Blog
Latest Blog from Mitracomm
Manfaat BPO Contact Center untuk Layanan Pelanggan Unggul
06 March 2026
Blog
Apa Itu BPO Contact Center?
BPO contact center adalah penyedia layanan eksternal (outsourcing) yang berfokus menangani interaksi pelanggan melalui berbagai channel komunikasi. BPO sendiri adalah singkatan dari business process outsourcing, yaitu strategi perusahaan untuk mengalihkan sebagian fungsi bisnisnya kepada penyedia layanan eksternal, dengan tujuan utamanya untuk meningkatkan efisiensi operasional bisnis. Dalam konteks contact center, BPO berfokus untuk membantu perusahaan mengelola interaksi pelanggan dari berbagai channel komunikasi. Melalui outsourcing contact center, perusahaan dapat menekan biaya terkait rekrutmen, training, dan infrastruktur contact center sambil tetap menghadirkan pelayanan customer service yang berkualitas.Apa Saja Tipe BPO Contact Center?
Terdapat dua tipe BPO contact center yang dibedakan berdasarkan jenis panggilan yang ditangani, yaitu:Inbound Contact Center
Inbound contact center outsourcing berfokus untuk menangani interaksi yang masuk dari pelanggan. Pada inbound contact center, pelanggan menjadi pihak pertama yang menghubungi perusahaan. Contohnya adalah menanggapi pertanyaan pelanggan, mengatasi keluhan pelanggan, memberikan bantuan teknis, hingga memproses pemesanan produk. Pada inbound contact center, agen contact center berfokus untuk merespon pelanggan dengan cepat serta memberikan jawaban yang memuaskan. BPO contact center dapat menangani interaksi dari berbagai channel, mulai dari telepon, email, live chat, media sosial, dan sebagainya.Outbound Contact Center
Berbeda dengan inbound contact center, outbound contact center menempatkan agen contact center sebagai pihak pertama yang menghubungi pelanggan. Contohnya adalah untuk strategi telemarketing, pengumpulan survei feedback pelanggan, mempromosikan produk kepada pelanggan potensial, hingga melakukan riset pasar.Keuntungan Memakai BPO Contact Center untuk Bisnis
Manfaat BPO contact center sangatlah signifikan untuk mendukung kelancaran operasional bisnis, khususnya bagi perusahaan dengan sumber daya yang terbatas. Keuntungan memakai BPO contact center services adalah:Lebih Hemat Biaya
Salah satu manfaat dari pemakaian business process outsourcing contact center adalah biaya pengeluaran bisnis yang lebih hemat. Melalui outsourcing, perusahaan dapat mengurangi pengeluaran yang diperlukan untuk merekrut tim contact center, termasuk gaji, pelatihan, infrastruktur, dan pemeliharaan teknologi karena sudah dikelola oleh pihak outsourcing sebagai penyedia eksternal. Perusahaan dapat mengalokasikan biaya ke bagian lain yang lebih membutuhkan, seperti pengembangan teknologi atau inovasi produk.Ketersediaan 24/7
Outsourcing customer service memungkinkan pelayanan pelanggan dilakukan selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu, termasuk akhir pekan dan hari libur. Pelanggan selalu mengharapkan bantuan kapan pun mereka butuhkan, sehingga penting untuk memastikan customer service selalu tersedia. Dengan dukungan tim customer service outsourcing profesional, perusahaan tidak perlu menambah beban operasional internal untuk menyediakan layanan yang konsisten sepanjang waktu. Hal ini akan berdampak pada kepuasan pelanggan akibat respons yang tanggap.Akses ke Tenaga Kerja Kompeten
BPO contact center memberikan perusahaan akses ke tenaga agen contact center kompeten yang mungkin tidak dimiliki sebelumnya. Agen-agen ini sudah dilatih dengan kemampuan dalam pelayanan pelanggan, bantuan teknis, integrasi CRM, dan penanganan interaksi melalui omnichannel. Perusahaan juga bisa mengakses teknologi contact center terkini tanpa harus terbebani dengan biaya yang tinggi karena sudah disediakan oleh penyedia BPO contact center. Hal ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan pelanggan yang diberikan.Skalabilitas yang Lebih Baik
BPO contact center mendukung skalabilitas yang lebih fleksibel. Artinya, perusahaan dapat menyesuaikan tenaga kerja yang dibutuhkan berdasarkan demand yang ada. Misalnya, pada periode puncak yang memerlukan lebih banyak agen contact center untuk menghadapi lonjakan panggilan yang masuk. BPO contact center juga dapat mengurangi kapasitas saat memasuki periode yang lebih sepi, sehingga biaya operasional tetap efisien dan terkontrol.Baca Juga: Contact Center Outsourcing: Solusi Efisien Tingkatkan Kualitas Layanan
Kriteria Penting dalam Memilih Mitra BPO Contact Center
Setelah memahami keuntungan memakai BPO contact center, langkah selanjutnya adalah memilih mitra yang tepat untuk bisnis Anda. Tidak semua mitra BPO menawarkan kualitas dan kemampuan yang sama. Beberapa kriteria yang bisa Anda pertimbangkan dalam menemukan mitra BPO contact center yang tepat adalah:- Infrastruktur Teknologi: Kriteria pertama adalah jenis teknologi yang digunakan untuk mendukung operasional contact center. Pastikan mitra BPO Anda memakai teknologi terkini seperti CRM terintegrasi, sistem ticketing, platform omnichannel, atau platform berbasis cloud. Teknologi yang memadai dapat mendukung efisiensi layanan customer service Anda.
- Omnichannel: Strategi omnichannel telah menjadi standar dalam menghadirkan pelayanan pelanggan berkualitas. Pilihlah mitra BPO contact center yang dapat melayani berbagai channel komunikasi, seperti telepon, email, live chat, media sosial, dan sebagainya. Cara ini memastikan pelanggan mendapatkan bantuan di channel komunikasi mana pun yang mereka inginkan.
- Skalabilitas: Kriteria skalabilitas melihat seberapa baik BPO contact center dalam menangani lonjakan panggilan, terutama di musim high-demand. Pertimbangkan apakah BPO contact center mampu menyesuaikan kapasitas tim dan layanan seiring dengan perkembangan bisnis.
- Transparansi Biaya: Pahami model biaya yang dimiliki mitra BPO contact center secara detail. Hal ini termasuk biaya setup, operasional, dan biaya lainnya. Pastikan model biaya mitra BPO Anda cocok dengan budget Anda, sehingga tidak menimbulkan kerugian.
- Kualitas Agen: Agen contact center menjadi pihak yang langsung bersinggungan dengan pelanggan Anda dalam interaksi customer service. Pastikan agen BPO contact center Anda memiliki kompetensi yang diperlukan untuk menghadirkan pelayanan berkualitas.
- Reputasi dan Pengalaman Industri: Pastikan mitra BPO contact center Anda memiliki pengalaman di industri Anda. Reputasi yang positif menunjukkan komitmen dalam memberikan layanan berkualitas. Hal ini memperlihatkan kemampuan dalam menangani berbagai kebutuhan bisnis.
- Keamanan: Data pelanggan adalah data sensitif yang perlu ditangani dengan hati-hati. Mitra BPO pilihan Anda memiliki fitur keamanan yang kuat serta mematuhi regulasi yang berlaku.
Percayakan Kebutuhan Contact Center Anda dengan Layanan BPO Contact Center dari MitraComm!
Memilih mitra BPO contact center yang tepat adalah strategi penting untuk menyediakan pelayanan pelanggan yang responsif, konsisten, dan profesional. MitraComm Business Process Solution (MBPS) hadir dengan solusi contact center outsourcing untuk membantu Anda memberikan layanan pelanggan berkualitas tanpa harus terbebani oleh operasional yang rumit. MBPS memiliki beberapa layanan contact center outsourcing yang bisa dipilih berdasarkan kebutuhan dan skala bisnis Anda:- Full Managed Service: MBPS mengelola segala kebutuhan contact center untuk Anda, mulai dari agen, tempat, teknologi, hingga managing operation.
- Partial Managed Service: Sebagian kebutuhan contact center (agen, tempat, teknologi, atau managing operation) akan dipenuhi oleh MBPS untuk menjalankan operasional contact center Anda.
- Labour Supply: MBPS menyediakan tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan bisnis.
Business Messaging: Strategi Komunikasi Bisnis Modern
27 February 2026
Blog
Apa Itu Business Messaging?
