey yang sudah dilakukan. Sebagai contoh, survey Anda menggunakan skala 1-10 sebagai pengukurannya, dengan jumlah respons yang diterima adalah 15 respons. Jumlahkan semua respons yang ada, misalnya adalah 7, 7, 7, 7, 8, 8, 8, 8, 8, 8, 9, 9, 9, 9, 10 = 126. Formula Customer Effort Score Anda adalah:

CES = (Total Skor)/(Jumlah Respons)

Jadi, skor CES Anda adalah:

CES = 126/15 = 8.4. 

Seperti Apa Customer Effort Score yang Bagus?

Benchmark untuk Customer Effort Score dapat berbeda-beda berdasarkan jenis industri dan skala pengukurannya. Sebagai contoh, untuk pengukuran CES dengan skala pengukuran 1-5, di mana angka rendah menunjukkan proses yang sulit, sedangkan angka tinggi menunjukkan proses yang mudah.  Beberapa pengukuran CES menetapkan angka rendah sebagai indikasi proses yang mudah, sedangkan angka tinggi sebagai indikasi proses yang rumit. Secara umum, persentase di atas 80% dianggap sebagai benchmark yang cukup baik untuk Customer Effort Score. 

Customer Effort Score vs CSAT vs NPS: Apa Bedanya?

Metrik Customer Effort Score, Customer Satisfaction Score (CSAT), dan Net Promoter Score (NPS) adalah tiga komponen penting dalam mengevaluasi pengalaman pelanggan. Customer Effort Score lebih berfokus dalam menilai seberapa besar usaha yang dikeluarkan pelanggan untuk menyelesaikan masalah atau tindakan tertentu. Target dari Customer Effort Score adalah untuk memperkecil usaha yang perlu dikeluarkan pelanggan, sehingga mencegah rasa frustasi dari pelanggan. Sementara Customer Satisfaction Score mengukur kepuasan pelanggan terhadap pengalaman, produk, atau layanan tertentu. Metrik ini diukur melalui survey dengan pertanyaan seperti, "Seberapa puas Anda dengan produk/layanan kami?" dalam skala 1-5 atau 1-10. CSAT menghitung persentase respons positif dari pelanggan. Net Promoter Score mengevaluasi loyalitas pelanggan dengan menanyakan seberapa besar kemungkinan pelanggan akan merekomendasikan brand, produk, atau layanan kepada orang lain. Metrik ini diukur dengan skala 0-10, dengan respons dapat terbagi menjadi promoter (9-10), passive (7-8), dan detractors (0-6). Baca Juga: Customer Retention Rate: Rumus dan Strategi Meningkatkannya

Tips Meningkatkan Customer Effort Score

Idealnya, Anda ingin pelanggan merasakan kemudahan saat berinteraksi dengan brand Anda. Hasil Customer Effort Score yang buruk dapat mengindikasikan pengalaman pelanggan yang buruk juga. Beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan Customer Effort Score adalah:

Sediakan Channel Komunikasi yang Mudah Diakses

Pelanggan akan mencari cara termudah untuk menghubungi perusahaan terkait isu tertentu. Pelanggan dapat memilih media sosial, WhatsApp, livechat, website, dan sebagainya. Pastikan semua channel komunikasi terintegrasi dengan baik di satu platform terpusat untuk pelayanan yang konsisten dan tanggap. Aksesibilitas yang tinggi dapat menekan upaya yang perlu dikeluarkan pelanggan untuk mencari bantuan.

Sediakan Opsi Self-Service

Self-service seperti Frequently Asked Questions (FAQ), knowledge base, dan chatbot AI dapat menjadi solusi efektif untuk menjawab pertanyaan umum dari pelanggan. Jadi, pelanggan bisa menyelesaikan isu mereka sendiri tanpa harus menunggu bantuan dari agen customer service. Opsi self-service haruslah bersifat intuitif, mobile-friendly, serta memiliki konten yang selalui diperbarui berdasarkan isu umum yang muncul.

Kurangi Rata-Rata Waktu Respons

Saat menghubungi perusahaan terkait suatu isu, pelanggan tentunya menginginkan respons yang cepat dan tanggap. Waktu respons yang terlalu lama akan membuat pelanggan merasa frustasi, bahkan pergi meninggalkan brand untuk kompetitor lain. Pengurangan waktu respons bisa dilakukan melalui otomatisasi seperti smart ticket routing, template balasan cepat, dan chatbot untuk tanggapan instan. 

Evaluasi Performa Customer Service

Pelanggan tentunya tidak ingin menghabiskan waktu dan tenaga untuk menyelesaikan isu yang tidak kunjung usai. Beri pelatihan yang memadai agar agen customer service Anda lebih tanggap dalam merespons isu-isu yang masuk dari pelanggan. Manfaatkan customer feedback dan data analytics untuk mengevaluasi performa customer service dan apakah ada area yang bisa ditingkatkan. Baca Juga: Optimalkan Average Handle Time untuk Kepuasan Pelanggan

Ciptakan Interaksi Pelanggan Tanpa Hambatan Bersama MitraComm!

Salah satu cara menciptakan interaksi pelanggan yang konsisten dan tanpa hambatan adalah melalui pelayanan customer service yang berkualitas. Customer Effort Score menjadi indikator penting untuk menilai seberapa mudah pelanggan dalam mendapatkan solusi atas kebutuhannya. MitraComm Business Process Solution (MBPS) dengan layanan contact center outsourcing hadir untuk membantu perusahaan Anda menghadirkan pengalaman pelanggan yang efisien dan minim hambatan.  MBPS menyediakan beberapa jenis layanan yang bisa dipilih berdasarkan kebutuhan bisnis Anda, yaitu:
  • Full Managed Service: MBPS mengelola segala kebutuhan contact center untuk Anda, mulai dari agen, tempat, teknologi, hingga managing operation.
  • Partial Managed Service: Sebagian kebutuhan contact center (agen, tempat, teknologi, atau managing operation) akan dipenuhi oleh MBPS untuk menjalankan operasional contact center Anda.
  • Labour Supply: MBPS menyediakan tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan bisnis.
MBPS memiliki pengalaman selama lebih dari 12 tahun dalam membantu perusahaan, dari industri perbankan, asuransi, telekomunikasi, hingga e-commerce, dalam mengelola interaksi dengan pelanggan. Bersama dengan agen yang terlatih serta sistem yang canggih, kami memastikan interaksi pelanggan Anda yang tanpa hambatan serta memuaskan. Untuk informasi lebih lanjut seputar layanan contact center outsourcing, hubungi kami melalui email marketing@phintraco.com  

Frequently Asked Question


1. Apa itu Customer Effort Score (CES) dan bagaimana cara mengukurnya?

Customer Effort Score (CES) adalah metrik yang mengukur seberapa mudah pelanggan menyelesaikan kebutuhannya saat berinteraksi dengan perusahaan. CES diukur melalui survei singkat yang menanyakan tingkat kemudahan pelanggan dalam menyelesaikan suatu proses atau masalah.

2. Apa perbedaan Customer Effort Score, CSAT, dan Net Promoter Score (NPS)?

Customer Effort Score mengukur kemudahan pengalaman pelanggan, CSAT mengukur tingkat kepuasan, sedangkan Net Promoter Score menilai loyalitas dan kemungkinan pelanggan merekomendasikan brand. CES lebih fokus pada friksi dalam proses layanan.

3. Mengapa Customer Effort Score penting untuk mengukur pengalaman pelanggan?

Customer Effort Score penting karena pengalaman yang terasa rumit menjadi salah satu penyebab utama pelanggan berhenti menggunakan layanan. Semakin rendah usaha pelanggan, semakin kecil risiko churn.

4. Bagaimana cara menggunakan Customer Effort Score untuk mengurangi churn pelanggan?

Customer Effort Score digunakan untuk mengidentifikasi proses layanan yang paling menyulitkan pelanggan. Dengan mengurangi langkah yang tidak perlu dan mempercepat penyelesaian masalah, perusahaan dapat menurunkan churn pelanggan.

5. Kapan waktu terbaik untuk mengukur Customer Effort Score?

Customer Effort Score paling efektif diukur setelah pelanggan menyelesaikan interaksi penting, seperti setelah menghubungi customer service atau menyelesaikan komplain. Hal ini memastikan data mencerminkan pengalaman nyata pelanggan.  
  Written by Muftia Parasati, S.S., Content Writer at Mitracomm Ekasarana, specializing in research-based and SEO-optimized content on technology, digital business, and customer experience topics. | Muftia LinkedIn Profile Reviewed by Putra Wibowo, Senior Sales Manager at PT Mitracomm Ekasarana, with 10+ years of experience in contact center operations, customer service management, and sales performance optimization. | Putra LinkedIn Profile Editor: Irnadia Fardila

Customer Retention Rate: Rumus dan Strategi Meningkatkannya

Saat pelanggan pertama kali berinteraksi dengan produk atau layanan Anda, keraguan mereka masih relatif tinggi untuk mulai loyal terhadap brand Anda. Mendapatkan pelanggan baru hanyalah langkah pertama. Idealnya, Anda haruslah berfokus untuk mempertahankan pelanggan agar tetap loyal terhadap brand Anda. Perhitungan jumlah pelanggan yang loyal ini disebut sebagai Customer Retention Rate Pelanggan yang loyal akan selalu memilih brand Anda dibandingkan brand kompetitor. Loyalitas ini dibangun dari rasa percaya dan kualitas pelayanan atau produk yang dihadirkan secara konsisten oleh brand Anda. Mereka juga dapat menjadi brand ambassador yang secara sukarela mempromosikan brand Anda kepada pelanggan lain. Customer Retention Rate yang baik dan stabil akan mempengaruhi kesehatan bisnis dalam jangka waktu panjang. Artikel ini akan membahas Customer Retention Rate, rumus perhitungannya, serta langkah yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan Customer Retention Rate.

Apa Itu Customer Retention Rate (Tingkat Retensi Pelanggan)?

Arti Customer Retention Rate atau Tingkat Retensi Pelanggan adalah metrik yang mengukur persentase pelanggan yang berhasil dipertahankan perusahaan dalam periode waktu tertentu. Metrik ini tidak termasuk Customer Acquisition yang menghitung jumlah pelanggan baru yang berhasil didapatkan. Customer Retention Rate merupakan KPI customer service yang penting untuk melihat loyalitas dan kepuasan pelanggan terhadap brand Customer Retention Rate yang baik juga berdampak terhadap kondisi finansial keuangan. Hal ini disebabkan oleh biaya retensi pelanggan yang dapat 700% lebih sedikit dibandingkan biaya mendapatkan pelanggan baru. Selain itu, persentase yang tinggi juga menunjukkan keberhasilan perusahaan dalam menghadirkan produk atau layanan berkualitas, sehingga pelanggan setia terhadap perusahaan. Baca Juga: 5 Rahasia Tingkatkan Loyalitas Pelanggan yang Perlu Diketahui!

Cara Menghitung Customer Retention Rate

Perhitungan Customer Retention Rate (CRR) dapat menggunakan formula berikut:

CRR = [(Jumlah Pelanggan di Akhir Periode - Jumlah Pelanggan Baru di Periode) / Jumlah Pelanggan di Awal Periode]  x 100%

Misal, Anda menghitung CRR untuk periode waktu 1 bulan. Terdapat 500 pelanggan di awal bulan, 450 pelanggan di akhir bulan, dan 50 pelanggan baru dalam 1 bulan tersebut. Maka CRR bisnis Anda adalah:

CRR = [(450-50)/500] x 100% = 80%.

Standar Customer Retention Rate di Berbagai Industri

Setiap bidang industri memiliki benchmark Customer Retention Rates yang berbeda-beda. Sebagai contoh, industri software atau Software-as-a-Service (SaaS) memiliki rata-rata Customer Retention Rate mencapai 85%-90%. Industri keuangan mencapai 80%-90%, industri travel atau hospitality mencapai 55%-70%, serta industri e-commerce atau retail mencapai 60%-70%.  Angka-angka di atas menunjukkan tren umum standar Customer Retention Rate yang perlu disesuaikan dengan jenis bisnis dan kompleksitas produk atau layanan. Misal, bisnis yang berorientasi pada hubungan pelanggan seperti asuransi atau bisnis keuangan dapat memiliki angka retensi yang tinggi. Baca Juga: 10 Contoh KPI Customer Service untuk Ukur Kualitas Layanan

Customer Retention Rate vs Churn Rate, Apa Bedanya? 

Customer Retention Rate dan Churn Rate adalah dua metrik penting untuk mengukur loyalitas pelanggan terhadap brand. Namun, Customer Retention Rate lebih berfokus pada persentase pelanggan yang setia terhadap brand. Sementara Churn Rate lebih merujuk pada persentase pelanggan yang meninggalkan brand. Maka dari itu, target yang ideal untuk bisnis sebaiknya berfokus untuk meningkatkan Customer Retention dan menekan Churn Rate agar tidak merugikan keuangan bisnis. Persentase Customer Retention Rate yang tinggi dapat mengindikasikan persentase Churn Rate yang rendah, begitu pula sebaliknya. 

Strategi Meningkatkan Customer Retention Rate

Menjaga Customer Retention Rate dalam persentase yang bagus sangat penting untuk kondisi finansial yang stabil dalam jangka waktu panjang. Beberapa strategi yang bisa Anda terapkan untuk meningkatkan Customer Retention Rate adalah:

Tetapkan Ekspektasi yang Realistis

Strategi pertama adalah menentukan benchmark customer retention rate yang realistis sesuai kondisi bisnis Anda. Misal, bisnis yang baru merintis sebaiknya tidak menetapkan Customer Retention Rate yang terlalu tinggi, seperti misalnya 20%. Persentase ini dapat ditingkatkan seiring dengan perkembangan bisnis.

Buat Program Loyalitas Pelanggan

Berikutnya adalah merancang Program Loyalitas Pelanggan. Program ini berfokus untuk mengapresiasi pelanggan loyal dengan hadiah-hadiah menarik, seperti diskon atau uji coba produk baru gratis. Buat program loyalitas semenarik mungkin agar pelanggan tertarik untuk membeli lebih banyak produk dan mengumpulkan poin loyalitas untuk ditukarkan.

Buat Strategi Personalisasi

Strategi personalisasi memanfaatkan data pelanggan untuk memberikan pengalaman yang personal untuk setiap pelanggan. Misalnya, email marketing yang Anda kirimkan ke pelanggan menambahkan nama pelanggan agar terasa lebih personal. Data seperti riwayat pencarian juga bisa dipakai untuk memberikan rekomendasi yang lebih personal untuk pelanggan. Hal ini sangat penting untuk membuat pelanggan merasa dihargai.

Buat Customer Onboarding yang Efektif

Customer onboarding adalah proses memandu pelanggan dalam beradaptasi dan mengambil nilai dari produk Anda setelah pembelian. Proses customer onboarding yang buruk memberikan kesan pertama yang buruk juga kepada pelanggan. Besar kemungkinan pelanggan akan meninggalkan brand Anda untuk kompetitor dengan proses yang lebih mudah. Kesan pertama yang baik turut berperan dalam membangun loyalitas pada jangka panjang.

Ciptakan Pengalaman Pelanggan yang Memuaskan

Customer service merupakan aspek penting dalam menjaga Customer Retention Rate tetap positif. Customer service di berbagai channel, mulai dari media sosial, livechat, email, telepon, memudahkan pelanggan untuk menjangkau perusahaan terkait isu yang sedang dialami. Pengalaman yang memuaskan di setiap channel turut membangun reputasi positif brand di mata pelanggan. Pelanggan yang puas juga berpotensi besar merekomendasikan brand Anda kepada pelanggan lain. 

Bertindak Berdasarkan Feedback Pelanggan

Feedback dari pelanggan bukan hanya untuk didengar saja, tetapi juga untuk memperbaiki diri. Kumpulkan setiap feedback yang masuk dan pertimbangkan aspek-aspek apa saja yang perlu ditingkatkan. Sebagai bagian dari feedback loop, tindakan ini dapat menyelesaikan pain points yang terjadi dan mencegah pelanggan berpindah ke kompetitor. Perkembangan yang brand Anda tunjukkan dapat menjadi poin plus untuk loyalitas yang lebih kuat. Baca Juga: Mengenal Customer Effort Score (CES) dan Cara Menghitungnya

Dorong Retensi Pelanggan dengan Interaksi Pelanggan yang Berkualitas Bersama MitraComm!

Pengalaman pelanggan yang positif menjadi kunci penting dalam menjaga loyalitas pelanggan terhadap brand Anda. Salah satu cara untuk mewujudkannya adalah melalui customer service yang responsif dan memuaskan. MitraComm Business Process Solution (MBPS) hadir dengan layanan contact center outsourcing untuk membantu bisnis menghadirkan pelayanan yang mengesankan untuk pelanggan mereka di berbagai channel komunikasi.  MBPS menyediakan layanan contact center outsourcing yang bisa dipilih berdasarkan kebutuhan bisnis Anda, yaitu: 
  • Full Managed Service: MBPS mengelola segala kebutuhan contact center untuk Anda, mulai dari agen, tempat, teknologi, hingga managing operation.
  • Partial Managed Service: Sebagian kebutuhan contact center (agen, tempat, teknologi, atau managing operation) akan disediakan oleh MBPS untuk menjalankan operasional contact center Anda.
  • Labour Supply: MBPS menyediakan tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan bisnis.
MBPS memiliki pengalaman lebih dari 12 tahun dalam melayani berbagai kebutuhan perusahaan dari berbagai industri, mulai dari perbankan, asuransi, telekomunikasi, hingga e-commerce. Dengan agen contact center yang terlatih serta sistem yang canggih, MBPS siap membantu bisnis Anda menjaga hubungan baik dan menciptakan image positif pada pelanggan. Untuk informasi lebih lanjut seputar layanan contact center outsourcing, hubungi kami melalui email marketing@phintraco.com.  

Frequently Asked Question


Apa itu customer retention rate dan bagaimana cara menghitungnya?

Customer retention rate adalah metrik yang mengukur persentase pelanggan yang tetap bertahan dalam periode tertentu. Retention rate dihitung dengan membandingkan jumlah pelanggan yang bertahan di akhir periode dengan jumlah pelanggan di awal periode.

Mengapa customer retention rate penting bagi bisnis?

Customer retention rate penting karena mempertahankan pelanggan lama lebih hemat biaya dibandingkan mendapatkan pelanggan baru. Retention yang tinggi juga menunjukkan kepuasan dan loyalitas pelanggan.

Apa perbedaan customer retention rate dan churn rate?

Customer retention rate mengukur jumlah pelanggan yang bertahan, sedangkan churn rate mengukur jumlah pelanggan yang berhenti. Keduanya saling berkaitan dan digunakan bersama untuk menilai kesehatan bisnis.

Apakah 80% customer retention rate itu bagus?

Ya, 80% customer retention rate umumnya tergolong baik di banyak industri. Angka ini menunjukkan sebagian besar pelanggan tetap bertahan dan menandakan pengalaman pelanggan yang positif.

Apakah 50% customer retention rate termasuk baik atau buruk?

50% customer retention rate biasanya dianggap sedang hingga rendah. Artinya, setengah pelanggan berhenti dalam satu periode tertentu dan perlu evaluasi pada kualitas layanan atau engagement.

Apakah 30% customer retention rate itu buruk?

Ya, 30% customer retention rate tergolong rendah. Angka ini menunjukkan tingkat kehilangan pelanggan yang tinggi dan berpotensi berdampak negatif pada pertumbuhan bisnis.

Apa arti customer retention rate 100%?

Customer retention rate 100% berarti tidak ada pelanggan yang hilang selama periode pengukuran. Kondisi ini ideal, tetapi jarang terjadi secara konsisten dalam jangka panjang.

Berapa customer retention rate yang dianggap ideal?

Customer retention rate yang ideal berbeda-beda tergantung industri, namun secara umum berada di kisaran 70–90%. Bisnis berbasis layanan dan langganan biasanya menargetkan retention rate yang lebih tinggi.

Bagaimana customer retention rate digunakan untuk meningkatkan kinerja bisnis?

Customer retention rate digunakan untuk mengidentifikasi pola kehilangan pelanggan dan mengevaluasi efektivitas layanan. Dengan memahami penyebab turunnya retensi, perusahaan dapat mengambil tindakan untuk meningkatkan pengalaman pelanggan dan menekan churn.  
  Written by Muftia Parasati, S.S., Content Writer at Mitracomm Ekasarana, specializing in research-based and SEO-optimized content on technology, digital business, and customer experience topics. | Muftia LinkedIn Profile Reviewed by Putra Wibowo, Senior Sales Manager at PT Mitracomm Ekasarana, with 10+ years of experience in contact center operations, customer service management, and sales performance optimization. | Putra LinkedIn Profile Editor: Irnadia Fardila

10 Contoh KPI Customer Service untuk Ukur Kualitas Layanan

Customer service merupakan salah satu ujung tombak perusahaan dalam mengelola hubungan baik dengan pelanggan. Dalam prosesnya, tim customer service perlu memberikan pelayanan berkualitas agar pelanggan merasa senang dan puas. Namun, tiap agen customer service memiliki kompetensi yang berbeda-beda. Di sinilah peran KPI customer service untuk mengukur performa agen secara objektif. Kenali lebih lanjut contoh KPI dalam customer service untuk memandu tim customer service dalam melayani pelanggan sesuai standar.

Apa Itu KPI dalam Customer Service?

Key performance indicators (KPI) dalam customer service adalah metrik penting untuk melacak kualitas pelayanan yang diberikan agen customer support kepada pelanggan. Metrik ini menjadi indikator yang mengukur seberapa bagus performa operasional customer service serta aspek apa saja yang bisa ditingkatkan. Dengan memastikan kualitas layanan pelanggan sesuai KPI yang ditetapkan, perusahaan dapat menciptakan pengalaman pelanggan yang lebih baik. 

10 Indikator KPI dalam Customer Service

Indikator KPI dalam customer service tidak hanya menilai kualitas layanan, tetapi juga performa agen dan kepuasan pelanggan. Berikut adalah beberapa contoh KPI customer service yang perlu diukur dan cara menghitungnya:

1. Customer Satisfaction Score

Salah satu metrik KPI dalam customer service adalah Customer Satisfaction Score (CSAT). Dalam konteks customer service, metrik ini mengukur kepuasan pelanggan setelah berinteraksi dengan agen. CSAT diukur menggunakan survey dengan pertanyaan seperti, "Dalam skala 1-10, seberapa puas Anda dengan customer service kami?". Skala 1-5 juga bisa digunakan dengan kategori "Sangat Puas" (5) hingga "Sangat Tidak Puas" (1). Skor 75-80% termasuk skor kepuasan yang sangat baik. KPI Customer Satisfaction Score dapat dihitung dengan rumus berikut:

CSAT = (Total Pelanggan Puas / Total Respons) x 100

Misal, jika perusahaan Anda mendapatkan 170 respons positif dari total 200 respons yang ada, maka skor CSAT Anda adalah 85%. 

2. Average Handling Time 

Average Handling Time mengukur rata-rata waktu yang agen habiskan saat menangani interaksi pelanggan. Waktu ini termasuk waktu bicara, waktu tunggu, dan after-call work. Average Handling Time yang baik dapat berkisar antara 4-6 menit. Untuk bidang tertentu seperti technical support, rata-rata waktu yang bagus dapat berkisar 8-10 menit. Rumus menghitung Average Handling Time adalah:

AHT =  (Total Waktu Bicara + Total Waktu Tunggu + Total After-Call Work) / Total Jumlah Interaksi

Misal, dalam 500 panggilan yang ditangani, dengan 2.000 waktu bicara, 300 menit waktu tunggu, dan 700 menit after-call work, maka Average Handling Time adalah 6 menit.

3. Average Resolution Time

Average Resolution Time (ART) mengukur rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tiket (masalah) pelanggan dari kontak awal hingga solusi final. Channel komunikasi yang berbeda dapat memiliki rata-rata waktu yang berbeda juga. Standar ART yang bagus untuk live chat berkisar 5-10 menit, email berkisar 24 jam, dan telepon berkisar 10-60 menit. Perhitungan ART didasarkan pada periode waktu tertentu, seperti misalnya periode 8 jam yang merupakan jam kerja agen. Rumus perhitungan Average Resolution Time adalah:

ART = Total Waktu Penyelesaian Semua Tiket / Jumlah Tiket yang Diselesaikan

Misal, pada 100 tiket dengan total waktu 10.000 menit, maka skor ART adalah 100 menit per kasus. Satuan total waktu dapat berupa menit, jam, atau hari.

4. Customer Effort Score

Customer Effort Score (CES) mengukur seberapa besar upaya yang dikeluarkan pelanggan untuk menyelesaikan masalah atau berinteraksi dengan perusahaan. Upaya yang lebih sedikit berkaitan dengan kemudahan dalam berinteraksi serta retensi pelanggan yang lebih tinggi. Anda bisa memakai survey dengan skala 1-5 atau 1-7.  Rumus perhitungan Customer Effort Score adalah:

CES = (Total Jumlah Skor) / (Total Jumlah Responden)

Misal, dalam 12 respons dengan skala 1-7, total skor setelah dijumlah adalah 71. Maka CES = 71 / 12 = 5.9. Semakin rendah hasil CES, maka semakin besar upaya yang perlu dikeluarkan pelanggan, sehingga berpotensi mempersulit pelanggan.