Business messaging atau pesan bisnis adalah cara perusahaan berkomunikasi dan merespon pelanggan melalui berbagai kanal komunikasi. Business messaging memfasilitasi interaksi pelanggan agar tidak hanya terpaku di telepon saja, tetapi juga melalui media lain seperti SMS, livechat, WhatsApp, email, hingga direct message di media sosial seperti Facebook, X, Instagram, dan TikTok. Pemakaian pesan bisnis menjadi aspek penting bagi bisnis yang ingin menjangkau pelanggan dan meningkatkan kepuasan mereka. Pesan bisnis memudahkan pelanggan untuk menjangkau perusahaan sesuai kanal komunikasi pilihan mereka. Contoh pesan bisnis yang dikirimkan ke pelanggan dapat berupa pesan promosi, notifikasi pengiriman produk, pembaruan kebijakan perusahaan, hingga real-time support.Mengapa Bisnis Memerlukan Business Messaging?
Pemakaian pesan bisnis tidak hanya menguntungkan bagi bisnis Anda, tetapi juga untuk pelanggan. Beberapa alasan mengapa bisnis perlu memakai pesan bisnis adalah:Meningkatkan Customer Engagement
Salah satu keuntungan utama dari pemakaian pesan bisnis adalah meningkatkan customer engagement. Semua pelanggan dapat menjangkau bisnis Anda dengan kanal komunikasi yang mereka inginkan, mulai dari telepon, livechat, media sosial, email, dan sebagainya. Misal, beberapa pelanggan lebih memilih mengajukan keluhan melalui media sosial dibandingkan media lain seperti telepon atau email. Beberapa business messaging tools juga memiliki fitur push notifications untuk mendorong pelanggan membaca dan bertindak dari pesan yang telah dikirimkan.Pesan yang Lebih Personal
Personalisasi telah menjadi strategi penting untuk memperkuat hubungan dan loyalitas pelanggan. Pesan bisnis memungkinkan bisnis Anda untuk merancang pesan yang lebih personal melalui berbagai platform. Personalisasi dapat memanfaatkan nama pelanggan hingga riwayat pencarian atau pembelian, sehingga pesan yang disampaikan dapat lebih relevan dengan minat dan kebutuhan pelanggan. Beberapa business messaging platform juga memungkinkan media gambar dan video untuk memperkaya pesan promosi yang Anda sampaikan.Customer Support yang Lebih Efisien
Pemakaian pesan bisnis dapat mendukung customer support yang lebih efisien dibandingkan telepon tradisional atau bantuan secara tatap muka. Platform pesan bisnis memungkinkan bisnis Anda untuk berinteraksi secara langsung dengan banyak pelanggan secara simultan. Pertanyaan umum juga dapat diarahkan ke chatbot dan self-service, sehingga memudahkan agen customer service untuk fokus ke masalah yang lebih kompleks. Perusahaan pun dapat menekan jumlah agen customer service yang tersedia.Contoh Penerapan Business Messaging
Business messaging banyak diterapkan untuk menjawab berbagai kebutuhan bisnis serta meningkatkan pengalaman pelanggan. Beberapa contoh penerapannya adalah:- Ucapan Selamat Datang: Saat pelanggan membuat akun baru di aplikasi atau website, Anda dapat memakai pesan bisnis untuk mengirimkan pesan selamat datang. Anda bisa memperkenalkan bisnis Anda, menawarkan promo khusus pengguna baru, atau menyampaikan informasi lainnya.
- Program Loyalitas Pelanggan: Manfaatkan pesan bisnis untuk mempromosikan program loyalitas pelanggan. Pesan bisnis ini bertujuan untuk menginformasikan manfaat yang bisa didapatkan dari loyalitas dan pembelian berulang, mulai dari diskon hingga uji coba produk baru.
- Pesan Transaksional: Pesan transaksional umumnya berisi pesan otomatis dari transaksi antara bisnis dan pelanggan. Contohnya adalah konfirmasi pembelian, bukti pembayaran, hingga informasi pengiriman produk.
- Pesan Promosi: Anda bisa memakai pesan bisnis untuk mengirimkan berbagai promosi menarik kepada pelanggan. Misalnya adalah penawaran terbatas melalui SMS yang mengharuskan pelanggan untuk menukar SMS di outlet terdekat untuk mendapatkan diskon.
Baca Juga: SMS Campaign: Strategi Efektif Tingkatkan Penjualan Bisnis
Cara Menerapkan Business Messaging untuk Bisnis Anda
Ingin menerapkan pesan bisnis untuk perusahaan Anda? Ikuti langkah-langkah praktis berikut ini untuk implementasi yang efektif:Lakukan Riset Pasar
Langkah pertama adalah melakukan riset pasar seputar kanal komunikasi yang pelanggan Anda gunakan. Misal, banyak pelanggan lebih memilih kanal komunikasi berbasis mobile (WhatsApp dan media sosial) karena tingginya penggunaan smartphone. Tentukan kanal komunikasi yang tepat untuk jenis pesan bisnis yang berbeda, seperti SMS untuk notifikasi promo terbatas dan WhatsApp untuk memfasilitasi customer support langsung.Tetapkan Tujuan Anda
Selanjutnya adalah menentukan tujuan Anda dalam memakai business messaging. Misal, Anda ingin meningkatkan kualitas customer service atau mendorong penjualan. Tujuan yang spesifik dan terukur diperlukan untuk memandu strategi business messaging Anda. Tetapkan metrik seperti open rate, conversion rate, atau average resolution time untuk mengukur keberhasilan business messaging Anda.Gunakan Platform yang Tepat
Pemilihan platform yang tepat diperlukan untuk mendukung keberhasilan strategi business messaging Anda. Pastikan platform tersebut dapat terintegrasi dengan sistem bisnis Anda serta memiliki fitur-fitur penting seperti otomatisasi, multichannel support, hingga reporting dan analytics. Platform yang terintegrasi akan memudahkan Anda dalam melacak interaksi, menyimpan data pelanggan, hingga mengelola pertanyaan atau masalah yang masuk.Buat Strategi Business Messaging
Strategi business messaging Anda menerangkan jenis-jenis pesan yang akan Anda kirimkan, frekuensi pengiriman yang tepat, serta isi yang sesuai dengan jenis pesan tersebut. Tentukan juga nada bicara pada pesan tersebut agar sesuai dengan branding bisnis Anda. Strategi ini memastikan konsistensi bahasa dalam setiap pesan Anda di seluruh kanal komunikasi.Jalankan, Amati, dan Evaluasi
Selanjutnya, mulai jalankan strategi business messaging Anda. Lacak performa pesan bisnis melalui metrik seperti tingkat respons pelanggan, angka konversi, hingga tingkat kepuasan pelanggan. Manfaatkan insights ini untuk memperbaiki strategi business messaging agar berjalan lebih baik lagi.Baca Juga: SMS Gateway: Solusi Efektif untuk Keperluan Bisnis
Wujudkan Business Messaging yang Konsisten dan Tepat Sasaran Bersama MitraComm!
Menerapkan strategi pesan bisnis lebih dari sekedar mengirimkan pesan, tetapi bagaimana membangun komunikasi yang konsisten, relevan, dan tepat sasaran. Untuk mewujudkannya, Anda akan membutuhkan mitra andalan untuk memastikan keberhasilan strategi pesan bisnis. MitraComm Ekasarana Channel Solution (MECS) hadir dengan layanan SMS gateway untuk memfasilitasi strategi pesan bisnis melalui SMS. MECS menghubungkan strategi pesan bisnis Anda dengan berbagai perusahaan telekomunikasi ternama di Indonesia, sehingga Anda dapat menjangkau seluruh pelanggan dengan mudah dan efisien. MECS menyediakan berbagai layanan SMS untuk berbagai kebutuhan bisnis Anda, termasuk SMS banking, push & pull SMS, SMS broadcast/bulk SMS, SMS online transactions, hingga SMS advertising. Kami juga menyediakan layanan monitoring support yang beroperasi 24/7 untuk memastikan strategi business messaging Anda berjalan lancar dan tanpa hambatan. Untuk informasi lebih lanjut seputar layanan SMS gateway MECS, hubungi kami melalui email marketing@phintraco.com.Written by Muftia Parasati, S.S., Content Writer at Mitracomm Ekasarana, specializing in research-based and SEO-optimized content on technology, digital business, and customer experience topics. | Muftia LinkedIn Profile Editor: Irnadia Fardila
SMS Campaign: Strategi Efektif Tingkatkan Penjualan Bisnis
20 February 2026
Blog
Apa Itu SMS Campaign?