5. First Contact Resolution

Metrik First Contact Resolution (FCR) menghitung persentase tiket pelanggan yang berhasil diselesaikan dalam interaksi pertama tanpa memerlukan follow-up atau eskalasi tiket. Angka FCR yang tinggi mengindikasikan kepuasan pelanggan karena langsung mendapatkan solusi yang dibutuhkan. Perhitungan KPI First Contact Resolution adalah:

FCR = (Jumlah Tiket yang Diselesaikan di Kontak Pertama) / (Jumlah Tiket)

Misal, terdapat 740 tiket yang diselesaikan di kontak pertama pada 1000 tiket yang masuk. Maka, skor FCR adalah 74%.

6. First Response Time

Metrik First Response Time mengukur seberapa lama waktu yang dibutuhkan agen customer service untuk merespon permintaan pelanggan. Metrik ini melacak kecepatan respons di channel komunikasi seperti email, livechat, telepon, dan sebagainya. Standar FRT yang baik juga bermacam-macam, seperti di 2-3 menit untuk livechat dan 1-4 jam untuk email. Perhitungan First Response Time adalah sebagai berikut:

FRT = Waktu Respons Pertama - Waktu Permintaan Masuk

Misal, pelanggan mengirim email pada pukul 09:00, dan agen membalas pada pukul 09:45. Maka FRT = 45 menit.

Rata-Rata FRT = Total FRT / Jumlah Permintaan

Misal, untuk 5 tiket dengan FRT 0,5, 0,75, 2, 1, 2 jam, maka rata-rata FRT = (0,5 + 0,75 + 2 + 1 + 2) / 5 = 1.25 jam.

7. Ticket Resolution Rate

KPI customer service berikutnya adalah Ticket Resolution Rate. Metrik ini mengukur jumlah tiket yang selesai dalam periode waktu tertentu, seperti misalnya per jam. Metrik ini menunjukkan produktivitas agen dalam menangani volume permintaan yang masuk. Persentase yang kecil menunjukkan kekurangan seperti staf yang tidak cukup atau sistem yang lambat. Perhitungan Ticket Resolution Rate adalah:

TRR = (Jumlah Tiket yang Selesai) / (Total Tiket yang Masuk) x 100

Misal, 70 tiket berhasil diselesaikan dari total 120 tiket yang masuk. Maka persentase Ticket Resolution Rate = (70/120) x 100 = 58,3%.

8. Escalation Rate

Metrik Escalation Rate mengukur persentase tiket yang perlu dieskalasi ke agen customer service yang lebih senior atau supervisor. Persentase yang rendah menunjukkan kemampuan agen front-line atau Tier 1 dalam menyelesaikan tiket tanpa harus dieskalasi. Perhitungan metrik ini bisa dipecah per agen, per channel komunikasi, atau per level eskalasi (Tier 2, Tier 3, dsb.) Perhitungan Escalation Rate adalah:

Escalation Rate = (Jumlah Tiket Eskalasi dari Tier 1 / Total Tiket Masuk) x 100.

Misal, dari 500 tiket yang dikelola dalam sebulan, 100 tiket dieskalasi ke Tier 2. Maka perhitungan Escalation Rate = (100/500) x 100 = 20%.

9. Churn Rate

Metrik Churn Rate mengukur persentase pelanggan yang berhenti menggunakan produk atau layanan perusahaan dalam periode waktu tertentu. Dalam konteks customer service, persentase Churn Rate yang tinggi menunjukkan masalah seperti kualitas pelayanan yang buruk atau komplain yang tidak kunjung ditanggapi. Cara menghitung KPI Churn Rate adalah:

CR = (Jumlah Pelanggan yang Hilang / Total Pelanggan di Akhir Periode) x 100

Misal, perusahaan Anda memiliki total 1000 pelanggan dalam satu bulan, dengan 75 pelanggan berhenti menggunakan produk Anda di akhir bulan. Maka persentase Churn Rate = 7,5%,

10. Call Abandonment Rate

Metrik Call Abandonment Rate mengukur persentase panggilan yang ditinggalkan pelanggan sebelum sampai ke agen. Metrik ini dapat menunjukkan masalah seperti waktu tunggu yang terlalu lama atau sistem Interactive Voice Response yang kurang bagus. Standar Call Abandonment Rate yang bagus berkisar di bawah 5%. Jika persentase mencapai 10%, penyesuaian seperti penambahan agen atau perbaikan sistem perlu dilakukan. Cara menghitung Call Abandonment Rate adalah:

CAR = (Jumlah Panggilan yang Ditinggalkan / Total Panggilan Masuk) x 100

Misal, dalam sebulan, terdapat 200 panggilan yang masuk. 50 di antaranya ditinggalkan oleh pelanggan sebelum berhasil direspon agen. Maka perhitungannya adalah: (10/200) x 100 = 5%.

Wujudkan Pelayanan Pelanggan Sesuai Standar Bersama MitraComm!

KPI customer service menjadi kunci penting untuk menjaga kualitas pelayanan yang konsisten. MitraComm Business Process Solution (MBPS) dengan layanan contact center outsourcing siap membantu perusahaan dalam menyediakan operasional customer service yang efisien dan dapat diandalkan. MBPS menyediakan beberapa layanan contact center outsourcing yang bisa dipilih sesuai kebutuhan bisnis Anda, seperti: 
  • Full Managed Service: MBPS mengelola segala kebutuhan contact center untuk Anda, mulai dari agen, tempat, teknologi, hingga managing operation
  • Partial Managed Service: Sebagian kebutuhan contact center (agen, tempat, teknologi, atau managing operation) akan disediakan oleh MBPS untuk menjalankan operasional contact center Anda.
  • Labour Supply: MBPS menyediakan tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan bisnis.
Dengan pengalaman lebih dari 12 tahun, layanan contact center outsourcing MBPS telah melayani kebutuhan bisnis perusahaan dari berbagai industri, mulai dari perbankan, asuransi, telekomunikasi, hingga e-commerce. Dengan agen yang terlatih profesional serta sistem yang canggih, MBPS siap membantu bisnis Anda meningkatkan kepuasan pelanggan serta menciptakan kesan positif pada pelanggan.  Untuk informasi lebih lanjut seputar layanan contact center outsourcing, hubungi kami melalui email marketing@phintraco.com  

Frequently Asked Question


Apa itu KPI customer service?

KPI customer service adalah indikator kinerja utama yang digunakan untuk mengukur efektivitas dan kualitas layanan pelanggan. KPI ini membantu perusahaan menilai apakah tim customer service telah memenuhi target layanan yang ditetapkan.

Apa saja KPI customer service yang paling penting?

KPI customer service yang umum digunakan meliputi First Response Time, Average Handling Time, Customer Satisfaction Score (CSAT), Customer Effort Score (CES), dan Service Level. KPI ini mencerminkan kecepatan, kualitas, dan kepuasan pelanggan.

Mengapa KPI customer service penting untuk bisnis?

KPI customer service penting karena membantu perusahaan meningkatkan kualitas layanan, menjaga kepuasan pelanggan, dan mengurangi churn. KPI juga menjadi dasar pengambilan keputusan untuk perbaikan proses layanan.

Bagaimana cara menentukan KPI customer service yang tepat?

KPI customer service ditentukan berdasarkan tujuan bisnis dan kebutuhan pelanggan. Perusahaan sebaiknya memilih KPI yang relevan, mudah diukur, dan memiliki dampak langsung terhadap pengalaman pelanggan.

Seberapa sering KPI customer service harus dievaluasi?

KPI customer service sebaiknya dievaluasi secara berkala, seperti harian atau bulanan, tergantung jenis metriknya. Evaluasi rutin membantu perusahaan mendeteksi masalah lebih cepat dan meningkatkan performa layanan secara berkelanjutan.  
  Written by Muftia Parasati, S.S., Content Writer at Mitracomm Ekasarana, specializing in research-based and SEO-optimized content on technology, digital business, and customer experience topics. | Muftia LinkedIn Profile Reviewed by Putra Wibowo, Senior Sales Manager at PT Mitracomm Ekasarana, with 10+ years of experience in contact center operations, customer service management, and sales performance optimization. | Putra LinkedIn Profile Editor: Irnadia Fardila

Pentingnya Cleaning Service Kantor untuk Lingkungan Kerja Bersih

Cleaning service kantor adalah salah satu upaya penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat, nyaman, dan produktif. Selain membantu menjaga kebersihan area kerja, cleaning service juga memastikan area kerja tetap higienis dan terawat setiap hari. Kantor yang bersih dan rapi juga memunculkan kesan positif dari karyawan maupun tamu yang datang ke gedung kantor. Namun, bagaimana cara efektif menerapkan cleaning service di kantor?  Artikel ini akan membahas lebih lanjut pentingnya cleaning service di lingkungan kerja dan cara menerapkannya dengan efektif.

Apa Saja Tugas Cleaning Service di Lingkungan Kantor?

Tugas cleaning service perkantoran berfokus untuk menjaga lingkungan kantor tetap bersih, terawat, dan tertata dengan baik. Beberapa contoh tugas cleaning service yang dijalankan di lingkungan perkantoran adalah:

Menyapu dan Mengepel Lantai

Lantai tempat karyawan berlalu-lalang harus dijaga kebersihannya agar tidak menimbulkan kecelakaan seperti tersandung atau tergelincir. Lantai harus disapu dan dipel secara berkala agar tetap bersih dan bebas dari debu dan kotoran. Proses menyapu dan mengepel lantai tidak hanya mencakup lantai di dalam gedung kantor, tetapi juga halaman luar kantor.

Membersihkan Ruang Kerja

Ruang kerja perlu dibersihkan dan dirapikan secara rutin agar karyawan merasa nyaman saat menggunakannya. Proses pembersihan ruang kerja termasuk menyeka debu, mengelap meja, merapikan barang, mengosongkan tempat sampah, serta memastikan tidak ada tumpukan sampah di area kerja karyawan.

Membersihkan Kaca dan Jendela

Jendela yang bersih memudahkan pencahayaan alami masuk ke dalam gedung kantor. Kaca lainnya yang ada di gedung kantor juga perlu dibersihkan secara rutin untuk menjaga tampilan kantor yang lebih bersih dan terawat. Pembersihan kaca dan jendela biasanya menggunakan sikat, lap dan cairan pembersih khusus kaca.

Mengelola Sampah Kantor

Volume sampah yang dihasilkan lingkungan perkantoran dapat mencapai ratusan kilogram setiap tahunnya. Pengelolaan dan pemilahan sampah kantor sangat penting untuk menjaga kebersihan lingkungan kerja serta melindungi dari risiko penyakit. Tugas ini meliputi pengumpulan sampah dari tiap ruangan, mengganti plastik tempat sampah, dan memastikan sampah dibuang sesuai tempatnya.

Menjaga Ketersediaan Alat Kebersihan

Selain menjaga kebersihan area kerja, tugas cleaning service kantor lainnya adalah menjaga ketersediaan alat kebersihan. Alat-alat ini termasuk sabun cuci tangan, tisu, cairan pembersih, dan alat kebersihan lainnya. Jika ada alat kebersihan yang hampir habis, mereka perlu mengisi ulang atau melaporkan kepada pihak yang bertanggung jawab.

Manfaat Pelaksanaan Cleaning Service Kantor yang Optimal

Beberapa manfaat yang bisa dirasakan dari pelaksanaan cleaning service yang optimal di lingkungan kantor adalah:

Menjaga Kesehatan Karyawan

Karyawan dapat menghabiskan waktu 8 jam sehari di dalam ruang kerja. Hal ini membuat kebersihan kantor tidak bisa diabaikan. Cleaning service yang optimal memastikan lingkungan perkantoran tetap bersih dan terbebas dari kotoran, sehingga menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat untuk karyawan. Risiko penyakit akibat terpapar debu, kuman, atau kontaminan lainnya juga bisa dihindari.

Reputasi Perusahaan yang Positif

Kondisi lingkungan perkantoran berdampak besar terhadap reputasi perusahaan. Lingkungan kantor yang bersih dan rapi membentuk citra positif dari pelanggan atau mitra bisnis. Perusahaan pun dapat dipandang baik karena berdedikasi menghadirkan lingkungan kerja yang nyaman melalui penerapan cleaning service secara rutin.

Menghemat Biaya

Upaya menjaga kebersihan kantor melalui cleaning service dapat menghemat budget perusahaan dalam jangka panjang. Pembersihan dan perawatan dalam cleaning service dapat melindungi fasilitas kantor dari kerusakan, sehingga memperpanjang usia fasilitas. Perusahaan dapat mencegah pengeluaran untuk mengganti fasilitas yang rusak karena kondisinya yang terawat dengan baik.

Tips Implementasi Cleaning Service Kantor yang Efektif

Guna mendapatkan hasil kebersihan yang maksimal, Anda dapat mengikuti tips-tips di bawah ini untuk menerapkan cleaning service kantor dengan efektif:

Tetapkan SOP Kebersihan Kantor

SOP kebersihan kantor berfungsi sebagai panduan tertulis dalam membersihkan dan merawat lingkungan kantor. Panduan ini menjelaskan secara rinci tugas-tugas kebersihan yang perlu dilakukan, seberapa sering dilakukan, serta area yang perlu dibersihkan, seperti ruang kerja, area umum, pantry, dan sebagainya. SOP cleaning service kantor yang jelas memudahkan petugas kebersihan dalam memahami tanggung jawab mereka serta memastikan kualitas kebersihan yang konsisten.

Buat Jadwal Kerja Cleaning Service Kantor

Buat jadwal terstruktur berisi tugas-tugas kebersihan yang perlu dilakukan tiap hari, tiap minggu, dan tiap bulan. Area-area yang sering dilalui dan disentuh seperti meja, gagang pintu, dan area pintu masuk termasuk bagian yang perlu sering dibersihkan. Jadwal pembersihan yang teratur memastikan tindakan kebersihan yang optimal tanpa mengganggu operasional kantor.

Manfaatkan Vendor Cleaning Service Profesional

Selain menggunakan tenaga internal, Anda dapat memanfaatkan vendor cleaning service kantor profesional untuk menjaga kebersihan lingkungan kerja. Selain keahlian dan pengalaman dalam menjaga kebersihan sesuai standar, vendor ini memiliki peralatan cleaning service kantor modern untuk mengoptimalkan tindakan kebersihan yang dilakukan.

Monitor dan Evaluasi

Lakukan proses monitoring secara rutin terhadap tindakan kebersihan yang sudah dilakukan. Proses ini mengecek performa tindakan kebersihan yang sudah dilakukan serta memastikan kepatuhan terhadap SOP yang berlaku. Monitoring dan evaluasi diperlukan untuk mengetahui aspek yang perlu diperbaiki atau bisa ditingkatkan, sehingga proses pembersihan bisa dilakukan lebih maksimal lagi.

Tips Memilih Vendor Cleaning Service Kantor yang Tepat

Memilih jasa cleaning service kantor yang tepat tentunya tidak bisa sembarangan. Ikuti tips berikut ini dalam menentukan vendor cleaning service terbaik untuk lingkungan perkantoran Anda:

Identifikasi Kebutuhan Anda

Tips pertama adalah mengidentifikasi layanan kebersihan yang dibutuhkan gedung kantor Anda. Beberapa lingkungan perkantoran dapat memerlukan lebih dari sekedar tindakan pembersihan biasa atau general cleaning kantor. Pertimbangkan ukuran gedung kantor, jumlah karyawan, hingga layanan khusus yang Anda perlukan, seperti misalnya pemolesan lantai, pembersihan karpet, dan sebagainya.

Cek Pengalaman dan Reputasi Vendor

Pengalaman dan reputasi merupakan dua faktor penting dalam memilih vendor cleaning service yang tepat. Pastikan vendor yang Anda pilih memiliki jam terbang yang tinggi dalam menangani kebersihan di berbagai jenis lingkungan kantor. Reputasi vendor yang positif juga sangat penting untuk memastikan kualitas pelayanan yang tinggi. Evaluasi opsi-opsi vendor yang Anda miliki, kemudian cek review dan testimoni di internet mengenai vendor-vendor tersebut.

Cek Fleksibilitas Vendor

Fleksibilitas jadwal dapat menjadi nilai tambah saat menentukan vendor cleaning service yang tepat. Anda dapat bertanya apakah vendor dapat membuat jadwal kebersihan yang fleksibel dan bisa disesuaikan dengan jadwal operasional kantor. Anda bisa menentukan jadwal kebersihan yang tepat tanpa mengganggu operasional kantor.

Pertimbangkan Budget Anda 

Hal yang tidak kalah penting saat memilih vendor cleaning service adalah budget. Bandingkan model biaya tiap vendor cleaning service serta jenis layanan yang ditawarkan. Pastikan Anda memilih vendor sesuai dengan budget tanpa harus mengorbankan kualitas kebersihan yang didapatkan.

MitraComm Sumber Sarana: Solusi Kebersihan Terbaik untuk Setiap Sudut Kantor Anda

Upaya menjaga kebersihan kantor dapat dilakukan dengan optimal melalui tenaga kebersihan yang handal dan berpengalaman. Di sinilah peran MitraComm Sumber Sarana (MSS) sebagai mitra cleaning service terpercaya untuk memastikan lingkungan kerja Anda tetap bersih, sehat, dan nyaman. Didukung dengan tim berpengalaman serta peralatan kebersihan modern, MitraComm Sumber Sarana menawarkan berbagai jenis cleaning service yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan kantor Anda: 
  • General Cleaning Service: Layanan pembersihan rutin, termasuk pemeliharaan area bersama, menjaga kebersihan toilet, membuang dan mengelola sampah, dan mengelola taman dan tumbuhan.
  • Special Treatment Service: Layanan pembersihan khusus untuk material atau permukaan tertentu, seperti misalnya kristalisasi lantai untuk marmer, perbaikan permukaan yang rusak, lapisan pelindung, hingga pembersihan karpet secara mendalam.
  • High-Risk Cleaning Service: Layanan pembersihan untuk area-area yang berbahaya (seperti area kaca yang tinggi) menggunakan peralatan dan keahlian khusus serta dikerjakan oleh tenaga berpengalaman.
MitraComm Sumber Sarana berkomitmen untuk menghadirkan layanan berkualitas tinggi serta menjaga lingkungan kerja selalu higienis. Anda dapat fokus pada operasional bisnis yang efisien dan strategis, sementara kami menangani urusan kebersihan lingkungan kantor Anda. Untuk informasi lebih lanjut seputar, hubungi kami melalui email info@mss.id Editor: Irnadia Fardila

Ceiling Cleaning: Solusi Plafon Ruang Kantor yang Bebas Debu

Saat membersihkan ruang kerja, Anda mungkin hanya berfokus untuk membersihkan area yang mudah terjangkau seperti lantai dan permukaan furnitur. Namun, salah satu bagian ruangan yang mudah terlupakan saat proses pembersihan adalah langit-langit atau ceiling. Banyak orang mengabaikan kebersihan langit-langit karena posisinya yang tinggi dan tidak langsung terlihat mata. Proses pembersihannya juga lebih sulit karena membutuhkan alat yang panjang atau tangga untuk menjangkau permukaan langit-langit. Tanpa pembersihan yang rutin, hal ini berdampak pada penumpukan sarang laba-laba hingga munculnya jamur. Di sinilah pentingnya ceiling cleaning untuk mencegah penumpukan kotoran. Kenali lebih lanjut tentang apa itu ceiling cleaning hingga tips menerapkannya di langit-langit ruang kerja Anda.

Apa Itu Ceiling Cleaning?

Ceiling cleaning atau pembersihan langit-langit adalah proses membersihkan langit-langit ruangan dari debu, kotoran, sarang laba-laba, dan kotoran lainnya. Proses ini dilakukan di berbagai jenis gedung, termasuk gedung kantor. Proses ceiling cleaning meliputi beberapa metode pembersihan serta alat-alat yang digunakan. Salah satu metode ceiling cleaning adalah dry dusting memakai sapu atau broom, kemoceng, serta vakum dengan ujung sikat yang lembut. Metode ceiling cleaning lainnya adalah wet cleaning menggunakan cairan pembersih khusus, kain lembut, atau mop (kain pel). Untuk langit-langit dengan tekstur khusus, metode gentle cleaning digunakan untuk mencegah kerusakan pada tekstur tersebut. 

Mengapa Perlu Dilakukan Ceiling Cleaning?

Ceiling cleaning adalah tindakan pembersihan yang perlu dilakukan karena beberapa manfaat berikut:

Menjaga Kesehatan Karyawan

Tanpa tindakan pembersihan yang rutin, kotoran seperti debu dan sarang laba-laba dapat menumpuk di plafon ruangan. Jika dibiarkan lebih lanjut, penumpukan debu ini akan mempengaruhi kondisi kesehatan karyawan di ruangan tersebut, mulai dari gangguan saluran pernapasan hingga sick building syndrome. Ceiling cleaning juga mencegah munculnya jamur akibat langit-langit yang lembap. Hal ini bertujuan untuk memastikan kualitas udara dalam ruangan yang lebih bersih serta lingkungan kerja yang lebih sehat.

Penampilan Ruang Kerja yang Lebih Bersih

Langit-langit yang tidak kunjung dibersihkan akan menjadi sumber sarang debu dan sarang laba-laba. Kotoran seperti ini tentunya kurang bagus untuk dilihat, terutama jika klien atau mitra bisnis datang mengunjungi gedung perusahaan. Ruangan yang bersih, termasuk langit-langit ruangan yang terawat, tidak hanya memunculkan kesan positif, tetapi juga menciptakan suasana nyaman bagi penghuninya.

Memperpanjang Usia Langit-Langit Ruangan

Ceiling cleaning bermanfaat untuk memperpanjang usia material langit-langit ruangan. Tanpa pembersihan dan pemeliharaan yang rutin, kotoran yang menumpuk dapat merusak material langit-langit ruangan. Selain untuk mencegah hal ini terjadi, tindakan pembersihan dapat mengidentifikasi kerusakan di langit-langit ruangan sejak dini. Jadi, perbaikan bisa segera dilakukan sebelum bertambah parah.

Tips Melakukan Ceiling Cleaning di Lingkungan Kantor

Beberapa tips yang bisa dilakukan untuk membersihkan langit-langit ruang kerja Anda dengan efektif adalah:

Periksa Ruangan yang Akan Dibersihkan

Langkah pertama adalah memeriksa ruangan yang langit-langitnya akan dibersihkan. Setiap ruangan dapat memiliki kondisi langit-langit yang berbeda, sehingga penting untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh. Perhatikan apakah ada kotoran khusus yang memerlukan tindakan pembersihan khusus. Selanjutnya, Anda dapat menyingkirkan furnitur di dalam ruangan atau menutupinya dengan kain agar tidak terpapar debu yang berjatuhan. 

Siapkan Perlengkapan Kebersihan

Langkah berikutnya adalah menyiapkan perlengkapan kebersihan yang Anda butuhkan. Beberapa contoh ceiling cleaning tools termasuk kemoceng, lap mikrofiber, vakum dengan ujung sikat yang lembut, hingga sapu dengan gagang yang bisa dipanjangkan. Anda bisa menggunakan tangga untuk menjangkau area yang sulit serta memakai alat pelindung seperti masker, sarung tangan, dan kacamata pelindung agar terhindar dari paparan debu.

Mulai Bersihkan Langit-Langit Ruangan

Setelah persiapan selesai, Anda dapat mulai membersihkan langit-langit ruangan. Pertama, mulai bersihkan debu dan sarang laba-laba di langit-langit menggunakan kemoceng atau vakum. Hal ini bertujuan untuk mencegah penyebaran kotoran saat mengelap langit-langit ruangan. 

Gunakan Cairan Pembersih

Selanjutnya adalah membersihkan langit-langit ruangan dengan cairan pembersih dan lap mikrofiber. Semprotkan larutan ke langit-langit secara menyeluruh serta gunakan roller cat bersih dan lembap untuk meratakan cairan pembersih di seluruh bagian langit-langit. Setelah pembersihan, gunakan lap mikrofiber untuk mengeringkan dan mengelap langit-langit yang baru dibersihkan. 

Terapkan Jadwal Kebersihan Rutin

Jadwal ceiling cleaning yang rutin berfungsi untuk menjaga dan memelihara kebersihan langit-langit ruang kerja. Tergantung dari seberapa sering ruangan digunakan, pembersihan langit-langit bisa dilakukan tiap 3-6 bulan hingga per tahun. Anda juga bisa langsung membersihkan jika menemukan kotoran atau jamur di langit-langit ruang kerja.