SMS campaign service atau kampanye SMS adalah bagian dari strategi SMS marketing perusahaan yang memakai pesan singkat (SMS) untuk mempromosikan produk atau menyampaikan informasi tertentu, seperti misalnya promo spesial atau diskon. Meskipun SMS jarang digunakan sebagai media komunikasi serta memiliki batasan dalam panjang dan visual pesan, banyak perusahaan masih memanfaatkan SMS sebagai media promosi. Hal ini disebabkan oleh biaya promosi SMS yang relatif lebih terjangkau dan dapat menjangkau audiens yang luas. Dengan hampir semua lapisan masyarakat Indonesia menggunakan handphone, promosi via SMS lebih mudah menjangkau pelanggan karena tidak memerlukan jaringan internet.Peraturan SMS di Indonesia
Sebelum menjalankan strategi SMS campaign, penting untuk mengetahui regulasi terkait penyelenggaraan layanan pesan singkat dan broadcast. Peraturan SMS di Indonesia menekankan pendaftaran dan validasi ID pengirim, peninjauan konten, dan kasus penggunaan sebelum pesan dikirim. Bagi bisnis yang ingin mengirim SMS blast atau SMS broadcast wajib terdaftar dan konsisten dengan nama brand serta tidak menyesatkan. Persetujuan eksplisit (opt-in) dari pengguna dan opsi berhenti (opt-out) haruslah jelas dan berfungsi baik. Artinya, pelanggan harus secara eksplisit setuju untuk menerima SMS melalui kanal yang sah (formulir web atau persetujuan aplikasi). Opsi untuk berhenti menerima SMS juga perlu dicantumkan, seperti "Balas STOP untuk berhenti belangganan". Konten pesan haruslah transparan, tidak menipu, dan mengikuti pedoman bahasa. Jika perusahaan hendak mengirimkan kode OTP lewat SMS, wajib cantumkan nama brand, kode sekali pakai, dan masa berlaku tanpa menyertakan link yang tidak perlu. Pelanggaran seperti ID tidak terdaftar atau keluhan spam dapat berujung pada pemblokiran traffic, penangguhan ID pengirim, hingga penghentian akun.Baca Juga: SMS Targeted: Jangkauan Luas, Pesan Lebih Tepat Sasaran
Alasan Bisnis Memerlukan SMS Campaign
Bagi Anda yang mencari cara untuk mempromosikan bisnis serta menjangkau pelanggan secara cepat dan efektif, SMS campaign dapat menjadi opsi menarik. Beberapa alasan mengapa bisnis Anda memerlukan strategi SMS ini adalah:Tingkat Engagement yang Tinggi
Salah satu keuntungan dari pemakaian SMS campaign adalah tingkat engagement yang cukup tinggi. Layanan SMS memiliki tingkat open rate mencapai 98%. Setiap pelanggan yang memiliki handphone dapat menerima SMS tanpa memerlukan jaringan internet. Dengan demikian, strategi kampanye SMS dapat menjangkau pelanggan dengan cepat untuk mendorong tindakan segera dari pelanggan. Hal ini membuat media SMS lebih unggul dibanding media lain seperti email, iklan tradisional, atau media sosial yang sering kali terabaikan.Mudah Dibuat
Pesan singkat untuk kampanye SMS cenderung mudah dibuat. Format SMS memiliki jumlah kata yang terbatas, sehingga perusahaan perlu merancang isi pesan agar singkat dan padat informasi. Anda bisa memanfaatkan media SMS untuk berbagai keperluan, mulai dari promo waktu terbatas, penawaran yang dipersonalisasi, hingga promosi produk terbaru.Hemat Biaya
Pelaksanaan strategi kampanye SMS memakan lebih sedikit biaya dibandingkan iklan tradisional seperti TV atau media cetak, dengan biaya per pesan yang rendah dan ROI yang tinggi karena respons cepat dari pelanggan. Perusahaan akan lebih mudah menjangkau ratusan hingga ribuan pelanggan tanpa biaya yang terlalu mencekik. Hal ini membuat kampanye SMS mudah diakses untuk bisnis dalam berbagai skala.Cara Mengukur Keberhasilan SMS Campaign
Dalam mengukur keberhasilan SMS campaign, Anda dapat menggunakan metrik seperti persentase delivery rate, open rate, click-through rates (CTR), hingga opt-out rate.- Delivery Rate: Metrik delivery rate mengukur berapa banyak pesan yang berhasil terkirim dan diterima oleh pelanggan. Persentase delivery rate yang bagus dapat mencapai 95%-98% atau lebih tinggi lagi. Hal ini berasal dari daftar kontak yang rapi hingga konten SMS yang tidak spam.
- Open Rate: Keberhasilan SMS campaign juga diukur dari metrik open rate, yaitu seberapa banyak pesan yang dibuka dan dibaca pelanggan. Persentase open rate yang tinggi, seperti 98%, menunjukkan visibilitas SMS yang tinggi dan timing pengiriman yang tepat.
- Click-Through Rate: Metrik click-through rate (CTR) melacak berapa banyak pelanggan yang mengklik situs yang dikirimkan. Persentase CTR yang baik berkisar 19%-36% yang menunjukkan relevansi pesan dan call-to-action yang kuat.
- Opt-Out Rate: Metrik opt-out mengukur berapa banyak pelanggan yang memilih berhenti berlangganan setelah menerima kampanye SMS. Persentase opt-out yang baik berkisar di angka 1%. Angka yang terlalu tinggi dapat menunjukkan frekuensi pesan yang terlalu sering hingga isi pesan yang tidak relevan.
Baca Juga: SMS Aggregator: Definisi, Cara Kerja, dan Tips Memilih
Strategi Menjalankan SMS Campaign yang Efektif
Tertarik menggunakan kampanye SMS untuk mempromosikan bisnis Anda? Ikuti langkah-langkah berikut ini untuk menerapkan kampanye SMS dengan efektif:Tentukan Tujuan SMS Campaign
Langkah pertama adalah menentukan tujuan Anda melakukan kampanye SMS. Tujuan ini bertujuan untuk memandu keseluruhan strategi SMS Anda, memastikan relevansi pesan, hingga mengukur tingkat keberhasilan strategi SMS yang akan dijalankan. Contoh tujuan kampanye SMS dapat berupa peningkatan penjualan hingga mendorong kunjungan ke outlet.Lakukan Segmentasi Penerima
Langkah selanjutnya adalah melakukan proses segmentasi pelanggan untuk membuat pesan yang lebih personal dan relevan. Segmentasi untuk SMS campaign menggunakan teknik profiling dengan mengumpulkan data berdasarkan demografi (umur, jenis kelamin, lokasi) dan memakai strategi targeting. Strategi ini menargetkan audiens untuk promosi di lokasi tertentu, seperti promo di outlet dalam jarak tertentu.Buat Isi Pesan yang Singkat, Padat, dan Jelas
SMS memiliki panjang karakter yang terbatas. Anda perlu merancang isi pesan seefektif mungkin berdasarkan tujuan yang ingin dicapai. Gunakan bahasa sederhana yang singkat, padat, dan jelas dengan call-to-action yang kuat, seperti "Klik sekarang". Isi yang ringkas ini akan meningkatkan tingkat baca dari pelanggan.Perhatikan Timing dan Frekuensi Pengiriman
Timing pengiriman yang tepat tidak hanya memastikan penerima membaca SMS yang dikirimkan, tetapi juga mencegah pelanggan merasa terganggu. Batasi frekuensi pengiriman pesan setidaknya 4-6 pesan per bulan per segmen pelanggan untuk memastikan keberhasilan strategi SMS campaign Anda.Lakukan Pengujian dan Evaluasi
Sebelum menjalankan strategi SMS campaign, Anda bisa melakukan pengujian untuk menguji efektivitas pesan Anda. Lakukan A/B testing pada isi pesan, waktu pengiriman, atau segmen penerima sebelum peluncuran SMS campaign. Evaluasi secara berkala selama SMS campaign berlangsung juga diperlukan untuk meningkatkan kualitas strategi yang sedang dijalankan.Baca Juga: SMS Gateway: Solusi Efektif untuk Keperluan Bisnis
Pastikan Keberhasilan Strategi SMS Campaign dengan SMS Gateway dari MitraComm!
Salah satu cara mendukung keberhasilan strategi SMS campaign Anda adalah dengan bekerja sama dengan partner yang tepat. MitraComm Ekasarana Channel Solution (MECS) dengan layanan SMS gateway hadir sebagai mitra andalan Anda dalam menjalankan strategi SMS campaign. MECS memastikan bisnis Anda terhubung dengan banyak perusahaan telekomunikasi ternama di Indonesia, sehingga Anda dapat menjangkau seluruh pelanggan dengan mudah dan efisien. Layanan SMS kami turut mencakup SMS banking, push & pull SMS, SMS broadcast/bulk SMS, SMS online transactions, hingga SMS advertising. Kami juga menyediakan layanan monitoring support yang beroperasi 24/7 untuk memastikan strategi SMS campaign Anda berjalan lancar dan tanpa kendala. Hubungi kami sekarang melalui email marketing@phintraco.com untuk informasi lebih lanjut seputar layanan SMS gateway.Frequently Asked Questions (FAQ)
Apa itu SMS campaign?
SMS campaign adalah strategi pemasaran melalui pesan singkat yang dikirim ke daftar nomor pelanggan untuk promosi, informasi produk, atau pengumuman layanan.Bagaimana menjalankan SMS campaign?
SMS campaign dijalankan dengan menentukan tujuan kampanye, membuat daftar kontak, menyusun pesan yang relevan, serta mengirim pesan melalui platform SMS gateway dan memantau hasilnya.Berapa biaya SMS campaign?
Biaya SMS campaign di Indonesia biasanya Rp100–Rp500 per SMS tergantung penyedia layanan dan volume pengiriman, sedangkan paket bulanan atau saldo besar seringkali ditawarkan dengan tarif lebih murah per pesan.Apa langkah pertama untuk memulai SMS campaign bagi bisnis kecil?
Langkah pertama adalah mengumpulkan daftar nomor pelanggan yang relevan, menetapkan tujuan kampanye, lalu memilih platform SMS gateway untuk mulai mengirim pesan.Bagaimana cara mengukur efektivitas SMS campaign?
Efektivitas SMS campaign diukur melalui metrik seperti tingkat buka (open rate), tingkat respons (response rate), jumlah klik pada tautan, serta konversi yang dihasilkan dari pesan yang dikirim.Kapan waktu terbaik untuk mengirim SMS campaign?
Waktu terbaik mengirim SMS campaign adalah saat pelanggan aktif, umumnya pagi hingga sore hari kerja, agar pesan lebih cepat dibaca dan respons lebih tinggi.Apa rekomendasi platform terbaik untuk menjalankan kampanye SMS di Indonesia?
MitraComm Ekasarana Channel Solution (MECS) menyediakan solusi SMS gateway yang kuat dan dapat diandalkan untuk menjalankan kampanye SMS di Indonesia dengan dukungan teknis dan kapasitas pengiriman yang luas.Written by Muftia Parasati, S.S., Content Writer at Mitracomm Ekasarana, specializing in research-based and SEO-optimized content on technology, digital business, and customer experience topics. | Muftia LinkedIn Profile Editor: Irnadia Fardila
Ini Dia Cara Cegah Pemalsuan Dokumen dengan E-Meterai!
13 February 2026
Blog
Dasar Hukum E-Meterai untuk Dokumen Elektronik
Dasar hukum pemakaian e-Meterai untuk dokumen elektronik tertuang dalam UU No. 10 Tahun 2020 tentang Bea Meterai. Peraturan ini menyebutkan meterai elektronik sebagai label atau carik yang penggunaannya dilakukan dengan cara dibubuhkan pada dokumen melalui sistem tertentu. Kemudian, objek dari bea meterai adalah dokumen, baik dalam bentuk tulisan tangan, cetakan, atau elektronik yang dapat dipakai sebagai alat bukti atau keterangan. Objek bea meterai adalah dokumen yang dikenakan pajak dari pemakaian e-Meterai. Dokumen ini menerangkan kejadian yang bersifat perdata serta atau juga digunakan sebagai alat bukti di pengadilan. Adapun dokumen yang bersifat perdata adalah:- Surat perjanjian, surat keterangan, surat pernyataan, atau surat lainnya yang sejenis beserta rangkapnya
- Akta notaris dengan grosse, salinan, dan kutipannya
- Akta Pejabat Pembuat Akta Tanah dengan salinan dan kutipannya
- Dokumen transaksi surat berharga, termasuk dokumen transaksi kontrak berjangka dengan nama dan bentuk apapun
- Dokumen lelang berupa kutipan risalah lelang, minuta risalah lelang, salinan risalah lelang, dan grosse risalah lelang
- Dokumen yang menyatakan jumlah uang sebesar lebih dari Rp5.000.000, di mana dokumen menyebutkan penerimaan uang atau berisi pengakuan bahwa utang seluruhnya atau sebagiannya telah dilunasi atau diperhitungkan
- Dokumen yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah
Baca Juga: Ketahui Contoh Dokumen dengan E-Meterai dan Cara Memakainya
Apa Sanksi Bagi Pihak yang Menggunakan Meterai Palsu?
Meskipun e-Meterai dapat diakses secara praktis melalui penyedia resmi, masih ada pihak yang memanfaatkan kesempatan untuk menyediakan meterai palsu. Berdasarkan Pasal 24 UU No. 10 Tahun 2020 tentang Bea Meterai, pihak-pihak yang meniru dan memalsukan e-Meterai akan dipidana paling lama 7 (tujuh) tahun penjara dan denda Rp500.000.000. Sementara untuk orang yang memakai, menjual, menawarkan, menyerahkan, dan mempunyai persediaan meterai palsu untuk dijual, akan dikenakan pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan denda Rp500.000.000. E-Meterai palsu yang dibubuhkan juga tidak memiliki ciri khas unik dan tidak valid ketika diverifikasi melalui PERURI Scanner.Baca Juga: Panduan E-Meterai untuk Bisnis: Solusi Legalitas Dokumen Praktis
Bagaimana e-Meterai Mencegah Terjadinya Tindakan Pemalsuan Dokumen?
Keamanan dokumen digital dapat ditingkatkan dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan e-Meterai. Teknologi e-Meterai berperan penting dalam meningkatkan keamanan dokumen karena adanya 3 fitur keamanan tambahan pada e-Meterai. Fitur tersebut adalah kode barcode unik di setiap e-Meterai (overt), segel khusus dari PERURI (covert), serta pembuktian forensik langsung dari PERURI. Fitur keamanan ini juga mendukung pencegahan pemalsuan dokumen dengan memakai e-Meterai. Tidak hanya itu, pengguna juga bisa memverifikasi e-Meterai yang sudah dibubuhkan menggunakan website PERURI. Saat mengecek dokumen yang sudah dibubuhkan e-Meterai, PERURI tidak hanya menunjukkan status validitas e-Meterai, tetapi juga informasi lain seperti waktu pembubuhan, website tempat e-Meterai dibubuhkan, serta email yang dipakai untuk membubuhkan e-Meterai. e-Meterai juga dilengkapi dengan sistem enkripsi yang sulit dipalsukan untuk melindungi keaslian dokumen elektronik. Jika terjadi perubahan apapun setelah dokumen dibubuhkan e-Meterai, maka e-Meterai tersebut dianggap hangus dan tidak valid lagi. Maka dari itu, jika terjadi kesalahan pada dokumen yang sudah dibubuhkan e-Meterai, dokumen dapat diperbaiki terlebih dahulu dan dibubuhkan e-Meterai baru. Fitur-fitur yang ada pada e-Meterai tersebut menunjukkan cara e-Meterai mencegah pemalsuan dokumen.Baca Juga: Pastikan Legalitas Dokumen Perusahaan dengan E-Meterai
Cara Cek Keaslian Dokumen dengan E-Meterai
Pengecekan keaslian dokumen yang sudah dibubuhkan e-Meterai bisa dilakukan melalui website PERURI. Untuk melakukannya, ikuti langkah-langkah berikut ini:- Kunjungi website https://verification.peruri.co.id/.
- Unggah dokumen yang sudah dibubuhkan e-Meterai
- Centang kotak "I'm not a robot" dan selesaikan CAPTCHA yang muncul.
- Tunggu proses pengecekan.
- Halaman akan menampilkan informasi terkait dokumen dengan e-Meterainya, termasuk status keaslian e-Meterai tersebut.
Dapatkan E-Meterai Asli dan Resmi untuk Dokumen Anda Hanya di MitraComm!