Manfaat Memakai Tenaga Profesional untuk Ceiling Cleaning

Ceiling cleaning merupakan salah satu tindakan penting dalam menjaga kebersihan lingkungan kerja. Maka dari itu, penting bagi perusahaan Anda untuk menerapkan ceiling cleaning secara rutin. Akan tetapi, untuk penerapan ceiling cleaning yang lebih efektif, Anda dapat memanfaatkan tenaga profesional dari penyedia layanan cleaning service yang sudah handal dalam menangani ceiling cleaning.  Berikut adalah beberapa manfaat penting dari penggunaan tenaga profesional untuk ceiling cleaning:

Hasil Pembersihan yang Lebih Maksimal

Tenaga kebersihan profesional umumnya dilengkapi dengan kompetensi yang memadai serta peralatan kebersihan modern. Tidak hanya itu, mereka juga sudah terlatih dan berpengalaman dalam menangani berbagai jenis kondisi ruangan. Kompetensi ini diperlukan untuk memaksimalkan proses ceiling cleaning yang dilakukan, termasuk area yang sulit dijangkau untuk memastikan tidak ada kotoran yang tersisa. Hasilnya adalah ruang kerja yang lebih bersih dan nyaman bagi karyawan.

Menghemat Waktu dan Tenaga

Melakukan ceiling cleaning secara mandiri memerlukan waktu, tenaga, dan sumber daya yang tidak sedikit. Anda juga berisiko mengorbankan produktivitas karena perlu menyisihkan waktu untuk membersihkan langit-langit ruangan. Dengan mengalihkan tugas kebersihan ke tenaga profesional, Anda dapat lebih fokus pada kegiatan bisnis utama tanpa terganggu oleh proses pembersihan. Mereka biasanya bekerja dengan sistem terjadwal, sehingga prosesnya dapat berlangsung cepat, rapi, dan tidak mengganggu operasional bisnis.

Tindakan Pembersihan yang Lebih Tepat

Setiap gedung kantor memiliki tipe langit-langit yang berbeda. Tindakan ceiling cleaning yang tepat perlu menyesuaikan dengan material langit-langit yang ditangani. Tanpa penanganan yang tepat, permukaan langit-langit berisiko rusak atau berubah warna. Tenaga profesional memahami penerapan ceiling cleaning dengan metode yang sesuai, sehingga pembersihan menjadi lebih optimal tanpa menimbulkan kerusakan.

Lindungi Kesehatan Karyawan Lewat Lingkungan Kerja yang Higienis Bersama MitraComm Sumber Sarana

Ingin mulai membersihkan langit-langit ruang kerja Anda tapi tidak tahu harus mulai dari mana? Jangan khawatir, MitraComm Sumber Sarana (MSS) punya jawabannya! MitraComm Sumber Sarana hadir sebagai vendor layanan cleaning service di Jakarta untuk menangani berbagai jenis kebutuhan cleaning service Anda, termasuk ceiling cleaning. MSS didukung dengan tenaga kerja berpengalaman serta peralatan kebersihan yang canggih untuk memastikan sudut ruangan kerja Anda bersih, sehat, dan terawat. Berikut adalah layanan kebersihan MSS yang bisa dipilih berdasarkan kebutuhan bisnis Anda:
  • General Cleaning Service: Layanan pembersihan rutin, termasuk pemeliharaan area bersama, menjaga kebersihan toilet, membuang dan mengelola sampah, dan mengelola taman dan tumbuhan.
  • Special Treatment Service: Layanan pembersihan khusus untuk material atau permukaan tertentu, seperti misalnya kristalisasi lantai untuk marmer, perbaikan permukaan yang rusak, lapisan pelindung, hingga pembersihan karpet secara mendalam.
  • High-Risk Cleaning Service: Layanan pembersihan untuk area-area yang berbahaya (seperti area kaca yang tinggi) menggunakan peralatan dan keahlian khusus serta dikerjakan oleh tenaga berpengalaman.
Jadi, tunggu apalagi? Mulai bekerja sama dengan MSS untuk menciptakan lingkungan kerja yang bersih dan efektif. MSS siap mengelola seluruh kebutuhan kebersihan kantor Anda dengan optimal. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi kami melalui email info@mss.id Editor: Irnadia Fardila

MitraComm Business Process Services Raih Best Partnership Award (Kategori Large) dari BCA CDG

MitraComm Business Process Services (MBPS) menerima penghargaan Best Partnership Award (Kategori Large) dari BCA Contact Center & Digital Group (BCA CDG) pada 12 Desember 2025. Penghargaan ini diserahkan dalam rangkaian acara Year End Celebration yang diselenggarakan di Kantor Halo BCA BSD, Serpong, Tangerang. Pencapaian ini menjadi wujud pengakuan atas kontribusi dan peran strategis MitraComm Business Process Services dalam mendukung layanan contact center BCA. Penghargaan tersebut sekaligus mencerminkan kepercayaan BCA terhadap kualitas kemitraan yang telah terjalin secara berkelanjutan. Penghargaan Best Partnership Award (Kategori Large) diterima secara langsung oleh Endang Widya Permanasari selaku Director MitraComm Business Process Services, dan diserahkan oleh Armand Hartono selaku Wakil Presiden Direktur BCA, sebagai bentuk apresiasi atas kinerja dan dedikasi MBPS. Momen ini menjadi simbol kuat atas sinergi yang terbangun antara MBPS dan BCA CDG. Kolaborasi ini dinilai mampu memberikan nilai tambah yang signifikan bagi kedua belah pihak. Pencapaian tersebut menegaskan posisi MBPS sebagai mitra strategis yang terpercaya.

MitraComm Business Process Services Raih Best Partnership AwardArmand Hartono memberikan penghargaan kepada Endang Widya Permanasari dalam rangkaian acara Year End Celebration | Dok. MitraComm Business Process Services (12/12/2025)

Acara ini turut dihadiri oleh jajaran manajemen MitraComm Business Process Services sebagai bentuk dukungan dan apresiasi bersama. Perwakilan MBPS yang hadir antara lain Lilis Lina Abu Hasan selaku AVP HR & LND, Dameria Gultom sebagai AVP Operation, Riris Sianipar selaku SM HR, serta Mirza Muhtaddin sebagai Manager Sales. Momentum tersebut juga menjadi ajang refleksi atas pencapaian yang telah diraih sepanjang tahun. Penghargaan ini mencerminkan pengakuan terhadap standar layanan, profesionalisme, serta kualitas kemitraan yang dibangun secara konsisten oleh MitraComm Business Process Services. Sebagai strategic partner, MBPS menghadirkan solusi yang relevan, inovatif, dan berdampak bagi operasional BCA. Seluruh proses operasional dijalankan dengan mengedepankan kualitas serta kepatuhan terhadap standar terbaik industri. Kolaborasi bersama BCA menjadi bukti nyata bahwa kemitraan yang solid dan berorientasi hasil mampu menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan.

MitraComm Business Process Services Raih Best Partnership AwardJajaran management MitraComm Business Process Services ikut menghadiri acara Year End Celebration BCA CDG | Dok. MitraComm Business Process Service (12/12/2025)

MitraComm Business Process Services terus berkomitmen untuk memperkuat sinergi dengan BCA CDG melalui peningkatan kualitas layanan dan inovasi berkelanjutan. Perusahaan optimistis kemitraan strategis ini akan membuka peluang pertumbuhan baru yang saling menguntungkan. MitraComm Business Process Services siap mendukung pencapaian berbagai milestone strategis di masa mendatang. Dengan semangat kolaborasi dan kepercayaan yang kuat, MBPS akan terus menjadi mitra andal dalam perjalanan transformasi layanan BCA.

MitraComm Ekasarana Buktikan Keunggulan di Bidang CX Dengan Raih Penghargaan NXT CX Summit & Awards 2024

Jakarta, 27 Februari 2024 – Mitracomm Ekasarana, perusahaan penyedia solusi Business Process Outsourcing (BPO) terkemuka di Indonesia, meraih penghargaan bergengsi "Best Trusted and Excellence BPO Company" dalam ajang 9th NXT CX Summit & Awards 2024 yang diselenggarakan di Hotel Shangri-La Jakarta pada 21 Februari 2024.
[caption id="attachment_1530" align="aligncenter" width="808"]MitraComm Ekasarana raih penghargaan di NXT CX Summit and Awards Team MitraComm Ekasarana saat menghadiri 9th NXT CX Summit & Awards 2024 (Jakarta 21/02/2024)[/caption]
Penghargaan ini merupakan pengakuan atas komitmen dan dedikasi MitraComm Ekasarana dalam menghadirkan solusi BPO yang inovatif, terpercaya, dan berkualitas tinggi kepada para kliennya. MitraComm Ekasarana berhasil unggul dari berbagai perusahaan BPO ternama lainnya di Indonesia melalui proses penilaian yang ketat dan objektif oleh dewan juri yang terdiri dari pakar industri dan akademisi. "Kami selalu berkomitmen untuk memberikan layanan BPO terbaik bagi para klien. Konsisten dalam berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan, agar dapat membantu para klien mencapai tujuan bisnis mereka." Ujar Bambang Suryadi, VP Operations MitraComm Ekasarana. “Penghargaan ini merupakan bukti nyata dari komitmen kami untuk terus memberikan layanan BPO terbaik bagi para klien kami. Kami selalu berusaha untuk berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan kami agar dapat membantu para klien mencapai tujuan bisnis mereka.” MitraComm Ekasarana memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun dalam industri BPO dan telah melayani berbagai perusahaan ternama di Indonesia. MitraComm Ekasarana menawarkan berbagai solusi BPO yang komprehensif, termasuk:
  • Contact Center
  • Back Office Support
  • Human Resources Outsourcing
  • Information Technology Outsourcing
  • Marketing & Sales Support
MitraComm Ekasarana memiliki tim yang profesional dan berpengalaman yang selalu siap membantu para klien untuk mencapai tujuan bisnis mereka. MitraComm Ekasarana juga memiliki infrastruktur yang modern dan teknologi yang canggih untuk memastikan bahwa layanan yang diberikan selalu berkualitas tinggi. “Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan memberikan solusi BPO terbaik bagi para klien kami,” tambah Bambang Suryadi. Penghargaan "Best Trusted and Excellence BPO Company" ini menjadi bukti nyata komitmen MitraComm Ekasarana dalam memberikan layanan BPO terbaik bagi para kliennya. MitraComm Ekasarana akan terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanannya untuk menjadi mitra terpercaya bagi para klien dalam mencapai kesuksesan di masa depan. Tentang MitraComm Ekasarana MitraComm Ekasarana adalah perusahaan penyedia solusi Business Process Outsourcing (BPO) terkemuka di Indonesia. MitraComm Ekasarana memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun dalam industri BPO dan telah melayani berbagai perusahaan ternama di Indonesia. MitraComm Ekasarana menawarkan berbagai solusi BPO yang komprehensif, termasuk Contact Center, Back Office Support, Human Resources Outsourcing, Information Technology Outsourcing, dan Marketing & Sales Support. MitraComm Ekasarana memiliki tim yang profesional dan berpengalaman yang selalu siap membantu para klien untuk mencapai tujuan bisnis mereka. MitraComm Ekasarana juga memiliki infrastruktur yang modern dan teknologi yang canggih untuk memastikan bahwa layanan yang diberikan selalu berkualitas tinggi. Informasi Lebih Lanjut: Website: mitracomm.com   Tentang 9th NXT CX Summit & Awards 2024 9th NXT CX Summit & Awards 2024 merupakan ajang penghargaan bergengsi yang diberikan kepada perusahaan-perusahaan yang telah menunjukkan kinerja dan prestasi yang luar biasa dalam bidang Customer Experience (CX). Ajang ini dihadiri oleh para pemimpin industri, pakar CX, dan akademisi dari berbagai negara di Asia Tenggara. Informasi Event: Website: nxtcxsea.com Kontak Media: Cardila Ladini Public Relations cardila.ladini@phintraco.com

MitraComm Ekasarana Raih Penghargaan Best Outsourcing Partnership pada Contact Center World Award Asia Pacific 2023

Mitracomm Ekasarana, perusahaan yang bergerak di bidang Services, kembali meraih prestasi yang luar biasa. MitraComm Ekasarana berhasil meraih penghargaan Gold 1st Winner dalam kategori Best Outsourcing Partnership pada ajang bergengsi Contact Center World Award Asia Pacific 2023 yang diselenggarakan di Bali, Indonesia 24 hingga 28 Juli 2023. Penghargaan ini mencerminkan dedikasi dan inovasi luar biasa MitraComm Ekasarana dalam meningkatkan pengalaman pelanggan Bank Central Asia (BCA), salah satu bank terkemuka di Indonesia. MitraComm Ekasarana melalui unit bisnisnya, MitraComm Business Process Services (MBPS), telah konsisten memberikan layanan unggul, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan dan standar kualitas BCA, mengikuti perkembangan teknologi terkini. Selama lebih dari satu dekade, MitraComm Ekasarana telah menjalin kerjasama yang erat dengan BCA dan secara konsisten memberikan kontribusi yang berarti dalam menghadirkan layanan contact center terbaik. Keberhasilan ini tidak terlepas dari kualitas pelayanan yang terus ditingkatkan guna memenuhi kebutuhan pelanggan BCA dengan lebih baik. MitraComm Business Process Services (MBPS) telah membuktikan kualitasnya sebagai penyedia layanan Contact Center Outsourcing yang unggul dengan menawarkan layanan Full Managed Service. Tidak hanya menyediakan agen contact center yang berpengalaman dan kompeten, MitraComm Ekasarana juga menyediakan hardware, software, dan infrastruktur contact center.  Melalui dedikasi penuh dalam memberikan layanan pelanggan terbaik, MBPS telah berhasil mengoptimalkan mutu contact center sesuai dengan kebutuhan unik para klien, tak terbatas pada berbagai jenis industri dengan menyediakan layanan 24/7 IT support yang didukung oleh tim ahli berlisensi dengan pengalaman dan kompetensi yang tinggi. MitraComm Ekasarana memahami bahwa setiap industri memiliki tantangan dan kebutuhan yang berbeda, oleh karena itu MitraComm selalu siap untuk memberikan pendekatan yang disesuaikan dan inovatif. Contact Center World Award Asia Pacific 2023 menjadi panggung prestisius bagi perusahaan-perusahaan terbaik di industri teknologi informasi dan komunikasi untuk memamerkan keunggulan dan prestasi mereka. Melalui keberhasilan ini, MitraComm Ekasarana mampu menjadi contact center terbaik sebagai pelopor di industri contact center dan pengakuan atas komitmen tinggi dalam menjalin kemitraan yang sukses dengan klien mereka. Tidak hanya tahun ini, prestasi ini menandai kesuksesan berkelanjutan MitraComm Ekasarana dalam kategori Best Outsourcing Partnership. Pada tahun sebelumnya, MitraComm Ekasarana juga berhasil meraih penghargaan yang sama, membuktikan komitmen dan kesungguhan mereka dalam memberikan layanan terbaik kepada mitra bisnis mereka. Keberhasilan MitraComm Ekasarana meraih penghargaan Best Outsourcing Partnership ini menjadi penguat semangat MitraComm Ekasarana untuk terus berinovasi dan memberikan layanan terbaik dalam menghadirkan pengalaman pelanggan yang tak terlupakan. MitraComm Ekasarana berkomitmen untuk terus menjalin kemitraan yang kokoh dengan para mitra bisnisnya dan memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan industri Contact Center di Asia.   Tertarik untuk mengetahui lebih lanjut? Hubungi email marketing@phintraco.com untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai layanan Contact Center Outsourcing.

MitraComm Ekasarana Raih Best Bank Aggregator 2022

MitraComm Ekasarana memiliki salah satu unit bisnis yang berperan sebagai biller aggregator, yaitu MitraComm Ekasarana Channel Solution (MECS). Lebih dari 270 clients sudah bekerja sama dengan MECS untuk memberikan layanan channel solution terbaik di berbagai industri.   MitraComm Ekasarana melalui MECS menghadiri acara Kick Off Meeting Modern Channel 2023 yang diselenggarakan oleh Tri Indonesia (3) Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) di Yogyakarta dari tanggal 14-16 Maret 2023. Selain MitraComm Ekasarana juga turut hadir mitra perbankan dan modern channel serta aggregator lain yang bekerjasama dengan IOH. Pada acara tersebut, MitraComm Ekasarana mendapatkan penghargaan Best Bank Aggregator 2022.   Penghargaan tersebut menjadi bukti kerja keras MitraComm Ekasarana memberikan layanan terbaik untuk pelanggan, khususnya Tri Indonesia (3). MitraComm Ekasarana telah bekerja sama dengan Tri Indonesia (3) sejak awal Tri Indonesia (3) merintis channel pembelian dan pembayaran tagihan host to host via channel Bank yakni di tahun 2007. Peran MECS untuk Tri Indonesia (3) adalah menjadi Mitra Teknis Perbankan dalam menyediakan layanan isi ulang dan paket data serta Pembayaran Tagihan Tri Indonesia (3) melalui channel Mitra Perbankan yang bekerjasama saat ini.   Direktur MitraComm Ekasarana, Ibu Elly Christina menyatakan rasa bangga dan syukurnya atas keberhasilan MitraComm Ekasarana khususnya MECS dalam meraih Best Bank Aggregator 2022. Penghargaan ini menjadi semangat untuk MitraComm agar selalu memberikan services dan support yang dapat diandalkan ke sisi Tri Indonesia (3) dan Bank. MitraComm juga akan selalu membantu melakukan perubahan-perubahan yang ada di sisi IOH agar Bank dapat meminimalkan effort dalam pengembangan untuk setiap perubahan yang ada.   Sejak tahun 2007 bekerja sama dengan Tri Indonesia (3), MitraComm Ekasarana berharap dapat terus berkontribusi menjadi mitra teknis perbankan dan menghadirkan layanan terbaik seputar channel solution. MitraComm berkomitmen akan terus memberikan support dan sistem yang terbaik untuk Mitra Perbankan dan IOH.   Saat ini, MECS memiliki lebih dari 850 project dengan layanan 24 jam monitoring support. MitraComm Ekasarana melalui MECS selalu siap menghadirkan channel solution yang tebat untuk perusahaan di berbagai industri.   Dapatkan informasi mengenai layanan biller aggregator dengan mengirimkan email ke marketing@phintraco.com atau kunjungi www.mitracomm.com dan https://mecs.mitracomm.com/.

MitraComm Ekasarana Raih Award dalam Ajang Contact Center World: World Rankings 2022

MitraComm Ekasarana kembali mendapatkan award di ajang Contact Center World. Kali ini dalam cakupan dunia atau sebutannya yaitu World Rankings 2022. Anak perusahaan Phintraco Group yang bergerak di bidang services ini, melalui salah satu unit bisnis yaitu MitraComm Ekasarana Business Process Services (MBPS) membuktikan keunggulannya dalam contact center outsourcing melalui ajang Contact Center World: World Rankings 2022. Pada tanggal 28 November - 2 Desember 2022, Mitracomm Ekasarana bersama BCA dan Tokopedia ikut berpartisipasi dalam ajang Contact Center World: World Rankings 2022, yang dilaksanakan di Westin Dragonara Hotel, Malta. Contact Center World merupakan asosiasi global untuk contact center and customer engagement best practices. Asosiasi ini menjadi tempat untuk para profesional di seluruh dunia untuk dapat membagikan dan mendapatkan praktik terbaik pengalaman pelanggan di industri contact center. Contact Center World: World Rankings 2022 tahun ini merupakan ajang penghargaan ke 18 di kancah Internasional. Kurang lebih ada 49 penghargaan yang di bagi dalam 2 kelompok yaitu Company Awards dan Individual Awards yang di perebutkan oleh anggota asosiasi sedunia. Tahun ini, MitraComm Ekasarana berhasil mendapatkan beberapa award bersama salah satu partner MitraComm Ekasarana yang sudah menjalin kerja sama kurang lebih 14 tahun yaitu BCA. Penghargaan yang berhasil didapatkan MitraComm Ekasarana bersama BCA sebanyak 3 Gold Medal dan 1 Silver Medal dengan rincian sebagai berikut: Corporate Category BCA & Mitracomm Ekasarana
  1. Best Outsourcing Partnership - Gold Winner
  2. Best Retention Team - Gold Winner
  Individual Category
  1. Best Workforce Management - Gold Winner - Sauma Adam
  2. Best Customer Experience Champion - Silver Winner - Dameria Gultom
Salah satu penghargaan MitraComm Ekasarana yaitu Best Outsourcing Partnership Award bersama BCA menjadi bukti nyata berkat kerja sama yang terjalin kurang lebih 14 tahun mampu memberikan pelayanan terbaik untuk pelanggan. MitraComm Ekasarana tidak hanya menyediakan agen contact center untuk BCA, kebutuhan contact center seperti hardware, software, infrastruktur juga mampu MitraComm Ekasarana hadirkan untuk BCA. MitraComm Ekasarana juga mendapatkan penghargaan bersama salah satu partnernya di industri e-Commerce bersama Tokopedia, khususnya dalam individual category. Rinciannya yaitu sebagai berikut:
  1. Best Service Professionals – Gold Winner - Fadil Mahetza
  2. Best Customer Management – Gold Winner - Kharisma Hilmi
  3. Best Supervisors – Gold Winner - Respati Lintang
  4. Best Workforce Planning – Gold Winner - Kukuh Wahyu
MitraComm Ekasarana berharap dapat terus berkontribusi dalam pelayanan contact center dan membuat Halo BCA serta Tokopedia Care, layanan pelanggan BCA dan layanan pelanggan Tokopedia menjadi yang terbaik. MBPS memiliki layanan 24/7 IT support dan memiliki tim ahli yang sudah berlisensi. MitraComm Ekasarana Business Process (MBPS), salah satu unit bisnis MitraComm Ekasarana selalu siap menghadirkan solusi-solusi contact center dan layanan lainnya untuk tingkatkan kualitas contact center Anda sesuai kebutuhan pelanggan di segala jenis industri.   Dapatkan informasi mengenai layanan contact center dari MitraComm Ekasarana dengan mengirimkan email ke marketing@phintraco.com atau kunjungi www.mitracomm.com dan https://mbps.mitracomm.com/.   Baca juga: MitraComm Ekasarana Raih Beberapa Penghargaan dalam Ajang Contact Center World   Related article: MitraComm Ekasarana Receives Multiple Awards at the Contact Center World Event

MitraComm Ekasarana Meraih Medali di Acara Contact Center World Award Asia Pacific 2022

MitraComm Ekasarana merupakan salah satu anak perusahaan Phintraco Group yang bergerak di bidang Services. Salah satu unit bisnis MitraComm Ekasarana adalah MitraComm Ekasarana Business Process Services (MBPS) yang unggul dalam contact center outsourcing. Banyak perusahaan-perusahaan di berbagai industri yang sudah bekerja sama dengan MBPS dalam penyediaan solusi contact center karena MBPS juga memiliki lokasi-lokasi contact center yang strategis. Pada tanggal 25-29 Juli, Mitracomm Ekasarana berpartisipasi dalam ajang Contact Center World, membawakan beberapa kategori, antara lain: Kategori Corporate
  1. Best Partnership Mitracomm Ekasarana & BCA, GOLD 1st Winner
Kategori Individu
  1. Best Customer Experience Champion, GOLD 1st Winner
  2. Best Workforce Management, GOLD 1st Winner
  3. Best Operational Manager, SILVER 2nd Winner
  4. Best Quality Assurance, SILVER 2nd Winner
  5. Best Analyst, SILVER 2nd Winner
  6. Best Sales Professional, SILVER 2nd Winner
Kompetisi ini dilaksanakan di Hotel Laguna Resort Nusa Dua Bali. Contact Center World merupakan asosiasi global untuk contact center and customer engagement best practices. Asosiasi ini menjadi tempat untuk para profesional di seluruh dunia sharing dan mendapatkan praktik terbaik pengalaman pelanggan serta contact center. Global Top Ranking Performers Awards - Best Practice Awards tahun ini merupakan ajang penghargaan ke 17. Kurang lebih ada 49 penghargaan yang di perebutkan oleh anggota asosiasi se Asia Pacific. Tahun ini, MitraComm Ekasarana berhasil mendapatkan Best Outsourcing Partnership Award. Penghargaan ini didapatkan berkat kerja sama yang terjalin kurang lebih 14 tahun dengan BCA (Bank Central Asia). MitraComm tidak hanya menyediakan agen contact center untuk BCA. Kebutuhan untuk hardware, software, infrastruktur contact center juga mampu MitraComm Ekasarana hadirkan untuk BCA. Penghargaan ini menjadi bukti nyata bagi MitraComm Ekasarana yang berhasil memenuhi semua kebutuhan BCA untuk memberikan pengalaman pelanggan yang terbaik. Lihat bagaimana MitraComm Ekasarana memenuhi tantangan dari BCA pada video di Youtube channel kami “Phintraco Group” atau dengan klik link berikut https://youtu.be/WeB9dSi1610 . Selama kurang lebih 14 tahun bekerja sama dengan BCA, MitraComm Ekasarana berharap dapat terus berkontribusi dalam pelayanan contact center dan membuat Halo BCA, layanan pelanggan BCA menjadi yang terbaik. MBPS memiliki layanan 24/7 IT support dan memiliki tim ahli yang sudah berlisensi. MitraComm Ekasarana melalui MBPS selalu siap menghadirkan solusi-solusi contact center dan layanan lainnya untuk meningkatkan kualitas contact center sesuai kebutuhan pelanggan di segala jenis industri.   Dapatkan informasi mengenai layanan contact center dari MitraComm Ekasarana dengan mengirimkan email ke marketing@phintraco.com.   Kunjungi: https://www.mitracomm.com/ https://mbps.mitracomm.com/   Informasi lengkapnya: https://www.contactcenterworld.com/worldawards/regional-winners.aspx?id=480d7799-4f2c-4338-8939-31e92cb0add2   Baca Juga: MitraComm Ekasarana Raih Beberapa Penghargaan dalam Ajang Contact Center World   Related Article:

MitraComm Ekasarana Receives Multiple Awards at the Contact Center World Event

MitraComm Ekasarana Raih Beberapa Penghargaan dalam Ajang Contact Center World

MitraComm Ekasarana, salah satu anak perusahaan Phintraco Group yang bergerak di bidang services. Unggul dalam contact center outsourcing, MitraComm Ekasarana hadir melalui salah satu unit bisnisnya yaitu MitraComm Ekasarana Business Process Services (MBPS). Perusahaan swasta maupun perusahaan sudah banyak bekerja sama dengan MBPS untuk menghadirkan layanan contact center terbaik. Pada 29 Juli 2022, MitraComm Ekasarana berhasil mendapatkan beberapa penghargaan yang dilaksanakan oleh Contact Center World, asosiasi global untuk contact center and customer engagement best practices. Tidak sendiri, MitraComm Ekasarana juga mendapatkan beberapa penghargaan berkat kerja sama yang terjalin oleh BCA dan Tokopedia. Penghargaan yang MitraComm Ekasarana dapatkan bersama BCA yaitu:
  • Best Outsourcing Partnership
  • Best Contact Center  WFM
  • Best Contact Center Operational Manager
  • Best Contact Center Quality Auditor
  • Best Analyst, dan
  • Best Contact Center Sales Pro.
  Sedangkan, penghargaan yang MitraComm Ekasarana dapatkan bersama Tokopedia yaitu:
  • Best Customer Service Manager,
  • Best Customer Service Professional,
  • Best Contact Center Supervisor, dan
  • Best Contact Center Support Professional - Workforce Planning.
  Penghargaan tersebut menjadi bukti nyata bagi MitraComm Ekasarana menghadirkan perusahaan penyedia contact center terbaik. MitraComm Ekasarana mampu memenuhi kebutuhan pelanggan dalam kebutuhan contact center, baik itu people, hardware, software, dan infrastruktur. Bersama dengan BCA, MitraComm Ekasarana telah bekerja sama kurang lebih 11 tahun. Sedangkan kerja sama dengan Tokopedia telah berjalan kurang lebih 5 tahun bersama dengan MitraComm Ekasarana. Ketahui lebih lengkap mengenai bagaimana MitraComm Ekasarana memenuhi tantangan dari BCA pada video di Youtube channel kami “Phintraco Group” atau dengan klik link berikut https://youtu.be/WeB9dSi1610 . Adanya penghargaan-penghargaan tersebut, MitraComm Ekasarana berharap untuk dapat terus berkontribusi dalam menghadirkan layanan contact center terbaik sesuai dengan kebutuhan perusahaan. MBPS menyediakan layanan contact center outsourcing, transactional business processing dan lain-lain. Perusahaan akan mendapatkan layanan IT support dan keamanan 24/7. Tim ahli MBPS telah berlisensi dan infrastruktur akan didukung sepenuhnya oleh anak perusahaan Phintraco Group lainnya. Kredibilitas MitraComm Ekasarana melalui MBPS untuk menghadirkan layanan contact center tidak perlu diragukan lagi. MitraComm Ekasarana selalu siap untuk memenuhi kebutuhan perusahaan di berbagai industri dalam menghadirkan layanan contact center.   Hubungi kami di marketing@phintraco.com untuk mendapatkan informasi secara lengkap mengenai layanan contact center dari MitraComm Ekasarana Business Process Services, salah satu unit bisnis MitraComm Ekasarana.   Kunjungi: https://www.mitracomm.com/ https://mbps.mitracomm.com/   Informasi lengkapnya: https://www.contactcenterworld.com/worldawards/regional-winners.aspx?id=480d7799-4f2c-4338-8939-31e92cb0add2   Baca Juga: MitraComm Ekasarana Meraih Medali di Acara Contact Center World Award Asia Pacific 2022   Related Article:

MitraComm Ekasarana Received Medals at the Contact Center World Award Asia Pacific 2022 Event

PERURI Tunjuk Mitracomm Ekasarana Jadi Distributor Resmi E-meterai

Pada 1 Oktober 2021 lalu, Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan telah resmi meluncurkan meterai elektronik atau e-meterai untuk masyarakat umum. Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) bekerja sama dengan beberapa perusahaan penyedia solusi digital untuk bisa memenuhi kebutuhan pendistribusiannya. MitraComm Ekasarana salah satu anak perusahaan Phintraco Group, melalui salah satu unit bisnisnya yaitu MitraComm Ekasarana Channel Solution atau yang biasa disebut dengan MECS,  ditunjuk untuk andil menjadi salah satu distributor resmi meterai elektronik atau e-meterai untuk Indonesia. Penunjukkan ini tentu didapatkan setelah melalui proses seleksi yang ketat dari Peruri.   Untuk meresmikan penunjukan MitraComm Ekasarana sebagai salah satu distributor resmi e-meterai, diadakan acara penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada tanggal 17 Desember 2021 di Kantor Peruri. Acara penandatanganan ini dihadiri oleh Bapak Kelvin Gonatha selaku Presiden Direktur Phintraco Group, Ibu Elly selaku Direktur dari Mitracomm Ekasarana, dan juga Bapak Ferdiansyah selaku Product Manager MECS.   Seperti yang kita tahu, meterai yang saat ini digunakan hanya meterai yang bernilai 10.000. Hadirnya meterai elektronik ini nantinya dapat digunakan untuk dokumen digital untuk memenuhi kebutuhan penggunaan dokumen digital yang meningkat selama pandemic Covid-19. MitraComm Ekasarana dapat mendistribusikan meterai elektronik ini 3 channel, yaitu Pemungut (WAPU), reseller, dan ­end-user. Perusahaan yang menjadi bagian Pemungut (WAPU) ini terdiri dari sekitar 400 perusahaan yang sudah menjadi mitra MECS seperti BUMN, sekuritas, dll.   MECS bukan hanya sekadar menjadi distributor e-meterai 10.000, namun lebih dari itu. MECS juga memiliki peran untuk memberikan pelayanan pelanggan dalam bentuk helpdesk 24/7 yang akan membantu para pelanggan jika memiliki kendala terkait meterai elektronik. Selain itu, MECS juga menyediakan solusi yang terintegrasi dengan API Stamping yang dapat membubuhkan meterai elektronik ini ke dokumen digital.   Kerja sama antara Peruri dan MitraComm Ekasarana ini merupakan salah satu pencapaian dan langkah besar untuk MitraComm, yang merupakan bagian dari Phintraco Group. Dengan kurang lebih 150 tenaga profesional dan 8.000 karyawan yang berdedikasi, MitraComm Ekasarana siap untuk mengambil bagian dalam upaya pengenalan dan pengoptimalan transformasi digital yang diambil oleh pemerintah. Salah satu bentuknya adalah dengan menyediakan meterai elektronik beserta layanan lain untuk mempermudah kegiatan transaksi keuangan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia di era digital ini.   Pembelian e-Meterai dapat dilakukan di halaman berikut https://mitracomm.e-meterai.co.id/    Baca juga: Sekilas tentang e-Meterai yang Baru Diluncurkan Pemerintah Indonesia

Peresmian Gerai Customer Service Center Traveloka di Semarang Didukung oleh MitraComm Business Process Services (MBPS)

Traveloka, perusahaan teknologi penyedia jasa travel dan lifestyle booking terdepan untuk destinasi lokal dan internasional dalam satu platform, pada tanggal 3 Mei 2019 telah meresmikan dua gerai Customer Service Center di Semarang oleh President Traveloka Group Operations Bapak Henry Hendrawan, CEO Transport Traveloka Bapak Caesar Indra, bersama dengan Wakil Wali Kota Semarang Ibu Hevearita Gunaryanti Rahayu, Kepala Bidang TIK Dinas Kominfo Provinsi Jawa Tengah Bapak Akhmad Syaifillah, dan juga dihadiri oleh Direktur MitraComm. Sebagai perusahaan penyedia layanan contact center untuk pelanggan, mulai dari outsourcing, man power outsourcing, business process outsourcing, contact center hosting dan juga pelatihan, MitraComm Business Process Service (MBPS) mendukung peresmian gerai milik Traveloka di Semarang yang memperkerjakan sekitar 650 (enam ratus lima puluh) masyarakat lokal di Semarang dan sekitarnya, di mana kehadiran gerai customer service ini memainkan peranan yang sangat penting untuk menciptakan dan mengembangkan pelayanan terpadu kepada pelanggan Traveloka di seluruh Indonesia. Sejalan dengan komitmen Traveloka untuk memberikan layanan yang lebih baik bagi pelanggannya secara keseluruhan, Mitracomm juga bertekad mendukung sepenuhnya komitmen tersebut dengan berbagai pelayanan yang disesuaikan dengan kebutuhan Traveloka, dan membantu Traveloka memenuhi komitmennya terhadap pelanggan di seluruh Indonesia yang siap melayani selama 24 jam setiap harinya. Informasi lebih lanjut: marketing@phintraco.com

MitraComm Ekasarana Channel Solution (MECS) Untuk Samsat Online Nasional

MitraComm Ekasarana Channel Solution (MECS), salah satu anak perusahaan dari Phintraco Group turut berpartisipasi dalam Samsat Online Nasional yang diresmikan pada penandatanganan MoU antar 57 pihak pada tanggal 15 November 2018 di Hotel Discovery, Kartika Plaza Kuta Bali. Bapak Go Kiong Hwo, selaku Direktur dari MitraComm turut serta mengikuti kegiatan ini sebagai undangan resmi dari pihak Tim Pembina Samsat Pusat atas kerjasama yg terjalin antara Korlantas dengan MitraComm untuk pembayaran Samsat Online Nasional ini. Selain MitraComm, kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Perwakilan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri RI), Perwakilan Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI), Direktur Jasa Raharja, Gubernur di 23 Provinsi, dan pihak-pihak lainnya. Terkait dengan hal ini, MitraComm membantu mengintegrasikan (switching) antara server perbankan nasional dengan server samsat. Layanan Samsat Online Nasional merupakan layanan pembayaran pajak kendaraan bermotor dan asuransi Jasa Raharja yang dapat dilakukan secara online melalui channel perbankan nasional. Dimana wajib pajak memiliki alternatif dalam melakukan kewajiban pembayaran pajak kendaraannya. Layanan Samsat Online Nasional ini juga merupakan program pemerintah dalam upaya meningkatkan transaksi non tunai sehingga layanan tersebut dapat lebih transparan dan akuntabel (dapat dipertanggungjawabkan). Pihak yang terlibat dalam layanan ini diantaranya adalah; Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri RI), Korps Lalu Lintas Kepolisian RI (Korlantas Polri), Jasa Raharja, Bapenda di 23 Provinsi meliputi area (Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan dan Nusa Tenggara). Selain itu juga pihak Bank Nasional (Mandiri, BRI, BNI, BTN, BCA, CIMB Niaga, Permata, Bukopin, dan Danamon), Bank Pembangunan Daerah (BPD) dari 23 provinsi, dan perusahaan switcher. Semoga dengan adanya project ini, MitraComm dapat lebih dikenal dalam lingkup nasional dan dapat meningkatkan awareness dari para business partner di Indonesia. Informasi lebih lanjut: marketing@phintraco.com

MitraComm Ekasarana dan Phintraco Technology Turut Berpatisipasi dalam Acara “The Best Contact Center Indonesia 2019”

MitraComm Ekasarana dan Phintraco Technology, anak perusahaan Phintraco Group kembali berpartisipasi dalam ajang tahunan “The Best Contact Center Indonesia 2019” pada hari Senin dan Selasa, 9 hingga 10 September 2019, sebagai salah satu sponsor dan mengikuti exhibition di acara ini. Acara ini diselenggarakan oleh Indonesia Contact Center Association (ICCA), di Hotel Shangri-La, Jakarta. Rangkaian acara di ajang The Best Contact Center Indonesia 2019 diisi dengan pelaksanaan konferensi selama dua hari dengan mengadakan Seminar Nasional yang sebagian besar membahas mengenai peran Artificial Intelligence (AI) sebagai teknologi masa kini yang mampu mengembangkan Contact Center saat ini dan di masa depan.  Dalam acara ini juga terdapat exhibition booth untuk peserta yang ingin menggali informasi keseluruhan mengenai solusi Contact Center di Indonesia. Selain acara konferensi dan exhibition, ajang The Best Contact Center Indonesia 2019 juga mengadakan kompetisi untuk Contact Center dengan 3 kategori, yaitu Kategori Individual, Kategori Teamwork, dan Kategori Korporat. Lomba yang diselenggarakan oleh Indonesia Contact Center Association (ICCA) ini diikuti oleh 52 perusahaan dengan 390 peserta dan dinilai oleh 170 juri. Tujuan diadakannya kompetisi dalam ajang The Best Contact Center Indonesia 2019 ini adalah untuk memberikan dukungan serta penghargaan terhadap praktisi contact center yang kompeten, sehingga diharapkan bahwa kompetensi yang dimiliki akan terus meningkat seiring dengan adanya dukungan dan penghargaan bagi mereka yang menjadi bagian dari Contact Center. Sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang solusi Contact Center, MitraComm Ekasarana dan Phintraco Technology berharap dengan adanya kontribusi perusahaan dalam ajang The Best Contact Center Indonesia 2019, akan semakin memberi kesadaran kepada masyarakat tentang pentingnya Contact Center terbaik untuk kemajuan perusahaan, mendukung peningkatan kompetensi Contact Center di Indonesia khususnya dalam bidang pelayanan, serta meningkatkan kontribusi Contact Center dalam mendukung bisnis perusahaan. Informasi lebih lanjut: marketing@phintraco.com

Partisipasi Phintraco Group di Acara Indonesia Knowledge Forum (IKF) VII – 2018

Tahun ini Yayasan Bakti BCA (BCA Learning Service) kembali mengadakan event berjudul “Indonesia Knowledge Forum VII – 2018: Fostering Innovation and Creating Value Through Digital Transformation. Acara diselenggarakan mulai pada tanggal 9 – 10 Oktober 2018 di Ritz Carlton Hotel – Pacific Place, Jakarta. Phintraco Group melalui tiga anak perusahaannya, yaitu: Phintraco TechnologyMitraComm Ekasarana, dan Aplikas Servis Pesona pun ikut serta menjadi salah satu exhibitors. Masing-masing dari anak perusahaan Phintraco menampilkan produk dan juga solusi yang dipamerkan di booth Phintraco. Dimana solusi –solusi tersbut sudah diterapkan oleh PT Bank Central Asia sebelumnya. Untuk Phintraco Technology solusinya mencakup contact centerunified communications (AVAYA), smartcard (Gemalto) dan token yang juga digunakan oleh BCA (token BCA) bernama OneSpan (yang sebelumnya bernama VASCO). Lalu MitraComm Ekasarana yang diwakili oleh MitraComm Business Process Services  menonjolkan solusi Full Managed Services (Premises, Manpower SupplyTechnology & Managed Operations) dan Partial Managed Services (Manpower SupplyManaged Operations). Sedangkan Aplikas Servis Pesona, yang bisnisnya bergerak di bidang IT Security Solution, menampilkan solusi Identity & Data Administration & Governance (Sailpoint), File Integrity & Compliance (Tripwire), dan Privileged Account Security (CyberArk). Tahun ini sudah menjadi tahun ke-tujuh IKF diselenggarakan. Dimana IKF sebagai One Stop Knowledge Solution bagi setiap perusahaan yang membutuhkan pengetahuan untuk diterapkan dalam bisnisnya. Terdapat kurang lebih 16 pembicara yang ikut serta mengisi acara dan memanfaatkan pengetahuan dan inovasi untuk menerapkan transformasi digital di tahun 2018. Peserta pun mendapatkan banyak insight dan pengalaman. Pada hari pertama, ada beberapa topik mengenai digital yang dibahas di dalam seminar. Seperti “Outlook Economy in Digital Age” oleh Anton Hermanto Gunawan sebagai Economist, Panel Discussion: “Fostering Innovation for Growth oleh Setiaji sebagai Head of Jakarta Smart City, Ongki Kurniawan sebagai Executive Director of Grab Indonesia, dan topik lainnya. Sedangkan di hari kedua, beberapa topik yang diangkat adalah; “Digitalization Vs Human Touch in Wealth” oleh Ned Phillips sebagai Founder & CEO Bambu, “Digital Transformation of Workspace” oleh Bill Zeng sebagai APJ Cloud Collaboration Evangelist at CISCO, dan topik lainnya. Semoga dengan adanya acara IKF ini dapat membantu organisasi-organisasi dalam mengembangkan bisnisnya lebih baik lagi dengan transformasi dan kemajuan digital serta teknologi dari tahun ke tahun. Informasi lebih lanjut: marketing@phintraco.com

Phintraco Technology dan MitraComm Ekasarana Dukung Ajang “The Best Contact Center Indonesia 2018”

Phintraco Technology dan MitraComm Ekasarana, anak perusahaan dari Phintraco Group kembali ikut berpartisipasi ke dalam ajang “The Best Contact Center Indonesia 2018” sebagai salah satu sponsor dan mengikuti exhibition di acara tersebut. Acara ini diselenggarakan oleh Indonesia Contact Center Association (ICCA), sejak tanggal 4 Juli hingga 2 Agustus 2018 di Hotel Bidakara. Di ajang ICCA 2018 kali ini diisi dengan berbagai macam lomba seperti; Lomba kategori Individu & Korporat, The Best Individu, The Best Talent, dan lomba lainnya. Dimana kompetisi dilakukan untuk memberikan dukungan terhadap peningkatan kompetensi praktisi contact center itu sendiri. Peningkatan kompetensi tersebut termasuk ke dalam bidang pelayanan serta meningkatkan kontribusi contact center dalam mendukung bisnis perusahaan. Phintraco Technology dan MitraComm berkesempatan untuk mengikuti acara Half-Day Conference, Gala Dinner, dan Awards Night yang diselenggarakan pada tanggal 3 Agustus 2018. Rangkaian acara tersebut diisi dengan pelaksanaan Seminar Nasional, dengan topik mengenai “Digital Transformation of Contact Center”. Topik ini memperhatikan transisi ke arah pelayanan digital untuk contact center. Dengan semakin banyak perusahaan yang menggunakan aplikasi digital, seperti mobile appslive chatsocial media, dan chat bots. Sedangkan pada acara Gala Dinner, diawali dengan Opening Dance, dan disusul dengan Key note speech dari Government. Pada sesi Awards Night bagi para Sponsor Platinum maupun Gold diundang untuk memberikan penghargaan. Informasi lebih lanjut: marketing@phintraco.com 

Indonesia Knowledge Forum VI – 2017: Moving Our Nation to the Next Level

Pesatnya pertumbuhan bisnis startup dalam beberapa tahun terakhir ini telah mendorong perusahaan untuk mulai berpikir dan menerapkan strategi baru. Hal ini pun dirasakan oleh Yayasan Bakti BCA melalui Layanan Belajar BCA yang akan membahasnya di Indonesia Knowledge Forum VI – 2017: Moving Our Nation to the Next Level pada tanggal 3 – 4 Oktober 2017, mulai pukul 08.30 – 17.00 WIB di Ballroom Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta. Acara ini merupakan acara rutin yang dilakukan tiap tahun, dan sudah merupakan tahun ke-enam IKF diselenggarakan sebagai salah satu “Pesta Akbar Pengetahuan” terbesar di Indonesia. Terdapat 23 pembicara utama yang datang baik dari Indonesia maupun luar negeri, yang berpartisipasi dalam acara ini untuk berbagi pengetahuan, pengalaman dan juga inspirasi dalam mengembangkan bisnis digital. Tidak hanya itu, acara ini juga dilengkapi dengan serangkaian pameran-pameran yang dapat menginspirasi dan memberi wawasan baru untuk pengembangan komunitas bisnis Indonesia. Phintraco Group, melalui empat anak perusahaannya, yaitu: Phintraco TechnologyMitraComm EkasaranaPhintraco Consulting dan Aplikas Servis Pesona pun ikut serta dalam acara ini. Di sini Phintraco memberikan informasi tentang produk solusi yang dimiliki dari berbagai kategori, seperti: security systemscontact centerapplicationsconsulting dan solutions. Di hari pertama, terdapat beberapa sederetan pembicara yang ikut mengisi acara, seperti: Faisal Basri seorang Pengamat Ekonomi, Philia Wibowo sebagai Partner dan Presiden Direktur Indonesia Mckinsey & Company, dan juga Ashraf Sinclair sebagai Celebrity Investor, Sebastian Togelang sebagai Founder and Managing of Kejora Group. Sedangkan pada hari kedua, pembicara yang hadir menjadi lebih banyak dari hari sebelumnya. Diketahui beberapa nama, seperti: Alexander Rusli sebagai CEO PT Indosat, Henky Prihatna sebagai Country Industry Head of Google Indonesia, Kusomo Martanto sebagai CEO Blibli.com dan masih banyak pembicara lainnya. Dengan mengangkat tema “Meningkatkan Kreativitas dan Inovasi melalui Kolaborasi Digital”, diharapkan acara ini dapat menjadi sebuah One Stop Knowledge Solution bagi setiap organisasi yang membutuhkan pengetahuan untuk diterapkan dalam organisasinya. Tidak hanya itu saja, acara ini juga dapat memberikan inspirasi dan pengetahuan untuk memajukan dunia usaha di Indonesia. Informasi lebih lanjut: marketing@phintraco.com 

Phintraco Technology dan MitraComm Ekasarana Dukung Ajang “The Best Contact Center Indonesia 2017”

Menyadari akan adanya permintaan pasar yang mewajibkan perusahaan untuk memberikan solusi efektif dalam meningkatkan hubungan pelanggan dan mendorong efisiensi bisnis melalui agent contact center, Phintraco Technology dan MitraComm Ekasarana anak perusahaan dari Phintraco Group turut berpartisipasi dalam memberikan dukungannya di ajang “The Best Contact Center Indonesia 2017” sebagai salah satu sponsor di acara tersebut. Acara yang diselenggarakan oleh Indonesia Contact Center Association (ICCA) pada hari Kamis, 10 Agustus 2017 ini bertempat di Birawa Ballroom – Bidakara Hotel Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 7 1-7, Pancoran, South Jakarta. Di ajang ICCA 2017 kali ini mengangkat topik mengenai Employee Engagement yang juga menjadi salah satu kategori yang dilombakan dalam ajang “The Best Contact Center Indonesia 2017”. Disebutkan bahwa hal ini akan menjadi acuan bahwa Employee Engagement telah diterapkan oleh berbagai contact center dalam membangun keterlibatan atau keterikatan karyawan. Untuk bisa mendapatkan penghargaan sebagai “The Best Employee Engagement” setiap perusahaan mengikuti lomba kemampuan contact center untuk menunjukkan program kerja dalam memberikan program retensi tenaga kerja contact center di perusahaannya dan memberikan bagi retensi karyawan contact center. Acara ICCA ini diawali dengan opening ceremony dan performance terbaik dari perwakilan beberapa perusahaan yang hadir. Tidak hanya menari, namun setiap perwakilan juga tampil dengan menyanyikan lagu-lagu daerah yang mampu memukau. Selanjutnya, kegiatan panel discussion yang diisi dengan kegiatan diskusi dan tanya jawab dari semua peserta yang hadir. Setelah para peserta berdiskusi, acara diisi dengan makan siang bersama dan dilanjutkan lagi dengan hiburan dan pemberian penghargaan kepada perusahaan-perusahaan yang telah memberikan kontribusi terbaik dan pelayanan yang baik kepada pelanggan. Masing-masing perusahaan, mendapatkan penghargaan dengan kriteria-kriteria nya masing-masing. Setelah pemberian penghargaan dilakukan, kegiatan yang lebih menarik seperti Lucky Draw juga mampu menarik perhatian para peserta event. Semoga dengan adanya ajang ini, setiap perusahaan dapat semakin termotivasi, dalam memberikan layanan terbaik kepada pelanggan, sehingga pelanggan merasa puas dengan pelayanan yang diberikan, dan perusahaan dapat semakin maju bisnisnya. Informasi lebih lanjut: marketing@phintraco.com

Digitalisasi Era ”Indonesia Knowledge Forum V 2016” bersama Phintraco Group

Day 1 Pertumbuhan generasi milenial, atau yang dikenal sebagai Gen Y yang lahir pada kurun waktu 1990 hingga 2000-an dipercaya akan membawa perubahan dan menjadi kekuatan ekonomi baru di Indonesia maupun dunia. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat komposisi penduduk usia produktif  15-35 tahun saat ini mencapai 40% dari total jumlah penduduk Indonesia. Jumlah ini diperkirakan melonjak hingga tahun 2020 mendatang. Millenials yang akrab dengan teknologi digital ini banyak membawa pengaruh pada perubahan gaya hidup, mulai dari cara berkomunikasi, cara berinteraksi melalui jejaring sosial, transaksi pembayaran, hingga model bisnis baru yang kreatif. Pemerintah melalui Badan Ekonomi Kreatif mendukung langkah millenials  melalui peta e-Commerce yang ditetapkan sebagai program nasional pada akhir Januari 2016 lalu.  Bagaimana agar ide, kreativitas, kebebasan berekspresi dan pengetahuan mereka dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian bangsa Indonesia di masa mendatang, tentu menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Sebagai bentuk dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia khususnya melalui industri berbasis kreativitas dan pengetahuan, BCA Learning Service menyelenggarakan Indonesia Knowledge Forum  (IKF) V dengan tema Moving Our Nation To The Next Level: “Optimizing Knowledge and Creativity  to Ride the Wave of New Generation in Accelerating Indonesia Economy,  pada 6 – 7 Oktober 2016 di  Ritz Carlton Pacific Place Hotel, Jakarta. Sebagai bentuk kepedulian dan dukungan terhadap Pertumbuhan ekonomi dan berlangsungnya acara ini MitraComm EkasaranaPhintraco TechnologyPhintraco Consulting dan Aplikas Servis Pesona member dari Phintraco Group turut berpartisipasi dengan mendirikan Booth untuk memperkenalkan produk-produk apa yang kita bawa untuk menunjang dan mengikuti perkembangan dari pertumbuhan di era digital ini. Produk-produk yang dibawa Phintraco Group tentunya memiliki kualitas yang sudah terjamin karena Phintraco Group sendiri memiliki banyak sekali Business Partner dari berbagai macam kategori melingkupi IT Infrastructure, Solutions, IT Security System, Application dan Consulting. Day 2 Acara IKF 2016 pada hari ke-2 berlangsung di tempat yang sama dengan materi terkait transformasi digital atau digitalisasi era untuk pertumbuhan ekonomi di Indonesia. IKF 2016 pada hari ke 2 ini menghadirkan lebih banyak pembicara daripada hari pertama yang telah dilakukan sebelumnya. Acara yang dibagi menjadi 4 pembahasan materi ini antara lain membahas materi tentang Ekonomi, Marketing, Creativity & Innovations, HC & Leadership. Keempat materi yang dibahas tersebut sudah mewakili masing-masing dari pembicara yang telah dipersiapkan sebelumnya pada IKF 2016. Event kali ini dihadiri oleh pembicara-pembicara yang ahli dibidangnya dan lebih seperti sharing terhadap perkembangan ekonomi di era digital seperti sekarang ini. Acara dibuka mulai pukul 07.00 untuk registrasi, 08.30 mulai acara dan acara ditutup pada pukul 17.00 oleh Bapak Arief Yahya selaku Menteri Pariwisata Indonesia. “Acara seperti ini patut dihadirkan setiap tahunnya, karena perkembangan ekonomi dari tahun ke tahun lebih berkembang dengan berbagai macam cara. Untuk tahun ini dan tahun depan era digital saya rasa akan berkuasa di pasar Indonesia melihat pertumbuhan teknologi yang sudah pesat lagi mau tidak mau para pelaku ekonomi harus dapat beradaptasi sesuai dengan era saat ini.” Ujar salah satu Pemimpin Bank Permata. Pada kesempatan kali ini Phintraco Group yang berpartisipasi adalah PhinCon dan Aplikas Servis Pesona, yang sebelumnya pada hari pertama MitraComm Ekasarana dan Phintraco Technology yang berpartisipasi untuk memperkenalkan produk dan Business Partner yang mereka bawa yang tentunya memiliki kualitas dengan standar internasional untuk menunjang pertumbuhan ekonomi dan pelaku bisnis yang ada di Indonesia. Acara IKF V 2016 ini berlangsung sangat lancar dan meriah, diharapkan acara IKF VI 2017 akan lebih baik lagi dan dapat menampilkan acara dengan tema yang dapat membuat Indonesia jauh lebih baik.

First Contact Resolution: Standar Layanan Pelanggan Modern

Bayangkan Anda tidak bisa mengakses akun rekening bank karena lupa password, sehingga perlu menghubungi customer service. Saat terhubung, agen customer service segera memverifikasi identitas Anda, mengecek status akun, serta membantu proses reset password. Semua proses ini dilakukan dalam satu kali interaksi. Hal ini dikenal sebagai First Contact Resolution, yaitu cara customer service menyelesaikan kebutuhan atau keluhan pelanggan hanya dalam satu kali interaksi saja. Customer service menjadi salah satu garda terdepan dalam menghadapi isu pelanggan. Saat pelanggan menyampaikan isu, mereka tidak hanya mengharapkan pelayanan yang cepat dan tepat, tetapi juga langsung selesai dalam interaksi pertama. Pelanggan tentunya tidak ingin berulang kali menghubungi perusahaan hanya untuk menyelesaikan masalah yang sama. Di sinilah pentingnya metrik First Contact Resolution untuk memastikan penyelesaian isu pelanggan dalam interaksi pertama.  Artikel ini akan membahas lebih lanjut tentang First Contact Resolution, cara menghitungnya, dan tips untuk meningkatkannya.

Apa Arti First Contact Resolution dalam Layanan Pelanggan?

First Contact Resolution (FCR) adalah metrik penting dalam operasional call center yang mengukur seberapa banyak interaksi pelanggan yang terselesaikan dalam interaksi pertama. Artinya, pelanggan tidak perlu melakukan follow-up tambahan untuk menyelesaikan isu mereka. Metrik ini diterapkan di seluruh channel komunikasi, mulai dari telepon, email, livechat, dan sebagainya. First Contact Resolution berbeda dari First Response Time (FRT) yang berfokus dalam melacak seberapa cepat tim customer service merespon isu pelanggan. Persentase FCR yang tinggi berkaitan erat dengan tingkat kepuasan pelanggan serta efisiensi operasional yang tinggi. Sebaliknya, persentase FCR yang rendah menunjukkan kemampuan agen customer service yang kurang memadai. Sistem yang kurang terintegrasi untuk mengakses data pelanggan juga dapat menjadi penyebab rendahnya persentase FCR.
Baca Juga: 10 Contoh KPI Customer Service untuk Ukur Kualitas Layanan

Cara Menghitung First Contact Resolution dan Contohnya

Saat menghitung First Contact Resolution Rate, Anda memerlukan data jumlah tiket atau isu pelanggan yang berhasil diselesaikan dalam satu kali interaksi, kemudian dibagi dengan total tiket yang diterima. Buat perhitungan untuk satu periode waktu, seperti per 1 bulan. Formula untuk First Contact Resolution adalah sebagai berikut: 

FCR = (Total Tiket yang Selesai di Interaksi Pertama / Total Tiket yang Diterima) x 100

Sebagai contoh, tim customer service menerima 200 tiket dalam satu bulan. Sebanyak 120 tiket berhasil diselesaikan di interaksi pertama. Maka perhitungannya adalah:

FCR = (120/200) x 100 = 57,5%.

Benchmark First Contact Resolution di Berbagai Industri

Dilansir dari Service Quality Measurement (SQM) Group, standar industri untuk First Contact Resolution yang baik berkisar antara 70%-79%. Namun, setiap industri memiliki First Contact Resolution benchmark yang berbeda-beda.  Sebagai contoh, untuk retail, standar persentase FCR yang baik berkisar di angka 76%. Untuk industri keuangan, 70% termasuk persentase FCR yang baik. Industri seperti telekomunikasi memiliki rata-rata persentase FCR sekitar 56%, sedangkan industri asuransi memiliki rata-rata persentase FCR 75%.
Baca Juga: Customer Retention Rate: Rumus dan Strategi Meningkatkannya

Tips Meningkatkan First Contact Resolution dalam Customer Service

First Contact Resolution Rate yang bagus tidak terjadi secara instan. Kombinasi kompetensi agen, alur kerja yang efisien, dan pemanfaatan teknologi yang optimal diperlukan untuk menyelesaikan masalah pelanggan dengan cepat dan tepat sejak interaksi pertama. Langkah-langkah yang bisa Anda terapkan untuk meningkatkan persentase First Contact Resolution adalah:

Berikan Pelatihan untuk Agen

Agen yang kurang kompeten akan sulit menyelesaikan isu pelanggan dalam interaksi pertama. Hal ini tidak hanya kompetensi dari segi pengetahuan, tetapi juga sikap dalam merespon isu pelanggan. Agen customer service harus terus dilatih untuk memahami produk atau layanan perusahaan, sehingga penyelesaian masalah menjadi lebih mudah. Pelatihan seperti roleplaying juga bisa dilakukan untuk melatih agen customer service saat menghadapi skenario isu pelanggan tertentu.

Berikan Survey Pasca Interaksi

Survey pasca interaksi berfungsi untuk mengumpulkan feedback langsung dari pelanggan. Anda bisa menanyakan apakah isu pelanggan sudah selesai dalam interaksi pertama. Hasil survey dapat digunakan untuk mengevaluasi performa agen, akar permasalahan dalam interaksi pelanggan, serta aspek yang perlu diperbaiki. Survey kepuasan pelanggan juga bisa diterapkan untuk mengetahui seberapa puas pelanggan dengan solusi yang diberikan.

Lengkapi Agen dengan Sistem Terintegrasi

Salah satu aspek penghambat agen dalam menyelesaikan isu pelanggan dengan cepat adalah sistem yang kompleks dan tidak terintegrasi. Agen customer service memerlukan sistem terintegrasi seperti CRM yang menyatukan data pelanggan, riwayat interaksi, dan knowledge base. Sistem ini dapat mempercepat penyelesaian masalah tanpa harus berpindah ke platform berbeda. Dengan sistem yang terintegrasi, agen dapat meminimalisir kesalahan dan waktu penanganan saat merespons isu pelanggan.

Kembangkan Self-Service

Sistem self-service merupakan bagian penting dalam customer service modern. Sistem ini termasuk Frequently Asked Questions (FAQs), portal pelanggan, atau chatbot AI. Self-service memudahkan pelanggan untuk menyelesaikan isu umum secara mandiri tanpa bantuan agen customer service. Sistem ini juga mengurangi beban agen customer service agar lebih fokus pada isu pelanggan yang lebih kompleks. Self-service tidak hanya meningkatkan First Contact Resolution Rate, tetapi juga menekan volume tiket masuk secara signifikan.

Terapkan Sistem Ticket Routing Otomatis

Penyelesaian masalah akan semakin baik dan cepat jika ditangani oleh agen yang tepat. Di sinilah peran sistem ticket routing otomatis untuk mendistribusikan isu pelanggan ke agen yang sesuai berdasarkan skill, pengetahuan, dan pengalaman mereka. Selain meningkatkan First Contact Resolution Rate, sistem ini dapat menghemat waktu dan tenaga agen dalam merespons isu sesuai kompetensi mereka.

Evaluasi Performa Agen Customer Service

Evaluasi performa agen secara rutin melalui metrik FCR individu, call monitoring, dan data analytics. Proses evaluasi berfungsi untuk mengidentifikasi aspek yang sudah berhasil dan yang memerlukan perbaikan, baik pada tiap agen maupun keseluruhan tim customer service. Evaluasi performa melibatkan feedback loop konstruktif, coaching, hingga penyesuaian target berbasis data, sehingga mendorong peningkatan skill secara berkelanjutan. 
Baca Juga: Mengenal Customer Effort Score (CES) dan Cara Menghitungnya

Selesaikan Permintaan Pelanggan di Kontak Pertama Bersama MitraComm!

Persentase First Contact Resolution yang baik bergantung pada kompetensi agen serta sistem yang efektif. First Contact Resolution juga diperlukan agar pelanggan mendapatkan pengalaman yang positif dan memuaskan secara konsisten. Namun, beberapa bisnis mungkin tidak memiliki sumber daya yang memadai untuk menciptakan hal tersebut. MitraComm Business Process Solution (MBPS) hadir dengan layanan contact center outsourcing untuk membantu perusahaan dalam menangani setiap isu pelanggan dengan cepat dan tepat.  MBPS menyediakan jenis layanan contact center outsourcing yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda:
  • Full Managed Service: MBPS mengelola segala kebutuhan contact center untuk Anda, mulai dari agen, tempat, teknologi, hingga managing operation.
  • Partial Managed Service: Sebagian kebutuhan contact center (agen, tempat, teknologi, atau managing operation) akan dipenuhi oleh MBPS untuk menjalankan operasional contact center Anda.
  • Labour Supply: MBPS menyediakan tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan bisnis.
MBPS memiliki pengalaman lebih dari 12 tahun dalam mewujudkan pengalaman pelanggan positif untuk perusahaan di berbagai industri, mulai dari e-commerce, asuransi, hingga perbankan. Dengan pengelolaan end-to-end, dukungan teknologi, serta agen yang berpengalaman, MBPS memastikan setiap interaksi berjalan lebih efisien dan responsif. Untuk informasi lebih lanjut seputar layanan contact center outsourcing, hubungi kami melalui email marketing@phintraco.com  

Frequently Asked Question (FAQ)


Apa itu First Contact Resolution (FCR)?

First Contact Resolution (FCR) adalah metrik yang mengukur kemampuan customer service menyelesaikan masalah pelanggan dalam satu kali interaksi tanpa perlu follow-up tambahan.

Bagaimana cara meningkatkan First Contact Resolution di contact center?

FCR dapat ditingkatkan dengan pelatihan agen yang tepat, akses informasi yang lengkap, serta penggunaan teknologi pendukung seperti CRM dan knowledge base agar agen dapat menyelesaikan masalah lebih cepat.

Bagaimana cara menghitung First Contact Resolution rate secara akurat?

First Contact Resolution rate dihitung dengan membagi jumlah kasus yang selesai dalam satu kontak dengan total kasus yang masuk, lalu dikalikan 100%. Pengukuran harus konsisten dan berdasarkan definisi FCR yang jelas.

Apa manfaat menggunakan chatbot untuk meningkatkan First Contact Resolution?

Chatbot membantu menyelesaikan pertanyaan sederhana secara instan dan mengurangi beban agen. Dengan demikian, agen dapat fokus pada kasus yang lebih kompleks dan meningkatkan tingkat FCR secara keseluruhan.

Apa perbedaan FTR dan FTF dalam customer service?

FTR (First Touch Resolution) menilai penyelesaian masalah dari sudut pandang sistem atau agen, sedangkan FTF (First Time Fix) lebih sering digunakan dalam konteks teknis atau lapangan untuk menunjukkan perbaikan yang selesai pada kunjungan pertama.

Berapa skor First Contact Resolution yang dianggap bagus?

Skor FCR yang baik umumnya berada di kisaran 70%-79%, tergantung industri. Semakin tinggi FCR, semakin efisien layanan dan semakin baik pengalaman pelanggan.  
  Written by Muftia Parasati, S.S., Content Writer at Mitracomm Ekasarana, specializing in research-based and SEO-optimized content on technology, digital business, and customer experience topics. | Muftia LinkedIn Profile Reviewed by Putra Wibowo, Senior Sales Manager at PT Mitracomm Ekasarana, with 10+ years of experience in contact center operations, customer service management, and sales performance optimization. | Putra LinkedIn Profile Editor: Irnadia Fardila

Mengenal Customer Effort Score (CES) dan Cara Menghitungnya

Bayangkan Anda sebagai pelanggan melakukan pendaftaran akun baru di sebuah aplikasi. Form pengisian akun terkesan membingungkan, tidak memiliki fitur auto-fill, serta memerlukan langkah verifikasi tambahan yang terlalu berbelit. Pada kondisi seperti ini, besar kemungkinan Anda akan mengurungkan niat untuk membuat akun baru di aplikasi tersebut. Kemudahan proses seperti ini diukur dalam metrik bernama Customer Effort Score (CES). Dalam metrik ini, semakin kecil usaha yang perlu dikeluarkan pelanggan dalam menyelesaikan suatu tindakan, maka semakin tinggi pula loyalitas pelanggan terhadap perusahaan. Memahami Customer Effort Score menjadi langkah strategis untuk Anda yang ingin meningkatkan kepuasan dan membangun hubungan jangka panjang yang berkelanjutan. Ketahui lebih lanjut cara menghitung Customer Effort Score dan tips meningkatkannya untuk bisnis Anda.

Apa Itu Customer Effort Score (CES)?

Customer Effort Score (CES) adalah sistem pengukuran yang menilai seberapa besar usaha yang dikeluarkan pelanggan untuk menyelesaikan masalah, melakukan pembelian, atau berinteraksi dengan perusahaan. Skor yang rendah menunjukkan pengalaman pelanggan yang cukup mudah, begitu pula sebaliknya. Customer Effort Score merupakan metrik KPI customer service yang sangat penting untuk menilai kemudahan pelanggan saat berinteraksi dengan perusahaan. Penilaiannya biasanya dilakukan melalui survey setelah interaksi atau tindakan tertentu. Survey dapat berisi pertanyaan seperti "Seberapa mudah Anda menemukan bantuan yang dibutuhkan?" atau "Seberapa sulit proses ini bagi Anda?" menggunakan skala 1-5 atau opsi "Sangat Mudah" hingga "Sangat Sulit". Pertanyaan kemudian disambung dengan pertanyaan terbuka, seperti "Apa yang membuatnya mudah/sulit?" atau "Apa yang bisa kami perbaiki?".  Baca Juga: 10 Contoh KPI Customer Service untuk Ukur Kualitas Layanan

Cara Menghitung Customer Effort Score

Perhitungan Customer Effort Score (CES) dilakukan berdasarkan hasil survey yang sudah dilakukan. Sebagai contoh, survey Anda menggunakan skala 1-10 sebagai pengukurannya, dengan jumlah respons yang diterima adalah 15 respons. Jumlahkan semua respons yang ada, misalnya adalah 7, 7, 7, 7, 8, 8, 8, 8, 8, 8, 9, 9, 9, 9, 10 = 126. Formula Customer Effort Score Anda adalah:

CES = (Total Skor)/(Jumlah Respons)

Jadi, skor CES Anda adalah:

CES = 126/15 = 8.4. 

Seperti Apa Customer Effort Score yang Bagus?

Benchmark untuk Customer Effort Score dapat berbeda-beda berdasarkan jenis industri dan skala pengukurannya. Sebagai contoh, untuk pengukuran CES dengan skala pengukuran 1-5, di mana angka rendah menunjukkan proses yang sulit, sedangkan angka tinggi menunjukkan proses yang mudah.  Beberapa pengukuran CES menetapkan angka rendah sebagai indikasi proses yang mudah, sedangkan angka tinggi sebagai indikasi proses yang rumit. Secara umum, persentase di atas 80% dianggap sebagai benchmark yang cukup baik untuk Customer Effort Score. 

Customer Effort Score vs CSAT vs NPS: Apa Bedanya?

Metrik Customer Effort Score, Customer Satisfaction Score (CSAT), dan Net Promoter Score (NPS) adalah tiga komponen penting dalam mengevaluasi pengalaman pelanggan. Customer Effort Score lebih berfokus dalam menilai seberapa besar usaha yang dikeluarkan pelanggan untuk menyelesaikan masalah atau tindakan tertentu. Target dari Customer Effort Score adalah untuk memperkecil usaha yang perlu dikeluarkan pelanggan, sehingga mencegah rasa frustasi dari pelanggan. Sementara Customer Satisfaction Score mengukur kepuasan pelanggan terhadap pengalaman, produk, atau layanan tertentu. Metrik ini diukur melalui survey dengan pertanyaan seperti, "Seberapa puas Anda dengan produk/layanan kami?" dalam skala 1-5 atau 1-10. CSAT menghitung persentase respons positif dari pelanggan. Net Promoter Score mengevaluasi loyalitas pelanggan dengan menanyakan seberapa besar kemungkinan pelanggan akan merekomendasikan brand, produk, atau layanan kepada orang lain. Metrik ini diukur dengan skala 0-10, dengan respons dapat terbagi menjadi promoter (9-10), passive (7-8), dan detractors (0-6). Baca Juga: Customer Retention Rate: Rumus dan Strategi Meningkatkannya

Tips Meningkatkan Customer Effort Score

Idealnya, Anda ingin pelanggan merasakan kemudahan saat berinteraksi dengan brand Anda. Hasil Customer Effort Score yang buruk dapat mengindikasikan pengalaman pelanggan yang buruk juga. Beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan Customer Effort Score adalah:

Sediakan Channel Komunikasi yang Mudah Diakses

Pelanggan akan mencari cara termudah untuk menghubungi perusahaan terkait isu tertentu. Pelanggan dapat memilih media sosial, WhatsApp, livechat, website, dan sebagainya. Pastikan semua channel komunikasi terintegrasi dengan baik di satu platform terpusat untuk pelayanan yang konsisten dan tanggap. Aksesibilitas yang tinggi dapat menekan upaya yang perlu dikeluarkan pelanggan untuk mencari bantuan.

Sediakan Opsi Self-Service

Self-service seperti Frequently Asked Questions (FAQ), knowledge base, dan chatbot AI dapat menjadi solusi efektif untuk menjawab pertanyaan umum dari pelanggan. Jadi, pelanggan bisa menyelesaikan isu mereka sendiri tanpa harus menunggu bantuan dari agen customer service. Opsi self-service haruslah bersifat intuitif, mobile-friendly, serta memiliki konten yang selalui diperbarui berdasarkan isu umum yang muncul.

Kurangi Rata-Rata Waktu Respons

Saat menghubungi perusahaan terkait suatu isu, pelanggan tentunya menginginkan respons yang cepat dan tanggap. Waktu respons yang terlalu lama akan membuat pelanggan merasa frustasi, bahkan pergi meninggalkan brand untuk kompetitor lain. Pengurangan waktu respons bisa dilakukan melalui otomatisasi seperti smart ticket routing, template balasan cepat, dan chatbot untuk tanggapan instan. 

Evaluasi Performa Customer Service

Pelanggan tentunya tidak ingin menghabiskan waktu dan tenaga untuk menyelesaikan isu yang tidak kunjung usai. Beri pelatihan yang memadai agar agen customer service Anda lebih tanggap dalam merespons isu-isu yang masuk dari pelanggan. Manfaatkan customer feedback dan data analytics untuk mengevaluasi performa customer service dan apakah ada area yang bisa ditingkatkan. Baca Juga: Optimalkan Average Handle Time untuk Kepuasan Pelanggan

Ciptakan Interaksi Pelanggan Tanpa Hambatan Bersama MitraComm!

Salah satu cara menciptakan interaksi pelanggan yang konsisten dan tanpa hambatan adalah melalui pelayanan customer service yang berkualitas. Customer Effort Score menjadi indikator penting untuk menilai seberapa mudah pelanggan dalam mendapatkan solusi atas kebutuhannya. MitraComm Business Process Solution (MBPS) dengan layanan contact center outsourcing hadir untuk membantu perusahaan Anda menghadirkan pengalaman pelanggan yang efisien dan minim hambatan.  MBPS menyediakan beberapa jenis layanan yang bisa dipilih berdasarkan kebutuhan bisnis Anda, yaitu:
  • Full Managed Service: MBPS mengelola segala kebutuhan contact center untuk Anda, mulai dari agen, tempat, teknologi, hingga managing operation.
  • Partial Managed Service: Sebagian kebutuhan contact center (agen, tempat, teknologi, atau managing operation) akan dipenuhi oleh MBPS untuk menjalankan operasional contact center Anda.
  • Labour Supply: MBPS menyediakan tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan bisnis.
MBPS memiliki pengalaman selama lebih dari 12 tahun dalam membantu perusahaan, dari industri perbankan, asuransi, telekomunikasi, hingga e-commerce, dalam mengelola interaksi dengan pelanggan. Bersama dengan agen yang terlatih serta sistem yang canggih, kami memastikan interaksi pelanggan Anda yang tanpa hambatan serta memuaskan. Untuk informasi lebih lanjut seputar layanan contact center outsourcing, hubungi kami melalui email marketing@phintraco.com  

Frequently Asked Question


1. Apa itu Customer Effort Score (CES) dan bagaimana cara mengukurnya?

Customer Effort Score (CES) adalah metrik yang mengukur seberapa mudah pelanggan menyelesaikan kebutuhannya saat berinteraksi dengan perusahaan. CES diukur melalui survei singkat yang menanyakan tingkat kemudahan pelanggan dalam menyelesaikan suatu proses atau masalah.

2. Apa perbedaan Customer Effort Score, CSAT, dan Net Promoter Score (NPS)?

Customer Effort Score mengukur kemudahan pengalaman pelanggan, CSAT mengukur tingkat kepuasan, sedangkan Net Promoter Score menilai loyalitas dan kemungkinan pelanggan merekomendasikan brand. CES lebih fokus pada friksi dalam proses layanan.