Guna memastikan keamanan dan keaslian dokumen, penting untuk mendapatkan e-Meterai di platform penyedia resmi. Sebagai mitra resmi penyedia e-Meterai, MitraComm Ekasarana hadir sebagai solusi andalan bagi Anda yang membutuhkan e-Meterai asli dengan cara yang aman, praktis, dan mudah. MitraComm Ekasarana melayani berbagai jenis kebutuhan e-Meterai, mulai dari pemungut/WAPU, reseller, hingga end-user. Dengan sistem yang terintegrasi, andal, serta dukungan layanan pelanggan yang responsif, MitraComm Ekasarana siap memastikan setiap kebutuhan e-Meterai, baik untuk personal hingga korporat, dapat terpenuhi dengan baik. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi kami melalui email marketing@phintraco.com atau kunjungi website https://mitracomm.e-meterai.co.id untuk mulai membeli dan membubuhkan e-Meterai.Written by Muftia Parasati, S.S., Content Writer at Mitracomm Ekasarana, specializing in research-based and SEO-optimized content on technology, digital business, and customer experience topics. | Muftia LinkedIn Profile Editor: Irnadia Fardila
Kenali 6 Masalah Umum Penggunaan E-Meterai dan Solusinya
06 February 2026
Blog
E-Meterai Digunakan untuk Apa Saja?
Beberapa contoh dokumen yang memerlukan pembubuhan e-Meterai adalah:Perjanjian Kerja
Contoh dokumen perusahaan pertama yang memerlukan pembubuhan e-Meterai adalah dokumen perjanjian kerja. Jenis dokumen ini dibuat ketika seorang karyawan baru saja bergabung ke sebuah perusahaan. Perjanjian kerja menjabarkan hak dan kewajiban karyawan selama bekerja di perusahaan. Dokumen ini sangat penting untuk melindungi hak dan kewajiban karyawan serta perusahaan. Jika salah satu pihak gagal memenuhi kewajibannya, maka dokumen ini bisa menjadi barang bukti di pengadilan.Perizinan Usaha Berbasis Risiko
E-Meterai untuk bisnis dengan tingkat potensi cedera atau kecelakaan memerlukan dokumen khusus untuk menjalankan usahanya dengan legal. Contoh jenis bisnis ini bergerak di sektor kelautan dan perikanan, pertanian, perindustrian, energi dan sumber daya mineral, obat dan makanan, lingkungan hidup dan kehutanan, dan sebagainya.Dokumen Keuangan
Dokumen yang memuat nilai uang seperti transaksi bisnis atau kewajiban pembayaran memerlukan pembubuhan e-Meterai. Adanya e-Meterai dalam dokumen keuangan berfungsi untuk menegaskan bahwa nominal yang tercantum dan pihak yang terlibat sudah tercatat secara resmi. E-Meterai pada dokumen keuangan juga memudahkan proses audit karena semua rekam jejaknya tersimpan di dalam sistem.Digital Invoice
Dokumen elektronik seperti digital invoice memerlukan pembubuhan e-Meterai untuk memberikan kekuatan hukum pada dokumen tersebut. Dilansir dari Pasal 3 UU No. 10 Tahun 2020 tentang Bea Meterai, dokumen yang menyatakan jumlah uang lebih dari Rp5.000.000 wajib diberikan meterai. Dokumen ini termasuk digital invoice, faktur, kwitansi, dan dokumen lainnya yang berkaitan dengan penerimaan uang.Kontrak Bisnis
Kontrak bisnis adalah jenis dokumen yang dibuat perusahaan saat melakukan kerja sama bisnis dengan perusahaan lainnya. Isi kontrak bisnis dapat berupa transaksi penjualan dan pembelian, aliansi bisnis, maupun jenis kerja sama lainnya. Detail terkait kerja sama ini tercatat dalam bentuk kontrak yang ditandatangani oleh kedua belah pihak. Isi kontrak juga mencantumkan hak dan kewajiban yang dimiliki kedua belah pihak selama proses kerja sama berlangsung.Baca Juga: Ketahui Contoh Dokumen dengan E-Meterai dan Cara Memakainya
Apa Saja Masalah Umum yang Sering Terjadi Saat Menggunakan E-Meterai?
Beberapa contoh masalah umum dalam penggunaan e-Meterai adalah:Pembelian E-Meterai Gagal
Masalah umum penggunaan e-Meterai yang pertama adalah pembelian e-Meterai yang gagal. Di platform resmi penyedia e-Meterai seperti MitraComm, e-Meterai yang sudah dibeli akan muncul dalam bentuk kuota. Masalah muncul ketika pengguna sudah berhasil melakukan pembayaran, tetapi kuota e-Meterai tidak bertambah. Jika mengalami masalah ini, Anda perlu mengecek status pembayaran di halaman "Riwayat Pembelian". Di Mitracomm, Jika status sudah berhasil tetapi kuota belum bertambah, Anda dapat menghubungi helpdesk platform penyedia e-Meterai yang digunakan.Pembubuhan E-Meterai Gagal
Pengguna juga dapat mengalami kegagalan saat membubuhkan e-Meterai. Penyebabnya beragam, mulai dari banyaknya pengguna yang mengakses website e-Meterai di waktu bersamaan, masalah jaringan internet, hingga jenis dan ukuran dokumen yang salah. Jika mengalami kegagalan, pengguna bisa mengulang proses pembubuhan e-Meterai tanpa harus membeli ulang e-Meterai. Anda dapat mengecek halaman "Riwayat Pembubuhan" untuk melihat riwayat dokumen yang pernah dibubuhkan e-Meterai. Pilih dokumen yang sudah diunggah dan klik tombol "Bubuhkan Ulang". Proses ini dapat dilakukan maksimal 2x24 jam hingga selanjutnya melakukan proses pengajuan refund kuota. Jika masih belum berhasil, Anda dapat menghubungi platform tempat e-Meterai itu dibeli. Sebagai distributor e-Meterai resmi Peruri, Mitracomm juga sudah memberikan tips pembubuhan e-meterai yang bisa Anda terapkan untuk meminimalisir error saat proses pembubuhan.E-Meterai Tidak Valid
E-Meterai bisa dianggap tidak valid ketika dicek keasliannya di platform resmi. Hal ini dapat terjadi karena e-Meterai tersebut palsu. E-Meterai asli memiliki beberapa fitur unik yang membuktikan keasliannya saat dicek. Fitur ini adalah kode seri unik, gambar Garuda Pancasila yang jelas, tulisan "Meterai Elektronik", angka "10000" dan tulisan "SEPULUH RIBU RUPIAH", dan kode QR yang terverifikasi oleh Peruri. E-Meterai asli bisa diverifikasi keasliannya dengan aplikasi PERURI Scanner. Perlu diketahui juga, bahwa penyebab "e-Meterai tidak valid" bukan karena e-Meterai sudah kadaluarsa, karena masa berlaku e-meterai tidak terbatas dan bisa digunakan kapan saja selama belum dipakai untuk membubuhkan dokumen.Website E-Meterai Error
Pada masa-masa sibuk seperti masa pendaftaran CPNS atau BUMN, website e-Meterai dapat mengalami error karena lonjakan kunjungan di waktu bersamaan. Masalah error juga bisa disebabkan oleh jaringan internet yang tidak stabil. Jika mengalami hal ini, Anda dapat mencoba mengakses website e-Meterai di lain waktu atau mencoba website penyedia e-Meterai resmi lainnya.E-Meterai Tidak Muncul
Masalah umum penggunaan e-Meterai selanjutnya adalah e-Meterai yang tidak muncul di dokumen yang sudah dibubuhkan e-Meterai dan diunduh dari website. Jika Anda mengalami masalah ini, Anda dapat mencoba memperbarui aplikasi PDF atau pembaca dokumen untuk mendukung pembacaan dokumen dengan e-Meterai. Jika masih belum terlihat, Anda bisa mencoba mengecek dokumen tersebut di perangkat lain, seperti misalnya handphone lain, komputer, atau laptop.E-Meterai Bergeser
E-Meterai yang sudah dibubuhkan dapat bergeser dari posisi yang ditentukan karena beberapa alasan. Contohnya adalah format dokumen bukan PDF versi 1.6 atau lebih tinggi, ukuran dokumen tidak sesuai standar A4, margin dokumen yang tidak sesuai standar, hingga perbedaan sistem operasi atau software pembaca PDF. Untuk mengatasi masalah ini, pastikan dokumen Anda dalam format PDF versi terbaru dengan ukuran kertas A4 standar. Periksa kembali posisi e-Meterai sebelum mengkonfirmasi posisi pembubuhan.Baca Juga: Panduan Pembubuhan 2 E-Meterai untuk Dokumen Elektronik
Bagaimana Pembubuhan E-Materai yang Benar?
Untuk pembubuhan e-Materai yang benar, Anda bisa mengikuti langkah-langkah berikut ini:- Kunjungi https://mitracomm.e-meterai.co.id/.
- Jika belum memiliki akun, Anda bisa membuat akun terlebih dahulu dengan mendaftarkan diri di tombol "Daftar" di pojok kanan atas. Pilih tipe pengguna yang sesuai, yaitu Personal (kebutuhan pribadi), Enterprise (kebutuhan bisnis dengan jumlah kuota e-Meterai lebih dari satu), dan Wholesale (kebutuhan reseller e-Meterai).
- Isi data diri dan unggah dokumen yang dibutuhkan
- Cek email Anda dan temukan e-mail dari e-Meterai. Klik verifikasi akun untuk proses validasi akun.
- Jika sudah tervalidasi, login menggunakan akun yang sudah terdaftar.
- Anda dapat menemukan pilihan menu "Pembelian" dan "Pembubuhan". Jika masih belum memiliki e-Meterai, pilih opsi "Pembelian" untuk melanjutkan ke pembelian kuota e-Meterai.
- E-Meterai yang sudah dibeli bisa digunakan dengan memilih opsi "Pembubuhan",
- Masukkan data yang dibutuhkan sesuai kolom yang tersedia. Lalu, unggah dokumen dalam format PDF terbaru dengan ukuran maksimal 4 MB.
- Posisikan e-Meterai yang akan dibubuhkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kemudian, klik "Bubuhkan e-Meterai". Contoh pembubuhan e-Meterai yang benar sebaiknya berada di samping kiri kolom tanda tangan agar tidak terkena coretan tanda tangan digital.
- Jika baru pertama kali melakukan pembubuhan e-Meterai, Anda akan diminta membuat PIN 6 digit angka. PIN ini termasuk ke dalam proses autentikasi. Jika sudah memasukkan PIN, klik "Lanjutkan".
- Jika sudah melakukan pembubuhan, Anda akan melihat tampilan dokumen yang sudah dibubuhkan e-Meterai.
- Dokumen yang sudah dibubuhkan akan dikirimkan secara otomatis ke email pengguna. Dokumen juga dapat langsung diunduh dengan menekan tombol "Unduh". Jika masih belum menerima dokumen via email, Anda dapat menekan tombol "Kirim Ulang Email".
Baca Juga: Wajib Tahu! Begini Cara Tanda Tangan di e-Materai yang Benar
MitraComm: Partner Andalan untuk Pembelian dan Pembubuhan E-Meterai Resmi
Sebagai distributor resmi e-Meterai yang dipercaya Peruri, MitraComm Ekasarana menghadirkan solusi pembelian dan pembubuhan e-Meterai yang aman, cepat, dan praktis untuk kebutuhan bisnis Anda. MitraComm melayani kebutuhan e-Meterai untuk pemungut/WAPU, reseller, hingga end-user dengan sistem terintegrasi yang memudahkan proses legalisasi dokumen. Dengan sistem yang andal dan dukungan layanan pelanggan yang responsif, MitraComm memastikan setiap kebutuhan e-Meterai, baik untuk personal hingga perusahaan, dapat terpenuhi dengan cepat dan tepat. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi kami melalui email marketing@phintraco.com atau kunjungi website https://mitracomm.e-meterai.co.id/ untuk mulai membeli dan membubuhkan e-Meterai secara resmi dan terpercaya.Written by Muftia Parasati, S.S., Content Writer at Mitracomm Ekasarana, specializing in research-based and SEO-optimized content on technology, digital business, and customer experience topics. | Muftia LinkedIn Profile Editor: Irnadia Fardila
First Contact Resolution: Standar Layanan Pelanggan Modern
30 January 2026
Blog
Apa Arti First Contact Resolution dalam Layanan Pelanggan?
First Contact Resolution (FCR) adalah metrik penting dalam operasional call center yang mengukur seberapa banyak interaksi pelanggan yang terselesaikan dalam interaksi pertama. Artinya, pelanggan tidak perlu melakukan follow-up tambahan untuk menyelesaikan isu mereka. Metrik ini diterapkan di seluruh channel komunikasi, mulai dari telepon, email, livechat, dan sebagainya. First Contact Resolution berbeda dari First Response Time (FRT) yang berfokus dalam melacak seberapa cepat tim customer service merespon isu pelanggan. Persentase FCR yang tinggi berkaitan erat dengan tingkat kepuasan pelanggan serta efisiensi operasional yang tinggi. Sebaliknya, persentase FCR yang rendah menunjukkan kemampuan agen customer service yang kurang memadai. Sistem yang kurang terintegrasi untuk mengakses data pelanggan juga dapat menjadi penyebab rendahnya persentase FCR.Baca Juga: 10 Contoh KPI Customer Service untuk Ukur Kualitas Layanan
Cara Menghitung First Contact Resolution dan Contohnya
Saat menghitung First Contact Resolution Rate, Anda memerlukan data jumlah tiket atau isu pelanggan yang berhasil diselesaikan dalam satu kali interaksi, kemudian dibagi dengan total tiket yang diterima. Buat perhitungan untuk satu periode waktu, seperti per 1 bulan. Formula untuk First Contact Resolution adalah sebagai berikut:FCR = (Total Tiket yang Selesai di Interaksi Pertama / Total Tiket yang Diterima) x 100
Sebagai contoh, tim customer service menerima 200 tiket dalam satu bulan. Sebanyak 120 tiket berhasil diselesaikan di interaksi pertama. Maka perhitungannya adalah:FCR = (120/200) x 100 = 57,5%.
Benchmark First Contact Resolution di Berbagai Industri
Dilansir dari Service Quality Measurement (SQM) Group, standar industri untuk First Contact Resolution yang baik berkisar antara 70%-79%. Namun, setiap industri memiliki First Contact Resolution benchmark yang berbeda-beda. Sebagai contoh, untuk retail, standar persentase FCR yang baik berkisar di angka 76%. Untuk industri keuangan, 70% termasuk persentase FCR yang baik. Industri seperti telekomunikasi memiliki rata-rata persentase FCR sekitar 56%, sedangkan industri asuransi memiliki rata-rata persentase FCR 75%.Baca Juga: Customer Retention Rate: Rumus dan Strategi Meningkatkannya
Tips Meningkatkan First Contact Resolution dalam Customer Service
First Contact Resolution Rate yang bagus tidak terjadi secara instan. Kombinasi kompetensi agen, alur kerja yang efisien, dan pemanfaatan teknologi yang optimal diperlukan untuk menyelesaikan masalah pelanggan dengan cepat dan tepat sejak interaksi pertama. Langkah-langkah yang bisa Anda terapkan untuk meningkatkan persentase First Contact Resolution adalah:Berikan Pelatihan untuk Agen
Agen yang kurang kompeten akan sulit menyelesaikan isu pelanggan dalam interaksi pertama. Hal ini tidak hanya kompetensi dari segi pengetahuan, tetapi juga sikap dalam merespon isu pelanggan. Agen customer service harus terus dilatih untuk memahami produk atau layanan perusahaan, sehingga penyelesaian masalah menjadi lebih mudah. Pelatihan seperti roleplaying juga bisa dilakukan untuk melatih agen customer service saat menghadapi skenario isu pelanggan tertentu.Berikan Survey Pasca Interaksi
Survey pasca interaksi berfungsi untuk mengumpulkan feedback langsung dari pelanggan. Anda bisa menanyakan apakah isu pelanggan sudah selesai dalam interaksi pertama. Hasil survey dapat digunakan untuk mengevaluasi performa agen, akar permasalahan dalam interaksi pelanggan, serta aspek yang perlu diperbaiki. Survey kepuasan pelanggan juga bisa diterapkan untuk mengetahui seberapa puas pelanggan dengan solusi yang diberikan.Lengkapi Agen dengan Sistem Terintegrasi
Salah satu aspek penghambat agen dalam menyelesaikan isu pelanggan dengan cepat adalah sistem yang kompleks dan tidak terintegrasi. Agen customer service memerlukan sistem terintegrasi seperti CRM yang menyatukan data pelanggan, riwayat interaksi, dan knowledge base. Sistem ini dapat mempercepat penyelesaian masalah tanpa harus berpindah ke platform berbeda. Dengan sistem yang terintegrasi, agen dapat meminimalisir kesalahan dan waktu penanganan saat merespons isu pelanggan.Kembangkan Self-Service
Sistem self-service merupakan bagian penting dalam customer service modern. Sistem ini termasuk Frequently Asked Questions (FAQs), portal pelanggan, atau chatbot AI. Self-service memudahkan pelanggan untuk menyelesaikan isu umum secara mandiri tanpa bantuan agen customer service. Sistem ini juga mengurangi beban agen customer service agar lebih fokus pada isu pelanggan yang lebih kompleks. Self-service tidak hanya meningkatkan First Contact Resolution Rate, tetapi juga menekan volume tiket masuk secara signifikan.Terapkan Sistem Ticket Routing Otomatis
Penyelesaian masalah akan semakin baik dan cepat jika ditangani oleh agen yang tepat. Di sinilah peran sistem ticket routing otomatis untuk mendistribusikan isu pelanggan ke agen yang sesuai berdasarkan skill, pengetahuan, dan pengalaman mereka. Selain meningkatkan First Contact Resolution Rate, sistem ini dapat menghemat waktu dan tenaga agen dalam merespons isu sesuai kompetensi mereka.Evaluasi Performa Agen Customer Service
Evaluasi performa agen secara rutin melalui metrik FCR individu, call monitoring, dan data analytics. Proses evaluasi berfungsi untuk mengidentifikasi aspek yang sudah berhasil dan yang memerlukan perbaikan, baik pada tiap agen maupun keseluruhan tim customer service. Evaluasi performa melibatkan feedback loop konstruktif, coaching, hingga penyesuaian target berbasis data, sehingga mendorong peningkatan skill secara berkelanjutan.Baca Juga: Mengenal Customer Effort Score (CES) dan Cara Menghitungnya
Selesaikan Permintaan Pelanggan di Kontak Pertama Bersama MitraComm!