3. Mengapa Customer Effort Score penting untuk mengukur pengalaman pelanggan?

Customer Effort Score penting karena pengalaman yang terasa rumit menjadi salah satu penyebab utama pelanggan berhenti menggunakan layanan. Semakin rendah usaha pelanggan, semakin kecil risiko churn.

4. Bagaimana cara menggunakan Customer Effort Score untuk mengurangi churn pelanggan?

Customer Effort Score digunakan untuk mengidentifikasi proses layanan yang paling menyulitkan pelanggan. Dengan mengurangi langkah yang tidak perlu dan mempercepat penyelesaian masalah, perusahaan dapat menurunkan churn pelanggan.

5. Kapan waktu terbaik untuk mengukur Customer Effort Score?

Customer Effort Score paling efektif diukur setelah pelanggan menyelesaikan interaksi penting, seperti setelah menghubungi customer service atau menyelesaikan komplain. Hal ini memastikan data mencerminkan pengalaman nyata pelanggan.  
  Written by Muftia Parasati, S.S., Content Writer at Mitracomm Ekasarana, specializing in research-based and SEO-optimized content on technology, digital business, and customer experience topics. | Muftia LinkedIn Profile Reviewed by Putra Wibowo, Senior Sales Manager at PT Mitracomm Ekasarana, with 10+ years of experience in contact center operations, customer service management, and sales performance optimization. | Putra LinkedIn Profile Editor: Irnadia Fardila

Customer Retention Rate: Rumus dan Strategi Meningkatkannya

Saat pelanggan pertama kali berinteraksi dengan produk atau layanan Anda, keraguan mereka masih relatif tinggi untuk mulai loyal terhadap brand Anda. Mendapatkan pelanggan baru hanyalah langkah pertama. Idealnya, Anda haruslah berfokus untuk mempertahankan pelanggan agar tetap loyal terhadap brand Anda. Perhitungan jumlah pelanggan yang loyal ini disebut sebagai Customer Retention Rate Pelanggan yang loyal akan selalu memilih brand Anda dibandingkan brand kompetitor. Loyalitas ini dibangun dari rasa percaya dan kualitas pelayanan atau produk yang dihadirkan secara konsisten oleh brand Anda. Mereka juga dapat menjadi brand ambassador yang secara sukarela mempromosikan brand Anda kepada pelanggan lain. Customer Retention Rate yang baik dan stabil akan mempengaruhi kesehatan bisnis dalam jangka waktu panjang. Artikel ini akan membahas Customer Retention Rate, rumus perhitungannya, serta langkah yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan Customer Retention Rate.

Apa Itu Customer Retention Rate (Tingkat Retensi Pelanggan)?

Arti Customer Retention Rate atau Tingkat Retensi Pelanggan adalah metrik yang mengukur persentase pelanggan yang berhasil dipertahankan perusahaan dalam periode waktu tertentu. Metrik ini tidak termasuk Customer Acquisition yang menghitung jumlah pelanggan baru yang berhasil didapatkan. Customer Retention Rate merupakan KPI customer service yang penting untuk melihat loyalitas dan kepuasan pelanggan terhadap brand Customer Retention Rate yang baik juga berdampak terhadap kondisi finansial keuangan. Hal ini disebabkan oleh biaya retensi pelanggan yang dapat 700% lebih sedikit dibandingkan biaya mendapatkan pelanggan baru. Selain itu, persentase yang tinggi juga menunjukkan keberhasilan perusahaan dalam menghadirkan produk atau layanan berkualitas, sehingga pelanggan setia terhadap perusahaan. Baca Juga: 5 Rahasia Tingkatkan Loyalitas Pelanggan yang Perlu Diketahui!

Cara Menghitung Customer Retention Rate

Perhitungan Customer Retention Rate (CRR) dapat menggunakan formula berikut:

CRR = [(Jumlah Pelanggan di Akhir Periode - Jumlah Pelanggan Baru di Periode) / Jumlah Pelanggan di Awal Periode]  x 100%

Misal, Anda menghitung CRR untuk periode waktu 1 bulan. Terdapat 500 pelanggan di awal bulan, 450 pelanggan di akhir bulan, dan 50 pelanggan baru dalam 1 bulan tersebut. Maka CRR bisnis Anda adalah:

CRR = [(450-50)/500] x 100% = 80%.

Standar Customer Retention Rate di Berbagai Industri

Setiap bidang industri memiliki benchmark Customer Retention Rates yang berbeda-beda. Sebagai contoh, industri software atau Software-as-a-Service (SaaS) memiliki rata-rata Customer Retention Rate mencapai 85%-90%. Industri keuangan mencapai 80%-90%, industri travel atau hospitality mencapai 55%-70%, serta industri e-commerce atau retail mencapai 60%-70%.  Angka-angka di atas menunjukkan tren umum standar Customer Retention Rate yang perlu disesuaikan dengan jenis bisnis dan kompleksitas produk atau layanan. Misal, bisnis yang berorientasi pada hubungan pelanggan seperti asuransi atau bisnis keuangan dapat memiliki angka retensi yang tinggi. Baca Juga: 10 Contoh KPI Customer Service untuk Ukur Kualitas Layanan

Customer Retention Rate vs Churn Rate, Apa Bedanya? 

Customer Retention Rate dan Churn Rate adalah dua metrik penting untuk mengukur loyalitas pelanggan terhadap brand. Namun, Customer Retention Rate lebih berfokus pada persentase pelanggan yang setia terhadap brand. Sementara Churn Rate lebih merujuk pada persentase pelanggan yang meninggalkan brand. Maka dari itu, target yang ideal untuk bisnis sebaiknya berfokus untuk meningkatkan Customer Retention dan menekan Churn Rate agar tidak merugikan keuangan bisnis. Persentase Customer Retention Rate yang tinggi dapat mengindikasikan persentase Churn Rate yang rendah, begitu pula sebaliknya. 

Strategi Meningkatkan Customer Retention Rate

Menjaga Customer Retention Rate dalam persentase yang bagus sangat penting untuk kondisi finansial yang stabil dalam jangka waktu panjang. Beberapa strategi yang bisa Anda terapkan untuk meningkatkan Customer Retention Rate adalah:

Tetapkan Ekspektasi yang Realistis

Strategi pertama adalah menentukan benchmark customer retention rate yang realistis sesuai kondisi bisnis Anda. Misal, bisnis yang baru merintis sebaiknya tidak menetapkan Customer Retention Rate yang terlalu tinggi, seperti misalnya 20%. Persentase ini dapat ditingkatkan seiring dengan perkembangan bisnis.

Buat Program Loyalitas Pelanggan

Berikutnya adalah merancang Program Loyalitas Pelanggan. Program ini berfokus untuk mengapresiasi pelanggan loyal dengan hadiah-hadiah menarik, seperti diskon atau uji coba produk baru gratis. Buat program loyalitas semenarik mungkin agar pelanggan tertarik untuk membeli lebih banyak produk dan mengumpulkan poin loyalitas untuk ditukarkan.

Buat Strategi Personalisasi

Strategi personalisasi memanfaatkan data pelanggan untuk memberikan pengalaman yang personal untuk setiap pelanggan. Misalnya, email marketing yang Anda kirimkan ke pelanggan menambahkan nama pelanggan agar terasa lebih personal. Data seperti riwayat pencarian juga bisa dipakai untuk memberikan rekomendasi yang lebih personal untuk pelanggan. Hal ini sangat penting untuk membuat pelanggan merasa dihargai.

Buat Customer Onboarding yang Efektif

Customer onboarding adalah proses memandu pelanggan dalam beradaptasi dan mengambil nilai dari produk Anda setelah pembelian. Proses customer onboarding yang buruk memberikan kesan pertama yang buruk juga kepada pelanggan. Besar kemungkinan pelanggan akan meninggalkan brand Anda untuk kompetitor dengan proses yang lebih mudah. Kesan pertama yang baik turut berperan dalam membangun loyalitas pada jangka panjang.

Ciptakan Pengalaman Pelanggan yang Memuaskan

Customer service merupakan aspek penting dalam menjaga Customer Retention Rate tetap positif. Customer service di berbagai channel, mulai dari media sosial, livechat, email, telepon, memudahkan pelanggan untuk menjangkau perusahaan terkait isu yang sedang dialami. Pengalaman yang memuaskan di setiap channel turut membangun reputasi positif brand di mata pelanggan. Pelanggan yang puas juga berpotensi besar merekomendasikan brand Anda kepada pelanggan lain. 

Bertindak Berdasarkan Feedback Pelanggan

Feedback dari pelanggan bukan hanya untuk didengar saja, tetapi juga untuk memperbaiki diri. Kumpulkan setiap feedback yang masuk dan pertimbangkan aspek-aspek apa saja yang perlu ditingkatkan. Sebagai bagian dari feedback loop, tindakan ini dapat menyelesaikan pain points yang terjadi dan mencegah pelanggan berpindah ke kompetitor. Perkembangan yang brand Anda tunjukkan dapat menjadi poin plus untuk loyalitas yang lebih kuat. Baca Juga: Mengenal Customer Effort Score (CES) dan Cara Menghitungnya

Dorong Retensi Pelanggan dengan Interaksi Pelanggan yang Berkualitas Bersama MitraComm!

Pengalaman pelanggan yang positif menjadi kunci penting dalam menjaga loyalitas pelanggan terhadap brand Anda. Salah satu cara untuk mewujudkannya adalah melalui customer service yang responsif dan memuaskan. MitraComm Business Process Solution (MBPS) hadir dengan layanan contact center outsourcing untuk membantu bisnis menghadirkan pelayanan yang mengesankan untuk pelanggan mereka di berbagai channel komunikasi.  MBPS menyediakan layanan contact center outsourcing yang bisa dipilih berdasarkan kebutuhan bisnis Anda, yaitu: 
  • Full Managed Service: MBPS mengelola segala kebutuhan contact center untuk Anda, mulai dari agen, tempat, teknologi, hingga managing operation.
  • Partial Managed Service: Sebagian kebutuhan contact center (agen, tempat, teknologi, atau managing operation) akan disediakan oleh MBPS untuk menjalankan operasional contact center Anda.
  • Labour Supply: MBPS menyediakan tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan bisnis.
MBPS memiliki pengalaman lebih dari 12 tahun dalam melayani berbagai kebutuhan perusahaan dari berbagai industri, mulai dari perbankan, asuransi, telekomunikasi, hingga e-commerce. Dengan agen contact center yang terlatih serta sistem yang canggih, MBPS siap membantu bisnis Anda menjaga hubungan baik dan menciptakan image positif pada pelanggan. Untuk informasi lebih lanjut seputar layanan contact center outsourcing, hubungi kami melalui email marketing@phintraco.com.  

Frequently Asked Question


Apa itu customer retention rate dan bagaimana cara menghitungnya?

Customer retention rate adalah metrik yang mengukur persentase pelanggan yang tetap bertahan dalam periode tertentu. Retention rate dihitung dengan membandingkan jumlah pelanggan yang bertahan di akhir periode dengan jumlah pelanggan di awal periode.

Mengapa customer retention rate penting bagi bisnis?

Customer retention rate penting karena mempertahankan pelanggan lama lebih hemat biaya dibandingkan mendapatkan pelanggan baru. Retention yang tinggi juga menunjukkan kepuasan dan loyalitas pelanggan.

Apa perbedaan customer retention rate dan churn rate?

Customer retention rate mengukur jumlah pelanggan yang bertahan, sedangkan churn rate mengukur jumlah pelanggan yang berhenti. Keduanya saling berkaitan dan digunakan bersama untuk menilai kesehatan bisnis.

Apakah 80% customer retention rate itu bagus?

Ya, 80% customer retention rate umumnya tergolong baik di banyak industri. Angka ini menunjukkan sebagian besar pelanggan tetap bertahan dan menandakan pengalaman pelanggan yang positif.

Apakah 50% customer retention rate termasuk baik atau buruk?

50% customer retention rate biasanya dianggap sedang hingga rendah. Artinya, setengah pelanggan berhenti dalam satu periode tertentu dan perlu evaluasi pada kualitas layanan atau engagement.

Apakah 30% customer retention rate itu buruk?

Ya, 30% customer retention rate tergolong rendah. Angka ini menunjukkan tingkat kehilangan pelanggan yang tinggi dan berpotensi berdampak negatif pada pertumbuhan bisnis.

Apa arti customer retention rate 100%?

Customer retention rate 100% berarti tidak ada pelanggan yang hilang selama periode pengukuran. Kondisi ini ideal, tetapi jarang terjadi secara konsisten dalam jangka panjang.

Berapa customer retention rate yang dianggap ideal?

Customer retention rate yang ideal berbeda-beda tergantung industri, namun secara umum berada di kisaran 70–90%. Bisnis berbasis layanan dan langganan biasanya menargetkan retention rate yang lebih tinggi.

Bagaimana customer retention rate digunakan untuk meningkatkan kinerja bisnis?

Customer retention rate digunakan untuk mengidentifikasi pola kehilangan pelanggan dan mengevaluasi efektivitas layanan. Dengan memahami penyebab turunnya retensi, perusahaan dapat mengambil tindakan untuk meningkatkan pengalaman pelanggan dan menekan churn.  
  Written by Muftia Parasati, S.S., Content Writer at Mitracomm Ekasarana, specializing in research-based and SEO-optimized content on technology, digital business, and customer experience topics. | Muftia LinkedIn Profile Reviewed by Putra Wibowo, Senior Sales Manager at PT Mitracomm Ekasarana, with 10+ years of experience in contact center operations, customer service management, and sales performance optimization. | Putra LinkedIn Profile Editor: Irnadia Fardila

10 Contoh KPI Customer Service untuk Ukur Kualitas Layanan

Customer service merupakan salah satu ujung tombak perusahaan dalam mengelola hubungan baik dengan pelanggan. Dalam prosesnya, tim customer service perlu memberikan pelayanan berkualitas agar pelanggan merasa senang dan puas. Namun, tiap agen customer service memiliki kompetensi yang berbeda-beda. Di sinilah peran KPI customer service untuk mengukur performa agen secara objektif. Kenali lebih lanjut contoh KPI dalam customer service untuk memandu tim customer service dalam melayani pelanggan sesuai standar.

Apa Itu KPI dalam Customer Service?

Key performance indicators (KPI) dalam customer service adalah metrik penting untuk melacak kualitas pelayanan yang diberikan agen customer support kepada pelanggan. Metrik ini menjadi indikator yang mengukur seberapa bagus performa operasional customer service serta aspek apa saja yang bisa ditingkatkan. Dengan memastikan kualitas layanan pelanggan sesuai KPI yang ditetapkan, perusahaan dapat menciptakan pengalaman pelanggan yang lebih baik. 

10 Indikator KPI dalam Customer Service

Indikator KPI dalam customer service tidak hanya menilai kualitas layanan, tetapi juga performa agen dan kepuasan pelanggan. Berikut adalah beberapa contoh KPI customer service yang perlu diukur dan cara menghitungnya:

1. Customer Satisfaction Score

Salah satu metrik KPI dalam customer service adalah Customer Satisfaction Score (CSAT). Dalam konteks customer service, metrik ini mengukur kepuasan pelanggan setelah berinteraksi dengan agen. CSAT diukur menggunakan survey dengan pertanyaan seperti, "Dalam skala 1-10, seberapa puas Anda dengan customer service kami?". Skala 1-5 juga bisa digunakan dengan kategori "Sangat Puas" (5) hingga "Sangat Tidak Puas" (1). Skor 75-80% termasuk skor kepuasan yang sangat baik. KPI Customer Satisfaction Score dapat dihitung dengan rumus berikut:

CSAT = (Total Pelanggan Puas / Total Respons) x 100

Misal, jika perusahaan Anda mendapatkan 170 respons positif dari total 200 respons yang ada, maka skor CSAT Anda adalah 85%. 

2. Average Handling Time 

Average Handling Time mengukur rata-rata waktu yang agen habiskan saat menangani interaksi pelanggan. Waktu ini termasuk waktu bicara, waktu tunggu, dan after-call work. Average Handling Time yang baik dapat berkisar antara 4-6 menit. Untuk bidang tertentu seperti technical support, rata-rata waktu yang bagus dapat berkisar 8-10 menit. Rumus menghitung Average Handling Time adalah:

AHT =  (Total Waktu Bicara + Total Waktu Tunggu + Total After-Call Work) / Total Jumlah Interaksi

Misal, dalam 500 panggilan yang ditangani, dengan 2.000 waktu bicara, 300 menit waktu tunggu, dan 700 menit after-call work, maka Average Handling Time adalah 6 menit.

3. Average Resolution Time

Average Resolution Time (ART) mengukur rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tiket (masalah) pelanggan dari kontak awal hingga solusi final. Channel komunikasi yang berbeda dapat memiliki rata-rata waktu yang berbeda juga. Standar ART yang bagus untuk live chat berkisar 5-10 menit, email berkisar 24 jam, dan telepon berkisar 10-60 menit. Perhitungan ART didasarkan pada periode waktu tertentu, seperti misalnya periode 8 jam yang merupakan jam kerja agen. Rumus perhitungan Average Resolution Time adalah:

ART = Total Waktu Penyelesaian Semua Tiket / Jumlah Tiket yang Diselesaikan

Misal, pada 100 tiket dengan total waktu 10.000 menit, maka skor ART adalah 100 menit per kasus. Satuan total waktu dapat berupa menit, jam, atau hari.

4. Customer Effort Score

Customer Effort Score (CES) mengukur seberapa besar upaya yang dikeluarkan pelanggan untuk menyelesaikan masalah atau berinteraksi dengan perusahaan. Upaya yang lebih sedikit berkaitan dengan kemudahan dalam berinteraksi serta retensi pelanggan yang lebih tinggi. Anda bisa memakai survey dengan skala 1-5 atau 1-7.  Rumus perhitungan Customer Effort Score adalah:

CES = (Total Jumlah Skor) / (Total Jumlah Responden)

Misal, dalam 12 respons dengan skala 1-7, total skor setelah dijumlah adalah 71. Maka CES = 71 / 12 = 5.9. Semakin rendah hasil CES, maka semakin besar upaya yang perlu dikeluarkan pelanggan, sehingga berpotensi mempersulit pelanggan.

5. First Contact Resolution

Metrik First Contact Resolution (FCR) menghitung persentase tiket pelanggan yang berhasil diselesaikan dalam interaksi pertama tanpa memerlukan follow-up atau eskalasi tiket. Angka FCR yang tinggi mengindikasikan kepuasan pelanggan karena langsung mendapatkan solusi yang dibutuhkan. Perhitungan KPI First Contact Resolution adalah:

FCR = (Jumlah Tiket yang Diselesaikan di Kontak Pertama) / (Jumlah Tiket)

Misal, terdapat 740 tiket yang diselesaikan di kontak pertama pada 1000 tiket yang masuk. Maka, skor FCR adalah 74%.

6. First Response Time

Metrik First Response Time mengukur seberapa lama waktu yang dibutuhkan agen customer service untuk merespon permintaan pelanggan. Metrik ini melacak kecepatan respons di channel komunikasi seperti email, livechat, telepon, dan sebagainya. Standar FRT yang baik juga bermacam-macam, seperti di 2-3 menit untuk livechat dan 1-4 jam untuk email. Perhitungan First Response Time adalah sebagai berikut:

FRT = Waktu Respons Pertama - Waktu Permintaan Masuk

Misal, pelanggan mengirim email pada pukul 09:00, dan agen membalas pada pukul 09:45. Maka FRT = 45 menit.

Rata-Rata FRT = Total FRT / Jumlah Permintaan

Misal, untuk 5 tiket dengan FRT 0,5, 0,75, 2, 1, 2 jam, maka rata-rata FRT = (0,5 + 0,75 + 2 + 1 + 2) / 5 = 1.25 jam.

7. Ticket Resolution Rate

KPI customer service berikutnya adalah Ticket Resolution Rate. Metrik ini mengukur jumlah tiket yang selesai dalam periode waktu tertentu, seperti misalnya per jam. Metrik ini menunjukkan produktivitas agen dalam menangani volume permintaan yang masuk. Persentase yang kecil menunjukkan kekurangan seperti staf yang tidak cukup atau sistem yang lambat. Perhitungan Ticket Resolution Rate adalah:

TRR = (Jumlah Tiket yang Selesai) / (Total Tiket yang Masuk) x 100

Misal, 70 tiket berhasil diselesaikan dari total 120 tiket yang masuk. Maka persentase Ticket Resolution Rate = (70/120) x 100 = 58,3%.

8. Escalation Rate

Metrik Escalation Rate mengukur persentase tiket yang perlu dieskalasi ke agen customer service yang lebih senior atau supervisor. Persentase yang rendah menunjukkan kemampuan agen front-line atau Tier 1 dalam menyelesaikan tiket tanpa harus dieskalasi. Perhitungan metrik ini bisa dipecah per agen, per channel komunikasi, atau per level eskalasi (Tier 2, Tier 3, dsb.) Perhitungan Escalation Rate adalah:

Escalation Rate = (Jumlah Tiket Eskalasi dari Tier 1 / Total Tiket Masuk) x 100.

Misal, dari 500 tiket yang dikelola dalam sebulan, 100 tiket dieskalasi ke Tier 2. Maka perhitungan Escalation Rate = (100/500) x 100 = 20%.

9. Churn Rate

Metrik Churn Rate mengukur persentase pelanggan yang berhenti menggunakan produk atau layanan perusahaan dalam periode waktu tertentu. Dalam konteks customer service, persentase Churn Rate yang tinggi menunjukkan masalah seperti kualitas pelayanan yang buruk atau komplain yang tidak kunjung ditanggapi. Cara menghitung KPI Churn Rate adalah:

CR = (Jumlah Pelanggan yang Hilang / Total Pelanggan di Akhir Periode) x 100

Misal, perusahaan Anda memiliki total 1000 pelanggan dalam satu bulan, dengan 75 pelanggan berhenti menggunakan produk Anda di akhir bulan. Maka persentase Churn Rate = 7,5%,

10. Call Abandonment Rate

Metrik Call Abandonment Rate mengukur persentase panggilan yang ditinggalkan pelanggan sebelum sampai ke agen. Metrik ini dapat menunjukkan masalah seperti waktu tunggu yang terlalu lama atau sistem Interactive Voice Response yang kurang bagus. Standar Call Abandonment Rate yang bagus berkisar di bawah 5%. Jika persentase mencapai 10%, penyesuaian seperti penambahan agen atau perbaikan sistem perlu dilakukan. Cara menghitung Call Abandonment Rate adalah:

CAR = (Jumlah Panggilan yang Ditinggalkan / Total Panggilan Masuk) x 100

Misal, dalam sebulan, terdapat 200 panggilan yang masuk. 50 di antaranya ditinggalkan oleh pelanggan sebelum berhasil direspon agen. Maka perhitungannya adalah: (10/200) x 100 = 5%.

Wujudkan Pelayanan Pelanggan Sesuai Standar Bersama MitraComm!

KPI customer service menjadi kunci penting untuk menjaga kualitas pelayanan yang konsisten. MitraComm Business Process Solution (MBPS) dengan layanan contact center outsourcing siap membantu perusahaan dalam menyediakan operasional customer service yang efisien dan dapat diandalkan. MBPS menyediakan beberapa layanan contact center outsourcing yang bisa dipilih sesuai kebutuhan bisnis Anda, seperti: 
  • Full Managed Service: MBPS mengelola segala kebutuhan contact center untuk Anda, mulai dari agen, tempat, teknologi, hingga managing operation
  • Partial Managed Service: Sebagian kebutuhan contact center (agen, tempat, teknologi, atau managing operation) akan disediakan oleh MBPS untuk menjalankan operasional contact center Anda.
  • Labour Supply: MBPS menyediakan tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan bisnis.
Dengan pengalaman lebih dari 12 tahun, layanan contact center outsourcing MBPS telah melayani kebutuhan bisnis perusahaan dari berbagai industri, mulai dari perbankan, asuransi, telekomunikasi, hingga e-commerce. Dengan agen yang terlatih profesional serta sistem yang canggih, MBPS siap membantu bisnis Anda meningkatkan kepuasan pelanggan serta menciptakan kesan positif pada pelanggan.  Untuk informasi lebih lanjut seputar layanan contact center outsourcing, hubungi kami melalui email marketing@phintraco.com  

Frequently Asked Question


Apa itu KPI customer service?

KPI customer service adalah indikator kinerja utama yang digunakan untuk mengukur efektivitas dan kualitas layanan pelanggan. KPI ini membantu perusahaan menilai apakah tim customer service telah memenuhi target layanan yang ditetapkan.

Apa saja KPI customer service yang paling penting?

KPI customer service yang umum digunakan meliputi First Response Time, Average Handling Time, Customer Satisfaction Score (CSAT), Customer Effort Score (CES), dan Service Level. KPI ini mencerminkan kecepatan, kualitas, dan kepuasan pelanggan.

Mengapa KPI customer service penting untuk bisnis?