Persentase First Contact Resolution yang baik bergantung pada kompetensi agen serta sistem yang efektif. First Contact Resolution juga diperlukan agar pelanggan mendapatkan pengalaman yang positif dan memuaskan secara konsisten. Namun, beberapa bisnis mungkin tidak memiliki sumber daya yang memadai untuk menciptakan hal tersebut. MitraComm Business Process Solution (MBPS) hadir dengan layanan contact center outsourcing untuk membantu perusahaan dalam menangani setiap isu pelanggan dengan cepat dan tepat. MBPS menyediakan jenis layanan contact center outsourcing yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda:- Full Managed Service: MBPS mengelola segala kebutuhan contact center untuk Anda, mulai dari agen, tempat, teknologi, hingga managing operation.
- Partial Managed Service: Sebagian kebutuhan contact center (agen, tempat, teknologi, atau managing operation) akan dipenuhi oleh MBPS untuk menjalankan operasional contact center Anda.
- Labour Supply: MBPS menyediakan tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan bisnis.
Frequently Asked Question (FAQ)
Apa itu First Contact Resolution (FCR)?
First Contact Resolution (FCR) adalah metrik yang mengukur kemampuan customer service menyelesaikan masalah pelanggan dalam satu kali interaksi tanpa perlu follow-up tambahan.Bagaimana cara meningkatkan First Contact Resolution di contact center?
FCR dapat ditingkatkan dengan pelatihan agen yang tepat, akses informasi yang lengkap, serta penggunaan teknologi pendukung seperti CRM dan knowledge base agar agen dapat menyelesaikan masalah lebih cepat.Bagaimana cara menghitung First Contact Resolution rate secara akurat?
First Contact Resolution rate dihitung dengan membagi jumlah kasus yang selesai dalam satu kontak dengan total kasus yang masuk, lalu dikalikan 100%. Pengukuran harus konsisten dan berdasarkan definisi FCR yang jelas.Apa manfaat menggunakan chatbot untuk meningkatkan First Contact Resolution?
Chatbot membantu menyelesaikan pertanyaan sederhana secara instan dan mengurangi beban agen. Dengan demikian, agen dapat fokus pada kasus yang lebih kompleks dan meningkatkan tingkat FCR secara keseluruhan.Apa perbedaan FTR dan FTF dalam customer service?
FTR (First Touch Resolution) menilai penyelesaian masalah dari sudut pandang sistem atau agen, sedangkan FTF (First Time Fix) lebih sering digunakan dalam konteks teknis atau lapangan untuk menunjukkan perbaikan yang selesai pada kunjungan pertama.Berapa skor First Contact Resolution yang dianggap bagus?
Skor FCR yang baik umumnya berada di kisaran 70%-79%, tergantung industri. Semakin tinggi FCR, semakin efisien layanan dan semakin baik pengalaman pelanggan.Written by Muftia Parasati, S.S., Content Writer at Mitracomm Ekasarana, specializing in research-based and SEO-optimized content on technology, digital business, and customer experience topics. | Muftia LinkedIn Profile Reviewed by Putra Wibowo, Senior Sales Manager at PT Mitracomm Ekasarana, with 10+ years of experience in contact center operations, customer service management, and sales performance optimization. | Putra LinkedIn Profile Editor: Irnadia Fardila
Mengenal Customer Effort Score (CES) dan Cara Menghitungnya
23 January 2026
Blog
Apa Itu Customer Effort Score (CES)?
Customer Effort Score (CES) adalah sistem pengukuran yang menilai seberapa besar usaha yang dikeluarkan pelanggan untuk menyelesaikan masalah, melakukan pembelian, atau berinteraksi dengan perusahaan. Skor yang rendah menunjukkan pengalaman pelanggan yang cukup mudah, begitu pula sebaliknya. Customer Effort Score merupakan metrik KPI customer service yang sangat penting untuk menilai kemudahan pelanggan saat berinteraksi dengan perusahaan. Penilaiannya biasanya dilakukan melalui survey setelah interaksi atau tindakan tertentu. Survey dapat berisi pertanyaan seperti "Seberapa mudah Anda menemukan bantuan yang dibutuhkan?" atau "Seberapa sulit proses ini bagi Anda?" menggunakan skala 1-5 atau opsi "Sangat Mudah" hingga "Sangat Sulit". Pertanyaan kemudian disambung dengan pertanyaan terbuka, seperti "Apa yang membuatnya mudah/sulit?" atau "Apa yang bisa kami perbaiki?". Baca Juga: 10 Contoh KPI Customer Service untuk Ukur Kualitas LayananCara Menghitung Customer Effort Score
Perhitungan Customer Effort Score (CES) dilakukan berdasarkan hasil survey yang sudah dilakukan. Sebagai contoh, survey Anda menggunakan skala 1-10 sebagai pengukurannya, dengan jumlah respons yang diterima adalah 15 respons. Jumlahkan semua respons yang ada, misalnya adalah 7, 7, 7, 7, 8, 8, 8, 8, 8, 8, 9, 9, 9, 9, 10 = 126. Formula Customer Effort Score Anda adalah:CES = (Total Skor)/(Jumlah Respons)
Jadi, skor CES Anda adalah:CES = 126/15 = 8.4.
Seperti Apa Customer Effort Score yang Bagus?
Benchmark untuk Customer Effort Score dapat berbeda-beda berdasarkan jenis industri dan skala pengukurannya. Sebagai contoh, untuk pengukuran CES dengan skala pengukuran 1-5, di mana angka rendah menunjukkan proses yang sulit, sedangkan angka tinggi menunjukkan proses yang mudah. Beberapa pengukuran CES menetapkan angka rendah sebagai indikasi proses yang mudah, sedangkan angka tinggi sebagai indikasi proses yang rumit. Secara umum, persentase di atas 80% dianggap sebagai benchmark yang cukup baik untuk Customer Effort Score.Customer Effort Score vs CSAT vs NPS: Apa Bedanya?