KPI customer service penting karena membantu perusahaan meningkatkan kualitas layanan, menjaga kepuasan pelanggan, dan mengurangi churn. KPI juga menjadi dasar pengambilan keputusan untuk perbaikan proses layanan.

Bagaimana cara menentukan KPI customer service yang tepat?

KPI customer service ditentukan berdasarkan tujuan bisnis dan kebutuhan pelanggan. Perusahaan sebaiknya memilih KPI yang relevan, mudah diukur, dan memiliki dampak langsung terhadap pengalaman pelanggan.

Seberapa sering KPI customer service harus dievaluasi?

KPI customer service sebaiknya dievaluasi secara berkala, seperti harian atau bulanan, tergantung jenis metriknya. Evaluasi rutin membantu perusahaan mendeteksi masalah lebih cepat dan meningkatkan performa layanan secara berkelanjutan.  
  Written by Muftia Parasati, S.S., Content Writer at Mitracomm Ekasarana, specializing in research-based and SEO-optimized content on technology, digital business, and customer experience topics. | Muftia LinkedIn Profile Reviewed by Putra Wibowo, Senior Sales Manager at PT Mitracomm Ekasarana, with 10+ years of experience in contact center operations, customer service management, and sales performance optimization. | Putra LinkedIn Profile Editor: Irnadia Fardila

Pentingnya Cleaning Service Kantor untuk Lingkungan Kerja Bersih

Cleaning service kantor adalah salah satu upaya penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat, nyaman, dan produktif. Selain membantu menjaga kebersihan area kerja, cleaning service juga memastikan area kerja tetap higienis dan terawat setiap hari. Kantor yang bersih dan rapi juga memunculkan kesan positif dari karyawan maupun tamu yang datang ke gedung kantor. Namun, bagaimana cara efektif menerapkan cleaning service di kantor?  Artikel ini akan membahas lebih lanjut pentingnya cleaning service di lingkungan kerja dan cara menerapkannya dengan efektif.

Apa Saja Tugas Cleaning Service di Lingkungan Kantor?

Tugas cleaning service perkantoran berfokus untuk menjaga lingkungan kantor tetap bersih, terawat, dan tertata dengan baik. Beberapa contoh tugas cleaning service yang dijalankan di lingkungan perkantoran adalah:

Menyapu dan Mengepel Lantai

Lantai tempat karyawan berlalu-lalang harus dijaga kebersihannya agar tidak menimbulkan kecelakaan seperti tersandung atau tergelincir. Lantai harus disapu dan dipel secara berkala agar tetap bersih dan bebas dari debu dan kotoran. Proses menyapu dan mengepel lantai tidak hanya mencakup lantai di dalam gedung kantor, tetapi juga halaman luar kantor.

Membersihkan Ruang Kerja

Ruang kerja perlu dibersihkan dan dirapikan secara rutin agar karyawan merasa nyaman saat menggunakannya. Proses pembersihan ruang kerja termasuk menyeka debu, mengelap meja, merapikan barang, mengosongkan tempat sampah, serta memastikan tidak ada tumpukan sampah di area kerja karyawan.

Membersihkan Kaca dan Jendela

Jendela yang bersih memudahkan pencahayaan alami masuk ke dalam gedung kantor. Kaca lainnya yang ada di gedung kantor juga perlu dibersihkan secara rutin untuk menjaga tampilan kantor yang lebih bersih dan terawat. Pembersihan kaca dan jendela biasanya menggunakan sikat, lap dan cairan pembersih khusus kaca.

Mengelola Sampah Kantor

Volume sampah yang dihasilkan lingkungan perkantoran dapat mencapai ratusan kilogram setiap tahunnya. Pengelolaan dan pemilahan sampah kantor sangat penting untuk menjaga kebersihan lingkungan kerja serta melindungi dari risiko penyakit. Tugas ini meliputi pengumpulan sampah dari tiap ruangan, mengganti plastik tempat sampah, dan memastikan sampah dibuang sesuai tempatnya.

Menjaga Ketersediaan Alat Kebersihan

Selain menjaga kebersihan area kerja, tugas cleaning service kantor lainnya adalah menjaga ketersediaan alat kebersihan. Alat-alat ini termasuk sabun cuci tangan, tisu, cairan pembersih, dan alat kebersihan lainnya. Jika ada alat kebersihan yang hampir habis, mereka perlu mengisi ulang atau melaporkan kepada pihak yang bertanggung jawab.

Manfaat Pelaksanaan Cleaning Service Kantor yang Optimal

Beberapa manfaat yang bisa dirasakan dari pelaksanaan cleaning service yang optimal di lingkungan kantor adalah:

Menjaga Kesehatan Karyawan

Karyawan dapat menghabiskan waktu 8 jam sehari di dalam ruang kerja. Hal ini membuat kebersihan kantor tidak bisa diabaikan. Cleaning service yang optimal memastikan lingkungan perkantoran tetap bersih dan terbebas dari kotoran, sehingga menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat untuk karyawan. Risiko penyakit akibat terpapar debu, kuman, atau kontaminan lainnya juga bisa dihindari.

Reputasi Perusahaan yang Positif

Kondisi lingkungan perkantoran berdampak besar terhadap reputasi perusahaan. Lingkungan kantor yang bersih dan rapi membentuk citra positif dari pelanggan atau mitra bisnis. Perusahaan pun dapat dipandang baik karena berdedikasi menghadirkan lingkungan kerja yang nyaman melalui penerapan cleaning service secara rutin.

Menghemat Biaya

Upaya menjaga kebersihan kantor melalui cleaning service dapat menghemat budget perusahaan dalam jangka panjang. Pembersihan dan perawatan dalam cleaning service dapat melindungi fasilitas kantor dari kerusakan, sehingga memperpanjang usia fasilitas. Perusahaan dapat mencegah pengeluaran untuk mengganti fasilitas yang rusak karena kondisinya yang terawat dengan baik.

Tips Implementasi Cleaning Service Kantor yang Efektif

Guna mendapatkan hasil kebersihan yang maksimal, Anda dapat mengikuti tips-tips di bawah ini untuk menerapkan cleaning service kantor dengan efektif:

Tetapkan SOP Kebersihan Kantor

SOP kebersihan kantor berfungsi sebagai panduan tertulis dalam membersihkan dan merawat lingkungan kantor. Panduan ini menjelaskan secara rinci tugas-tugas kebersihan yang perlu dilakukan, seberapa sering dilakukan, serta area yang perlu dibersihkan, seperti ruang kerja, area umum, pantry, dan sebagainya. SOP cleaning service kantor yang jelas memudahkan petugas kebersihan dalam memahami tanggung jawab mereka serta memastikan kualitas kebersihan yang konsisten.

Buat Jadwal Kerja Cleaning Service Kantor

Buat jadwal terstruktur berisi tugas-tugas kebersihan yang perlu dilakukan tiap hari, tiap minggu, dan tiap bulan. Area-area yang sering dilalui dan disentuh seperti meja, gagang pintu, dan area pintu masuk termasuk bagian yang perlu sering dibersihkan. Jadwal pembersihan yang teratur memastikan tindakan kebersihan yang optimal tanpa mengganggu operasional kantor.

Manfaatkan Vendor Cleaning Service Profesional

Selain menggunakan tenaga internal, Anda dapat memanfaatkan vendor cleaning service kantor profesional untuk menjaga kebersihan lingkungan kerja. Selain keahlian dan pengalaman dalam menjaga kebersihan sesuai standar, vendor ini memiliki peralatan cleaning service kantor modern untuk mengoptimalkan tindakan kebersihan yang dilakukan.

Monitor dan Evaluasi

Lakukan proses monitoring secara rutin terhadap tindakan kebersihan yang sudah dilakukan. Proses ini mengecek performa tindakan kebersihan yang sudah dilakukan serta memastikan kepatuhan terhadap SOP yang berlaku. Monitoring dan evaluasi diperlukan untuk mengetahui aspek yang perlu diperbaiki atau bisa ditingkatkan, sehingga proses pembersihan bisa dilakukan lebih maksimal lagi.

Tips Memilih Vendor Cleaning Service Kantor yang Tepat

Memilih jasa cleaning service kantor yang tepat tentunya tidak bisa sembarangan. Ikuti tips berikut ini dalam menentukan vendor cleaning service terbaik untuk lingkungan perkantoran Anda:

Identifikasi Kebutuhan Anda

Tips pertama adalah mengidentifikasi layanan kebersihan yang dibutuhkan gedung kantor Anda. Beberapa lingkungan perkantoran dapat memerlukan lebih dari sekedar tindakan pembersihan biasa atau general cleaning kantor. Pertimbangkan ukuran gedung kantor, jumlah karyawan, hingga layanan khusus yang Anda perlukan, seperti misalnya pemolesan lantai, pembersihan karpet, dan sebagainya.

Cek Pengalaman dan Reputasi Vendor

Pengalaman dan reputasi merupakan dua faktor penting dalam memilih vendor cleaning service yang tepat. Pastikan vendor yang Anda pilih memiliki jam terbang yang tinggi dalam menangani kebersihan di berbagai jenis lingkungan kantor. Reputasi vendor yang positif juga sangat penting untuk memastikan kualitas pelayanan yang tinggi. Evaluasi opsi-opsi vendor yang Anda miliki, kemudian cek review dan testimoni di internet mengenai vendor-vendor tersebut.

Cek Fleksibilitas Vendor

Fleksibilitas jadwal dapat menjadi nilai tambah saat menentukan vendor cleaning service yang tepat. Anda dapat bertanya apakah vendor dapat membuat jadwal kebersihan yang fleksibel dan bisa disesuaikan dengan jadwal operasional kantor. Anda bisa menentukan jadwal kebersihan yang tepat tanpa mengganggu operasional kantor.

Pertimbangkan Budget Anda 

Hal yang tidak kalah penting saat memilih vendor cleaning service adalah budget. Bandingkan model biaya tiap vendor cleaning service serta jenis layanan yang ditawarkan. Pastikan Anda memilih vendor sesuai dengan budget tanpa harus mengorbankan kualitas kebersihan yang didapatkan.

MitraComm Sumber Sarana: Solusi Kebersihan Terbaik untuk Setiap Sudut Kantor Anda

Upaya menjaga kebersihan kantor dapat dilakukan dengan optimal melalui tenaga kebersihan yang handal dan berpengalaman. Di sinilah peran MitraComm Sumber Sarana (MSS) sebagai mitra cleaning service terpercaya untuk memastikan lingkungan kerja Anda tetap bersih, sehat, dan nyaman. Didukung dengan tim berpengalaman serta peralatan kebersihan modern, MitraComm Sumber Sarana menawarkan berbagai jenis cleaning service yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan kantor Anda: 
  • General Cleaning Service: Layanan pembersihan rutin, termasuk pemeliharaan area bersama, menjaga kebersihan toilet, membuang dan mengelola sampah, dan mengelola taman dan tumbuhan.
  • Special Treatment Service: Layanan pembersihan khusus untuk material atau permukaan tertentu, seperti misalnya kristalisasi lantai untuk marmer, perbaikan permukaan yang rusak, lapisan pelindung, hingga pembersihan karpet secara mendalam.
  • High-Risk Cleaning Service: Layanan pembersihan untuk area-area yang berbahaya (seperti area kaca yang tinggi) menggunakan peralatan dan keahlian khusus serta dikerjakan oleh tenaga berpengalaman.
MitraComm Sumber Sarana berkomitmen untuk menghadirkan layanan berkualitas tinggi serta menjaga lingkungan kerja selalu higienis. Anda dapat fokus pada operasional bisnis yang efisien dan strategis, sementara kami menangani urusan kebersihan lingkungan kantor Anda. Untuk informasi lebih lanjut seputar, hubungi kami melalui email info@mss.id Editor: Irnadia Fardila

Ceiling Cleaning: Solusi Plafon Ruang Kantor yang Bebas Debu

Saat membersihkan ruang kerja, Anda mungkin hanya berfokus untuk membersihkan area yang mudah terjangkau seperti lantai dan permukaan furnitur. Namun, salah satu bagian ruangan yang mudah terlupakan saat proses pembersihan adalah langit-langit atau ceiling. Banyak orang mengabaikan kebersihan langit-langit karena posisinya yang tinggi dan tidak langsung terlihat mata. Proses pembersihannya juga lebih sulit karena membutuhkan alat yang panjang atau tangga untuk menjangkau permukaan langit-langit. Tanpa pembersihan yang rutin, hal ini berdampak pada penumpukan sarang laba-laba hingga munculnya jamur. Di sinilah pentingnya ceiling cleaning untuk mencegah penumpukan kotoran. Kenali lebih lanjut tentang apa itu ceiling cleaning hingga tips menerapkannya di langit-langit ruang kerja Anda.

Apa Itu Ceiling Cleaning?

Ceiling cleaning atau pembersihan langit-langit adalah proses membersihkan langit-langit ruangan dari debu, kotoran, sarang laba-laba, dan kotoran lainnya. Proses ini dilakukan di berbagai jenis gedung, termasuk gedung kantor. Proses ceiling cleaning meliputi beberapa metode pembersihan serta alat-alat yang digunakan. Salah satu metode ceiling cleaning adalah dry dusting memakai sapu atau broom, kemoceng, serta vakum dengan ujung sikat yang lembut. Metode ceiling cleaning lainnya adalah wet cleaning menggunakan cairan pembersih khusus, kain lembut, atau mop (kain pel). Untuk langit-langit dengan tekstur khusus, metode gentle cleaning digunakan untuk mencegah kerusakan pada tekstur tersebut. 

Mengapa Perlu Dilakukan Ceiling Cleaning?

Ceiling cleaning adalah tindakan pembersihan yang perlu dilakukan karena beberapa manfaat berikut:

Menjaga Kesehatan Karyawan

Tanpa tindakan pembersihan yang rutin, kotoran seperti debu dan sarang laba-laba dapat menumpuk di plafon ruangan. Jika dibiarkan lebih lanjut, penumpukan debu ini akan mempengaruhi kondisi kesehatan karyawan di ruangan tersebut, mulai dari gangguan saluran pernapasan hingga sick building syndrome. Ceiling cleaning juga mencegah munculnya jamur akibat langit-langit yang lembap. Hal ini bertujuan untuk memastikan kualitas udara dalam ruangan yang lebih bersih serta lingkungan kerja yang lebih sehat.

Penampilan Ruang Kerja yang Lebih Bersih

Langit-langit yang tidak kunjung dibersihkan akan menjadi sumber sarang debu dan sarang laba-laba. Kotoran seperti ini tentunya kurang bagus untuk dilihat, terutama jika klien atau mitra bisnis datang mengunjungi gedung perusahaan. Ruangan yang bersih, termasuk langit-langit ruangan yang terawat, tidak hanya memunculkan kesan positif, tetapi juga menciptakan suasana nyaman bagi penghuninya.

Memperpanjang Usia Langit-Langit Ruangan

Ceiling cleaning bermanfaat untuk memperpanjang usia material langit-langit ruangan. Tanpa pembersihan dan pemeliharaan yang rutin, kotoran yang menumpuk dapat merusak material langit-langit ruangan. Selain untuk mencegah hal ini terjadi, tindakan pembersihan dapat mengidentifikasi kerusakan di langit-langit ruangan sejak dini. Jadi, perbaikan bisa segera dilakukan sebelum bertambah parah.

Tips Melakukan Ceiling Cleaning di Lingkungan Kantor

Beberapa tips yang bisa dilakukan untuk membersihkan langit-langit ruang kerja Anda dengan efektif adalah:

Periksa Ruangan yang Akan Dibersihkan

Langkah pertama adalah memeriksa ruangan yang langit-langitnya akan dibersihkan. Setiap ruangan dapat memiliki kondisi langit-langit yang berbeda, sehingga penting untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh. Perhatikan apakah ada kotoran khusus yang memerlukan tindakan pembersihan khusus. Selanjutnya, Anda dapat menyingkirkan furnitur di dalam ruangan atau menutupinya dengan kain agar tidak terpapar debu yang berjatuhan. 

Siapkan Perlengkapan Kebersihan

Langkah berikutnya adalah menyiapkan perlengkapan kebersihan yang Anda butuhkan. Beberapa contoh ceiling cleaning tools termasuk kemoceng, lap mikrofiber, vakum dengan ujung sikat yang lembut, hingga sapu dengan gagang yang bisa dipanjangkan. Anda bisa menggunakan tangga untuk menjangkau area yang sulit serta memakai alat pelindung seperti masker, sarung tangan, dan kacamata pelindung agar terhindar dari paparan debu.

Mulai Bersihkan Langit-Langit Ruangan

Setelah persiapan selesai, Anda dapat mulai membersihkan langit-langit ruangan. Pertama, mulai bersihkan debu dan sarang laba-laba di langit-langit menggunakan kemoceng atau vakum. Hal ini bertujuan untuk mencegah penyebaran kotoran saat mengelap langit-langit ruangan. 

Gunakan Cairan Pembersih

Selanjutnya adalah membersihkan langit-langit ruangan dengan cairan pembersih dan lap mikrofiber. Semprotkan larutan ke langit-langit secara menyeluruh serta gunakan roller cat bersih dan lembap untuk meratakan cairan pembersih di seluruh bagian langit-langit. Setelah pembersihan, gunakan lap mikrofiber untuk mengeringkan dan mengelap langit-langit yang baru dibersihkan. 

Terapkan Jadwal Kebersihan Rutin

Jadwal ceiling cleaning yang rutin berfungsi untuk menjaga dan memelihara kebersihan langit-langit ruang kerja. Tergantung dari seberapa sering ruangan digunakan, pembersihan langit-langit bisa dilakukan tiap 3-6 bulan hingga per tahun. Anda juga bisa langsung membersihkan jika menemukan kotoran atau jamur di langit-langit ruang kerja.

Manfaat Memakai Tenaga Profesional untuk Ceiling Cleaning

Ceiling cleaning merupakan salah satu tindakan penting dalam menjaga kebersihan lingkungan kerja. Maka dari itu, penting bagi perusahaan Anda untuk menerapkan ceiling cleaning secara rutin. Akan tetapi, untuk penerapan ceiling cleaning yang lebih efektif, Anda dapat memanfaatkan tenaga profesional dari penyedia layanan cleaning service yang sudah handal dalam menangani ceiling cleaning.  Berikut adalah beberapa manfaat penting dari penggunaan tenaga profesional untuk ceiling cleaning:

Hasil Pembersihan yang Lebih Maksimal

Tenaga kebersihan profesional umumnya dilengkapi dengan kompetensi yang memadai serta peralatan kebersihan modern. Tidak hanya itu, mereka juga sudah terlatih dan berpengalaman dalam menangani berbagai jenis kondisi ruangan. Kompetensi ini diperlukan untuk memaksimalkan proses ceiling cleaning yang dilakukan, termasuk area yang sulit dijangkau untuk memastikan tidak ada kotoran yang tersisa. Hasilnya adalah ruang kerja yang lebih bersih dan nyaman bagi karyawan.

Menghemat Waktu dan Tenaga

Melakukan ceiling cleaning secara mandiri memerlukan waktu, tenaga, dan sumber daya yang tidak sedikit. Anda juga berisiko mengorbankan produktivitas karena perlu menyisihkan waktu untuk membersihkan langit-langit ruangan. Dengan mengalihkan tugas kebersihan ke tenaga profesional, Anda dapat lebih fokus pada kegiatan bisnis utama tanpa terganggu oleh proses pembersihan. Mereka biasanya bekerja dengan sistem terjadwal, sehingga prosesnya dapat berlangsung cepat, rapi, dan tidak mengganggu operasional bisnis.

Tindakan Pembersihan yang Lebih Tepat

Setiap gedung kantor memiliki tipe langit-langit yang berbeda. Tindakan ceiling cleaning yang tepat perlu menyesuaikan dengan material langit-langit yang ditangani. Tanpa penanganan yang tepat, permukaan langit-langit berisiko rusak atau berubah warna. Tenaga profesional memahami penerapan ceiling cleaning dengan metode yang sesuai, sehingga pembersihan menjadi lebih optimal tanpa menimbulkan kerusakan.

Lindungi Kesehatan Karyawan Lewat Lingkungan Kerja yang Higienis Bersama MitraComm Sumber Sarana

Ingin mulai membersihkan langit-langit ruang kerja Anda tapi tidak tahu harus mulai dari mana? Jangan khawatir, MitraComm Sumber Sarana (MSS) punya jawabannya! MitraComm Sumber Sarana hadir sebagai vendor layanan cleaning service di Jakarta untuk menangani berbagai jenis kebutuhan cleaning service Anda, termasuk ceiling cleaning. MSS didukung dengan tenaga kerja berpengalaman serta peralatan kebersihan yang canggih untuk memastikan sudut ruangan kerja Anda bersih, sehat, dan terawat. Berikut adalah layanan kebersihan MSS yang bisa dipilih berdasarkan kebutuhan bisnis Anda:
  • General Cleaning Service: Layanan pembersihan rutin, termasuk pemeliharaan area bersama, menjaga kebersihan toilet, membuang dan mengelola sampah, dan mengelola taman dan tumbuhan.
  • Special Treatment Service: Layanan pembersihan khusus untuk material atau permukaan tertentu, seperti misalnya kristalisasi lantai untuk marmer, perbaikan permukaan yang rusak, lapisan pelindung, hingga pembersihan karpet secara mendalam.
  • High-Risk Cleaning Service: Layanan pembersihan untuk area-area yang berbahaya (seperti area kaca yang tinggi) menggunakan peralatan dan keahlian khusus serta dikerjakan oleh tenaga berpengalaman.
Jadi, tunggu apalagi? Mulai bekerja sama dengan MSS untuk menciptakan lingkungan kerja yang bersih dan efektif. MSS siap mengelola seluruh kebutuhan kebersihan kantor Anda dengan optimal. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi kami melalui email info@mss.id Editor: Irnadia Fardila

Industrial Cleaning: Upaya Menjaga Kebersihan Area Produksi

Kebersihan di area industri tidak hanya tentang terbebas dari debu dan kotoran, tetapi bagaimana menjaga performa mesin tetap optimal serta menciptakan lingkungan kerja yang sehat, aman, dan nyaman. Area industri cenderung identik dengan kondisi lingkungan yang ekstrim serta paparan bahan kimia yang berbahaya. Di sinilah pentingnya industrial cleaning sebagai upaya untuk menjaga kebersihan di lingkungan industri. Ketahui lebih lanjut tentang apa itu industrial cleaning, jenis-jenisnya, hingga langkah-langkah penerapannya.

Apa Itu Industrial Cleaning?

Industrial cleaning adalah proses pembersihan khusus yang berfokus untuk membersihkan dan memelihara area industri, seperti pabrik, gudang, power plant, dan sebagainya. Lingkup tindakan pembersihan industrial cleaning meliputi dust control, pembuangan limbah berbahaya, hingga disinfeksi permukaan. Proses pembersihan di area industri cenderung lebih sulit dibandingkan di area perumahan atau area perkantoran karena bahan-bahan berbahaya yang ditangani di area ini. Petugas kebersihan harus mematuhi regulasi yang berlaku, seperti menggunakan alat kebersihan khusus area industri serta alat pelindung diri untuk meminimalisir risiko terpapar bahan kimia.

Apa Saja Jenis-Jenis Layanan Industrial Cleaning?

Berikut adalah beberapa tipe layanan yang ada di layanan industrial cleaning:
  • Pembersihan Rutin: Tindakan pembersihan rutin dilakukan tiap hari atau tiap minggu untuk mencegah terjadinya penumpukan kotoran atau debu di lantai atau permukaan peralatan. Beberapa aktivitasnya termasuk menyapu, vacuuming, hingga mengelap permukaan agar bebas debu dan kotoran.
  • Deep Cleaning: Deep cleaning adalah tindakan kebersihan yang lebih berat dan terperinci dibandingkan pembersihan harian. Proses ini bertujuan untuk membersihkan kotoran dan kontaminan yang sulit dihilangkan saat pembersihan harian. Maka dari itu, deep cleaning tidak dilakukan sesering pembersihan rutin.
  • High-Pressure Cleaning: High-pressure cleaning menggunakan air bertekanan tinggi untuk membersihkan kotoran yang membandel. Jenis pembersihan ini biasa dilakukan untuk area luar industri, seperti tembok, sisi jalan, atau permukaan eksterior lainnya. High-pressure cleaning juga dapat membersihkan oli atau kotoran lainnya dari peralatan industri.
  • Pembersihan Peralatan Industri: Membersihkan peralatan industri secara rutin sangat penting untuk memperpanjang usia peralatan dan mencegah kerusakan. Peralatan industri biasanya perlu dibongkar agar bisa dibersihkan hingga ke bagian dalam.
  • Air Duct Cleaning: Air duct cleaning berfokus membersihkan ventilasi, filter udara, dan saluran udara agar terbebas dari debu dan kotoran. Hal ini sangat penting untuk menjaga kualitas udara di dalam ruangan pabrik tetap bersih.

Apa Manfaat Menerapkan Industrial Cleaning?

Industrial cleaning menghadirkan banyak manfaat penting dalam menjaga area industri tetap bersih dan aman. Beberapa manfaat tersebut adalah:

Meningkatkan Keamanan dan Kebersihan

Tindakan pembersihan rutin tidak hanya berdampak pada kebersihan, tetapi juga keamanan di area industri. Tumpahan, kebocoran, peralatan yang berantakan, dan kotoran yang segera ditangani akan mengurangi risiko kecelakaan pada karyawan. Area industri yang bersih juga mengurangi risiko masalah kesehatan akibat udara kotor, debu, atau jamur.

Meningkatkan Efisiensi Operasional

Industrial cleaning tidak hanya membersihkan area industri saja, tetapi juga peralatan dan mesin di area industri. Pembersihan secara rutin mencegah terkumpulnya debu dan kotoran di mesin industri, sehingga memperpanjang usia mesin tersebut. Operasional pabrik pun bisa berjalan optimal dengan mesin yang terawat dengan baik.

Kepatuhan Terhadap Regulasi

Banyak pabrik diatur oleh regulasi kebersihan, keamanan, dan lingkungan yang ketat. Industrial cleaning dengan tenaga profesional membantu terpenuhinya regulasi ini, sehingga terhindar dari risiko penalti maupun masalah hukum.

Mencegah Kerusakan Lingkungan

Tindakan dalam industrial cleaning mencakup pengelolaan dan pembuangan limbah yang baik dan sesuai ketentuan. Hal ini menjadi kontribusi perusahaan dalam mencegah kerusakan lingkungan dan menjaga lingkungan tetap hijau.

Kualitas Produk yang Lebih Baik

Pada sektor industri seperti pengolahan makanan dan obat-obatan, kebersihan berdampak langsung terhadap kualitas dan keamanan produk yang dihasilkan. Penerapan industrial cleaning memastikan setiap sudut dan peralatan produksi bebas dari kotoran, sehingga mengurangi risiko kontaminasi.

Langkah-Langkah Penerapan Industrial Cleaning

Berikut adalah langkah-langkah untuk menerapkan industrial cleaning dengan optimal:

Inspeksi Area Industri

Langkah pertama adalah memeriksa area industri apa saja yang perlu dibersihkan. Hal ini dilakukan untuk mengetahui tindakan kebersihan yang diperlukan di tiap area industri. Perhatikan area dengan tingkat kekotoran yang tinggi maupun akses terbatas. Pertimbangkan juga material dan mesin yang ada di area industri untuk menentukan bahan pembersih dan alat yang tepat.

Tetapkan Jadwal Pembersihan

Tentukan seberapa sering area industri akan dibersihkan. Misal, tindakan kebersihan dilakukan tiap hari, minggu, bulan, atau tiap 4 bulan. Beberapa area dapat memerlukan tindakan kebersihan yang lebih sering karena tingginya aktivitas produksi atau risiko kontaminasi di area tersebut. Tentukan juga orang-orang yang bertanggung jawab membersihkan setiap area industri.

Buat Checklist Tindakan Pembersihan

Buat daftar mendetail berisi tindakan pembersihan yang perlu dilakukan di tiap area industri. Hal ini bertujuan agar tidak ada area yang terlewat dalam proses pembersihan. Daftar ini juga mencantumkan perlengkapan yang diperlukan selama proses pembersihan.

Gunakan Perlengkapan yang Tepat

Proses industrial cleaning dihadapkan dengan berbagai jenis bahaya di area industri, mulai dari paparan bahan kimia, sudut peralatan yang tajam, serta mesin dengan suhu tinggi. Tergantung dari area yang dibersihkan, petugas kebersihan akan memerlukan perlengkapan seperti sarung tangan, kacamata pelindung, boots anti licin, dan masker untuk melindungi diri.

Terapkan Tindakan Pembersihan

Mulai lakukan tindakan pembersihan sesuai dengan protokol yang sudah ditetapkan. Setiap area di lingkungan industri memerlukan tindakan pembersihan yang berbeda-beda. Misalnya adalah high-pressure cleaning untuk kotoran membandel atau permukaan besar, serta steam cleaning untuk perlengkapan yang memerlukan sanitasi.

Monitor dan Evaluasi

Selalu pantau proses industrial cleaning secara rutin untuk memastikan proses pembersihan yang sesuai standar. Kumpulkan masukan dari karyawan dan petugas kebersihan untuk mengetahui efektivitas tindakan pembersihan yang sudah dilakukan. Manfaatkan masukan ini untuk meningkatkan proses pembersihan selanjutnya.

Pentingnya Memilih Penyedia Industrial Cleaning yang Tepat

Penyedia layanan industrial cleaning adalah salah satu cara untuk menerapkan pembersihan area industri yang optimal dan sesuai standar. Penyedia layanan ini merupakan para tenaga profesional yang sudah terlatih dan berpengalaman untuk menangani berbagai aspek kebersihan di lingkungan industri. Mereka juga sudah memahami standar kebersihan industri yang berlaku serta dilengkapi dengan peralatan dan bahan pembersih modern. Pemilihan penyedia layanan industrial cleaning yang tepat tidak hanya berdampak pada tingkat kebersihan, tetapi juga operasional secara keseluruhan. Faktor yang perlu diperhatikan adalah reputasi, pengalaman, hingga jenis layanan kebersihan yang ditawarkan. Perusahaan dapat memastikan efisiensi operasional tetap terjaga dengan mempercayakan tugas kebersihan pada ahlinya. Perusahaan pun dapat menjaga lingkungan industri yang sehat, aman, dan produktif.

MitraComm Sumber Sarana: Solusi Terpercaya untuk Jaga Kebersihan Area Produksi

Sebagai penyedia layanan cleaning service di Jakarta Selatan, MitraComm Sumber Sarana (MSS) merupakan partner terpercaya dalam mewujudkan lingkungan industri yang bersih dan terawat. Kami menyediakan beberapa layanan kebersihan yang bisa dipilih berdasarkan kebutuhan perusahaan Anda:
  • General Cleaning Service: Layanan pembersihan rutin, termasuk pemeliharaan area bersama, menjaga kebersihan toilet, membuang dan mengelola sampah, dan mengelola taman dan tumbuhan.
  • Special Treatment Service: Layanan pembersihan khusus untuk material atau permukaan tertentu, seperti misalnya kristalisasi lantai untuk marmer, perbaikan permukaan yang rusak, lapisan pelindung, hingga pembersihan karpet secara mendalam.
  • High-Risk Cleaning Service: Layanan pembersihan untuk area-area yang berbahaya (seperti area kaca yang tinggi) menggunakan peralatan dan keahlian khusus serta dikerjakan oleh tenaga berpengalaman.
MitraComm Sumber Sarana dilengkapi dengan tim berpengalaman dan peralatan modern untuk memastikan setiap sudut lingkungan industri terjaga kebersihannya. Dengan mempercayakan kebersihan area industri Anda dengan MitraComm Sumber Sarana, Anda dapat fokus pada kegiatan produksi yang lebih strategis. Kami berkomitmen pada kepuasan pelanggan serta membantu bisnis Anda berkembang di lingkungan kerja yang lebih sehat dan produktif. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi kami melalui email info@mss.id.   Editor: Irnadia Fardila

Real-Time Monitoring Contact Center: Definisi, Manfaat, Tantangan

Contact center modern saat ini berfungsi lebih dari sekedar pusat bantuan untuk pelanggan, tetapi sebagai titik penting untuk membangun kepuasan dan loyalitas pelanggan terhadap perusahaan. Salah satu caranya adalah dengan menghadirkan pelayanan yang responsif dan solutif terhadap pertanyaan dan keluhan pelanggan. Guna memastikan kualitas pelayanan yang optimal dan konsisten, proses real-time monitoring dilakukan untuk mengawasi interaksi antara agent dan pelanggan. Proses ini juga memungkinkan penyelesaian masalah saat terjadi, sehingga mencegah masalah menjadi memburuk. Ketahui lebih lanjut tentang real-time monitoring di dalam operasional contact center dan strategi menerapkannya dengan efektif.

Apa Itu Real-Time Monitoring?

Secara umum, real-time monitoring adalah proses pemantauan, analisis, dan pelaporan data seiring dengan berjalannya peristiwa. Proses ini terjadi dengan delay sekecil mungkin antara pengumpulan dan pemrosesan data. Melalui monitoring secara real-time, masalah dapat terdeteksi sesegera mungkin dan langsung ditindaklanjuti tanpa gangguan di sistem operasional. Real-time monitoring system diterapkan di berbagai bidang, termasuk di operasional contact center. Pemantauan di contact center bertujuan untuk melacak metrik kualitas pelayanan secara real-time serta mengidentifikasi masalah dengan cepat. Pemantauan secara instan akan memudahkan tindakan lanjutan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan pengalaman pelanggan.

Metrik Contact Center yang Dimonitor dalam Real-Time Monitoring

Real-time monitoring memantau beberapa metrik penting di dalam operasional contact center untuk memastikan kualitas pelayanan yang tinggi. Beberapa metrik tersebut adalah:
  • Average Handling Time (AHT): Waktu yang dihabiskan agent contact center untuk menangani pelanggan, termasuk waktu bicara, waktu tunggu pelanggan, dan after-call work. AHT yang tinggi dapat menunjukkan operasional yang tidak efisien atau kesulitan menyelesaikan masalah dengan cepat.
  • Productivity Rate: Agent productivity rate mengukur seberapa efisien agent contact center dalam menangani interaksi pelanggan. Metrik ini melihat seberapa produktif agent selama waktu kerja mereka berlangsung. Angka yang tinggi mengindikasikan bagaimana seluruh agent yang tersedia bekerja produktif dalam menangani interaksi pelanggan.
  • Abandonment Rate: Persentase panggilan yang ditinggalkan pelanggan sebelum berhasil dijawab agent. Metrik ini menunjukkan rasa frustasi pelanggan akibat waktu tunggu yang lama atau kurangnya agent yang tersedia.
  • Average Hold Time: Rata-rata waktu yang dihabiskan pelanggan untuk menunggu sebelum tersambung ke agent contact center. Waktu tunggu yang lama dapat membuat pelanggan frustasi dan meninggalkan panggilan mereka.
  • Volume Panggilan: Jumlah panggilan yang diterima dan ditangani agent dalam periode waktu tertentu (per jam, hari, atau minggu). Volume panggilan menunjukkan beban kerja dan level aktivitas operasional contact center. Metrik ini digunakan untuk forecasting dan perencanaan sumber daya.

Manfaat dan Tantangan Real-Time Monitoring di Contact Center

Penerapan real-time monitoring di contact center tidak hanya menghadirkan manfaat, tetapi juga tantangan yang perlu diwaspadai. Beberapa manfaat dan tantangan tersebut adalah:

Manfaat Real-Time Monitoring

  • Penyelesaian Masalah Sejak Dini: Melalui real-time monitoring, masalah yang muncul selama interaksi berlangsung dapat segera ditindaklanjuti tanpa adanya penundaan. Misal, jika agent perlu melakukan eskalasi tiket untuk masalah yang kompleks, penyelesaian bisa dilakukan dengan cepat, bahkan sebelum interaksi berakhir.
  • Meningkatkan Performa Agent: Team leader atau real-time floor monitoring dapat memantau interaksi agent dan pelanggan secara real-time dan memberikan masukan secara instan kepada agent. Masukan ini sangat penting untuk meningkatkan performa agent serta kualitas pelayanan yang diberikan.
  • Meningkatkan Efisiensi Operasional: Real-time monitoring memberikan insight penting seputar performa agent dan operasional contact center secara keseluruhan. Insight ini bermanfaat untuk mendeteksi aspek yang bisa ditingkatkan, mulai dari pengalokasian sumber daya yang lebih optimal hingga menjaga beban kerja agent yang seimbang.
  • Meningkatkan Akurasi Forecasting Agent dan Traffic: Real-time monitoring memberikan insights secara real-time ke volume interaksi terkini hingga aktivitas agen. Hal ini memudahkan proses forecasting untuk memprediksi kebutuhan agent dan traffic interaksi yang lebih akurat.

Tantangan Real-Time Monitoring

  • Memantau Semua Interaksi Secara Bersamaan: Interaksi yang ditangani di contact center tidak hanya berupa panggilan, tetapi melalui video call, livechat, media sosial, dan sebagainya. Memantau semua interaksi ini secara real-time bukanlah hal yang mudah. Meskipun menggunakan teknologi canggih, beberapa interaksi dapat terlewat dari pemantauan.
  • Menyeimbangkan Overload dan Akurasi Data: Real-time monitoring menghasilkan volume data yang besar. Tanpa penanganan yang tepat, hal ini dapat membuat manager atau supervisor kewalahan. Fitur analytics pada platform real-time monitoring diperlukan untuk menyaring data-data yang penting saja.
  • Integrasi Sistem yang Kompleks: Penerapan real-time monitoring memerlukan infrastruktur yang canggih untuk memastikan semua data interaksi terpantau dengan baik. Sistem contact center monitoring perlu terintegrasi dengan platform komunikasi, sistem CRM, dan sistem lainnya untuk menghadirkan pemantauan interaksi yang menyeluruh.

Strategi Menerapkan Real-Time Monitoring di Contact Center

Berikut adalah beberapa strategi untuk menerapkan real-time monitoring dengan efektif di operasional contact center:

Tentukan Tujuan dan Metrik Monitoring

Langkah pertama adalah menentukan tujuan dan metrik untuk mengukur kualitas interaksi selama proses monitoring. Hal ini akan menjadi tolak ukur terhadap standar pelayanan yang baik. Selain metrik kuantitatif seperti Average Handling Time dan Productivity Rate, metrik kualitatif seperti cara menyapa, nada bicara, kepatuhan terhadap script dan prosedur, hingga dokumentasi interaksi juga perlu dipertimbangkan.

Libatkan Agent dalam Proses Monitoring

Pastikan agent contact center memahami bagaimana proses real-time monitoring berlangsung dan mengapa proses ini perlu dilakukan. Kumpulkan juga masukan dari agent selama proses monitoring untuk mengetahui aspek yang perlu ditingkatkan. Transparansi kepada semua agent memastikan monitoring berjalan lancar dan tanpa hambatan.

Tetapkan Frekuensi Monitoring

Selanjutnya adalah menentukan frekuensi dilakukannya real-time monitoring berdasarkan prioritasnya. Hal ini bertujuan agar tidak membuat agent atau pengawas monitoring kewalahan. Misalnya, agent baru atau interaksi pelanggan dengan risiko tinggi memerlukan proses monitoring yang lebih sering. 

Lakukan Pengujian dan Evaluasi

Sebelum diterapkan secara menyeluruh, real-time monitoring dapat diuji secara bertahap untuk memastikan akurasi data dan kestabilan sistem. Selanjutnya, lakukan evaluasi secara berkala untuk menilai seberapa efektif proses monitoring yang sudah dijalankan dan menyesuaikan strategi berdasarkan hasil monitoring.

MitraComm: Solusi Outsourcing Contact Center untuk Pelayanan Cepat dan Tepat

Pelayanan berkualitas merupakan salah satu faktor kesuksesan sebuah bisnis. Namun, hal ini akan sulit diwujudkan tanpa tenaga kerja yang memadai untuk memberikan pelayanan tersebut. MitraComm Business Process Solution (MBPS) hadir dengan layanan contact center outsourcing untuk memberikan pelayanan yang mengesankan dan memuaskan bagi pelanggan Anda. MBPS menyediakan beberapa tipe layanan contact center bisa dipilih berdasarkan kebutuhan bisnis Anda:
  • Full Managed Service: MBPS mengelola segala kebutuhan contact center untuk Anda, mulai dari agen, tempat, teknologi, hingga managing operation
  • Partial Managed Service: Sebagian kebutuhan contact center (agen, tempat, teknologi, atau managing operation) akan dipenuhi oleh MBPS untuk menjalankan operasional contact center Anda.
  • Labour Supply: MBPS menyediakan tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan bisnis.
MBPS telah berpengalaman selama lebih dari 12 tahun dalam melayani kebutuhan bisnis perusahaan dari berbagai industri, mulai dari perbankan, asuransi, telekomunikasi, hingga e-commerce. Dengan dukungan agen yang terlatih serta sistem yang canggih, MBPS akan membantu Anda dalam meningkatkan kepuasan pelanggan serta menjalin hubungan yang lebih kuat dengan pelanggan Anda. Untuk informasi lebih lanjut seputar layanan contact center outsourcing, hubungi kami melalui email marketing@phintraco.com Editor: Irnadia Fardila

Peran Jadwal Kerja Agent Contact Center untuk Layanan Optimal

Semua pelanggan tentunya menginginkan pelayanan yang cepat dan tepat. Di balik kecepatan dan ketepatan pelayanan tersebut, terdapat agent contact center yang tersedia untuk menanggapi pertanyaan dan masalah pelanggan. Namun, agent contact center juga merupakan karyawan yang memerlukan jadwal kerja efektif untuk memastikan ketersediaan agen serta kondisi agen yang optimal untuk melayani pelanggan. Menyusun jadwal kerja agent contact center tidak hanya berfokus pada kebutuhan pelanggan sepanjang waktu, tetapi juga keseimbangan beban kerja dan kesejahteraan agen. Pahami lebih lanjut tentang jadwal kerja agent contact center hingga strategi menyusun jadwal di dalam contact center.

Berapa Lama Jam Kerja Agent Contact Center?

Jam operasional agent contact center umumnya diatur oleh perusahaan dengan mempertimbangkan faktor seperti layanan yang diberikan, jenis bisnis, hingga kebijakan perusahaan. Sebagai contoh, contact center yang beroperasi selama 24 jam dapat bekerja mengikuti jadwal shift pagi, siang, dan malam agar layanan selalu tersedia. Beberapa contact center juga hanya beroperasi selama hari dan jam kerja, seperti misalnya 8 jam dengan 5 hari/minggu.  Perlu diketahui bahwa bekerja sebagai agent contact center sangatlah melelahkan, baik secara fisik maupun mental. Mereka perlu duduk di kursi dalam waktu yang lama dan menanggapi berbagai jenis pelanggan dengan banyak tuntutan. Maka dari itu, di selang jam kerja agent contact center yang panjang, istirahat secara berkala diperlukan agar mereka tidak kelelahan dan jatuh sakit.  Penting bagi perusahaan untuk menampilkan jadwal operasional agent contact center di tempat yang mudah diakses, seperti misalnya media sosial atau kontak informasi perusahaan. Hal ini diperlukan agar pelanggan mengetahui kapan waktu yang tepat untuk menghubungi perusahaan. 

Apa Pentingnya Jadwal Kerja Agent Contact Center yang Efektif?

Berikut adalah beberapa alasan pentingnya jadwal kerja yang efektif bagi agent contact center:

Meningkatkan Pengalaman Agen

Meningkatkan pengalaman dan kepuasan karyawan selama bekerja adalah salah satu cara untuk menghasilkan tenaga kerja yang produktif dan berkualitas. Hal ini juga berlaku dalam operasional contact center. Jadwal kerja yang efektif memberikan gambaran jelas seputar jam kerja agent contact center, termasuk durasi mereka bekerja, jam istirahat, dan waktu libur. Jadwal kerja yang mudah diprediksi sangat penting untuk mencegah burnout dan stres selama bekerja.

Kualitas Pelayanan yang Lebih Baik

Pengaturan jadwal kerja yang efektif memastikan jumlah agen yang cukup di waktu yang tepat. Hal ini berperan penting dalam mengurangi waktu tunggu pelanggan serta meningkatkan kecepatan penyelesaian masalah. Agent yang mampu merespon pelanggan dengan tanggap dan solutif akan menghasilkan kualitas pelayanan yang lebih baik. Hal ini akan berdampak pada pengalaman dan kepuasan pelanggan yang lebih baik.

Operasional Contact Center yang Lebih Efisien

Melalui prediksi yang akurat terkait kebutuhan agent contact center dan interaksi pelanggan di masa depan, perusahaan dapat mencegah terjadinya overstaffing atau understaffing. Misal, di masa-masa sibuk, perusahaan dapat mengoptimasi jadwal kerja untuk mengantisipasi tambahan agent jika diperlukan. Penjadwalan yang efektif dapat menghemat biaya tenaga kerja maupun sumber daya yang dimiliki agar tidak sia-sia.

Komponen dalam Menyusun Jadwal Kerja Agent Contact Center

Berikut adalah beberapa komponen penting yang perlu diperhatikan dalam mengatur jadwal kerja agent contact center:
  • Forecasting: Forecasting adalah proses menganalisis data historis dan tren musiman untuk memprediksi kebutuhan agen dalam menangani interaksi pelanggan di masa depan. Tujuannya adalah untuk memperkirakan jumlah agen yang cukup di waktu yang tepat untuk menyeimbangkan biaya tenaga kerja dengan kualitas pelayanan pelanggan.
  • Shift Planning: Komponen shift planning berfokus merancang jadwal kerja dengan mempertimbangkan role, preferensi, kompetensi, hingga permintaan libur dari agent.
  • Real-Time Monitoring: Terlepas dari perencanaan dan penyusunan jadwal yang sudah dilakukan, situasi tidak terduga dapat terjadi dan tidak dapat terhindarkan. Di sinilah pentingnya real-time monitoring untuk memantau situasi operasional contact center untuk mengantisipasi tambahan agent atau mengalokasikan kembali sumber daya yang ada. 

Cara Mengatur Jadwal Kerja Agent Contact Center

Berikut adalah langkah-langkah yang dapat diikuti untuk membuat jadwal kerja agent contact center yang efektif:

Analisis Data Interaksi Historis

Langkah pertama adalah menganalisis data interaksi historis per jam, hari, dan musim. Data ini termasuk data interaksi melalui panggilan, chat, email, dan sebagainya. Tujuannya adalah untuk memperkirakan kebutuhan agent contact center secara akurat. Proses analisis ini memastikan ketersediaan agent yang memadai di waktu yang tepat. Tujuannya adalah untuk mencegah waktu tunggu pelanggan yang terlalu lama atau penurunan kualitas layanan akibat jumlah agent yang kurang.

Manfaatkan Workforce Management Software

Workforce management (WFM) software dapat digunakan untuk menyederhanakan pembuatan jadwal agent yang efektif. Software ini dapat secara otomatis memprediksi kebutuhan agent contact center, merancang jadwal agent yang sudah dioptimasi, serta menyederhanakan manajemen tim secara real-time

Tawarkan Fleksibilitas Shift

Fleksibilitas seperti pengajuan preferensi shift atau penukaran shift dengan rekan kerja dalam batasan tertentu dapat meningkatkan moral dan semangat agent saat bekerja. Agent akan merasa memiliki kontrol lebih terhadap work-life balance mereka, sehingga dapat menurunkan risiko stres dan burnout

Prioritaskan Kesejahteraan Agen

Pastikan setiap jadwal agent memiliki jam istirahat yang cukup agar agent dapat memulihkan energi mereka kembali. Jadwal yang terlalu padat dengan jam istirahat yang sedikit akan membuat agent kelelahan, sehingga menurunkan performa pelayanan agent. Tawarkan support tambahan untuk agent di shift tertentu, seperti misalnya shift malam. Support dapat berupa akses makanan atau tunjangan khusus.

Monitor dan Evaluasi Secara Rutin

Lakukan monitoring secara rutin untuk memastikan efektivitas jadwal kerja yang sudah dibuat. Lacak metrik seperti average handling times, service level agreement, hingga call abandonment rate serta kumpulkan feedback dari agent terkait jadwal kerja yang berlaku. Terapkan penyesuaian secara rutin berdasarkan data dan feedback untuk meningkatkan efisiensi layanan maupun kepuasan agent. 

Jadikan MitraComm Bagian dari Strategi Customer Service Anda

Jadwal kerja agent contact center yang efektif dan seimbang adalah bagian dari customer service yang berkualitas. Bagi Anda yang ingin menghadirkan customer service berkualitas tetapi tidak memiliki sumber daya yang memadai, MitraComm Business Process Solution (MBPS) punya jawabannya. MBPS menghadirkan solusi contact center outsourcing dengan berbagai opsi layanan contact center yang bisa dipilih berdasarkan kebutuhan bisnis Anda:
  • Full Managed Service: MBPS mengelola segala kebutuhan contact center untuk Anda, mulai dari agen, tempat, teknologi, hingga managing operation. 
  • Partial Managed Service: Sebagian kebutuhan contact center (agen, tempat, teknologi, atau managing operation) akan dipenuhi oleh MBPS untuk menjalankan operasional contact center Anda.
  • Labour Supply: MBPS menyediakan tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan bisnis.
Dengan pengalaman lebih dari 12 tahun, layanan contact center outsourcing MBPS telah melayani kebutuhan customer service untuk perusahaan dari berbagai jenis industri, mulai dari perbankan, asuransi, telekomunikasi, hingga e-commerce. Dengan agen yang terlatih profesional serta sistem yang canggih, MBPS siap membantu bisnis Anda meningkatkan kepuasan pelanggan secara signifikan. Untuk informasi lebih lanjut seputar layanan contact center outsourcing, hubungi kami melalui email marketing@phintraco.com Editor: Irnadia Fardila