Metrik Customer Effort Score, Customer Satisfaction Score (CSAT), dan Net Promoter Score (NPS) adalah tiga komponen penting dalam mengevaluasi pengalaman pelanggan. Customer Effort Score lebih berfokus dalam menilai seberapa besar usaha yang dikeluarkan pelanggan untuk menyelesaikan masalah atau tindakan tertentu. Target dari Customer Effort Score adalah untuk memperkecil usaha yang perlu dikeluarkan pelanggan, sehingga mencegah rasa frustasi dari pelanggan. Sementara Customer Satisfaction Score mengukur kepuasan pelanggan terhadap pengalaman, produk, atau layanan tertentu. Metrik ini diukur melalui survey dengan pertanyaan seperti, "Seberapa puas Anda dengan produk/layanan kami?" dalam skala 1-5 atau 1-10. CSAT menghitung persentase respons positif dari pelanggan. Net Promoter Score mengevaluasi loyalitas pelanggan dengan menanyakan seberapa besar kemungkinan pelanggan akan merekomendasikan brand, produk, atau layanan kepada orang lain. Metrik ini diukur dengan skala 0-10, dengan respons dapat terbagi menjadi promoter (9-10), passive (7-8), dan detractors (0-6). Baca Juga: Customer Retention Rate: Rumus dan Strategi MeningkatkannyaTips Meningkatkan Customer Effort Score
Idealnya, Anda ingin pelanggan merasakan kemudahan saat berinteraksi dengan brand Anda. Hasil Customer Effort Score yang buruk dapat mengindikasikan pengalaman pelanggan yang buruk juga. Beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan Customer Effort Score adalah:Sediakan Channel Komunikasi yang Mudah Diakses
Pelanggan akan mencari cara termudah untuk menghubungi perusahaan terkait isu tertentu. Pelanggan dapat memilih media sosial, WhatsApp, livechat, website, dan sebagainya. Pastikan semua channel komunikasi terintegrasi dengan baik di satu platform terpusat untuk pelayanan yang konsisten dan tanggap. Aksesibilitas yang tinggi dapat menekan upaya yang perlu dikeluarkan pelanggan untuk mencari bantuan.Sediakan Opsi Self-Service
Self-service seperti Frequently Asked Questions (FAQ), knowledge base, dan chatbot AI dapat menjadi solusi efektif untuk menjawab pertanyaan umum dari pelanggan. Jadi, pelanggan bisa menyelesaikan isu mereka sendiri tanpa harus menunggu bantuan dari agen customer service. Opsi self-service haruslah bersifat intuitif, mobile-friendly, serta memiliki konten yang selalui diperbarui berdasarkan isu umum yang muncul.Kurangi Rata-Rata Waktu Respons
Saat menghubungi perusahaan terkait suatu isu, pelanggan tentunya menginginkan respons yang cepat dan tanggap. Waktu respons yang terlalu lama akan membuat pelanggan merasa frustasi, bahkan pergi meninggalkan brand untuk kompetitor lain. Pengurangan waktu respons bisa dilakukan melalui otomatisasi seperti smart ticket routing, template balasan cepat, dan chatbot untuk tanggapan instan.Evaluasi Performa Customer Service
Pelanggan tentunya tidak ingin menghabiskan waktu dan tenaga untuk menyelesaikan isu yang tidak kunjung usai. Beri pelatihan yang memadai agar agen customer service Anda lebih tanggap dalam merespons isu-isu yang masuk dari pelanggan. Manfaatkan customer feedback dan data analytics untuk mengevaluasi performa customer service dan apakah ada area yang bisa ditingkatkan. Baca Juga: Optimalkan Average Handle Time untuk Kepuasan PelangganCiptakan Interaksi Pelanggan Tanpa Hambatan Bersama MitraComm!
Salah satu cara menciptakan interaksi pelanggan yang konsisten dan tanpa hambatan adalah melalui pelayanan customer service yang berkualitas. Customer Effort Score menjadi indikator penting untuk menilai seberapa mudah pelanggan dalam mendapatkan solusi atas kebutuhannya. MitraComm Business Process Solution (MBPS) dengan layanan contact center outsourcing hadir untuk membantu perusahaan Anda menghadirkan pengalaman pelanggan yang efisien dan minim hambatan. MBPS menyediakan beberapa jenis layanan yang bisa dipilih berdasarkan kebutuhan bisnis Anda, yaitu:- Full Managed Service: MBPS mengelola segala kebutuhan contact center untuk Anda, mulai dari agen, tempat, teknologi, hingga managing operation.
- Partial Managed Service: Sebagian kebutuhan contact center (agen, tempat, teknologi, atau managing operation) akan dipenuhi oleh MBPS untuk menjalankan operasional contact center Anda.
- Labour Supply: MBPS menyediakan tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan bisnis.
Frequently Asked Question
1. Apa itu Customer Effort Score (CES) dan bagaimana cara mengukurnya?
Customer Effort Score (CES) adalah metrik yang mengukur seberapa mudah pelanggan menyelesaikan kebutuhannya saat berinteraksi dengan perusahaan. CES diukur melalui survei singkat yang menanyakan tingkat kemudahan pelanggan dalam menyelesaikan suatu proses atau masalah.2. Apa perbedaan Customer Effort Score, CSAT, dan Net Promoter Score (NPS)?
Customer Effort Score mengukur kemudahan pengalaman pelanggan, CSAT mengukur tingkat kepuasan, sedangkan Net Promoter Score menilai loyalitas dan kemungkinan pelanggan merekomendasikan brand. CES lebih fokus pada friksi dalam proses layanan.3. Mengapa Customer Effort Score penting untuk mengukur pengalaman pelanggan?
Customer Effort Score penting karena pengalaman yang terasa rumit menjadi salah satu penyebab utama pelanggan berhenti menggunakan layanan. Semakin rendah usaha pelanggan, semakin kecil risiko churn.4. Bagaimana cara menggunakan Customer Effort Score untuk mengurangi churn pelanggan?
Customer Effort Score digunakan untuk mengidentifikasi proses layanan yang paling menyulitkan pelanggan. Dengan mengurangi langkah yang tidak perlu dan mempercepat penyelesaian masalah, perusahaan dapat menurunkan churn pelanggan.5. Kapan waktu terbaik untuk mengukur Customer Effort Score?
Customer Effort Score paling efektif diukur setelah pelanggan menyelesaikan interaksi penting, seperti setelah menghubungi customer service atau menyelesaikan komplain. Hal ini memastikan data mencerminkan pengalaman nyata pelanggan.Written by Muftia Parasati, S.S., Content Writer at Mitracomm Ekasarana, specializing in research-based and SEO-optimized content on technology, digital business, and customer experience topics. | Muftia LinkedIn Profile Reviewed by Putra Wibowo, Senior Sales Manager at PT Mitracomm Ekasarana, with 10+ years of experience in contact center operations, customer service management, and sales performance optimization. | Putra LinkedIn Profile Editor: Irnadia Fardila
Customer Retention Rate: Rumus dan Strategi Meningkatkannya
16 January 2026
Blog
Apa Itu Customer Retention Rate (Tingkat Retensi Pelanggan)?
Arti Customer Retention Rate atau Tingkat Retensi Pelanggan adalah metrik yang mengukur persentase pelanggan yang berhasil dipertahankan perusahaan dalam periode waktu tertentu. Metrik ini tidak termasuk Customer Acquisition yang menghitung jumlah pelanggan baru yang berhasil didapatkan. Customer Retention Rate merupakan KPI customer service yang penting untuk melihat loyalitas dan kepuasan pelanggan terhadap brand. Customer Retention Rate yang baik juga berdampak terhadap kondisi finansial keuangan. Hal ini disebabkan oleh biaya retensi pelanggan yang dapat 700% lebih sedikit dibandingkan biaya mendapatkan pelanggan baru. Selain itu, persentase yang tinggi juga menunjukkan keberhasilan perusahaan dalam menghadirkan produk atau layanan berkualitas, sehingga pelanggan setia terhadap perusahaan. Baca Juga: 5 Rahasia Tingkatkan Loyalitas Pelanggan yang Perlu Diketahui!Cara Menghitung Customer Retention Rate
Perhitungan Customer Retention Rate (CRR) dapat menggunakan formula berikut:CRR = [(Jumlah Pelanggan di Akhir Periode - Jumlah Pelanggan Baru di Periode) / Jumlah Pelanggan di Awal Periode] x 100%
Misal, Anda menghitung CRR untuk periode waktu 1 bulan. Terdapat 500 pelanggan di awal bulan, 450 pelanggan di akhir bulan, dan 50 pelanggan baru dalam 1 bulan tersebut. Maka CRR bisnis Anda adalah:CRR = [(450-50)/500] x 100% = 80%.
Standar Customer Retention Rate di Berbagai Industri
Setiap bidang industri memiliki benchmark Customer Retention Rates yang berbeda-beda. Sebagai contoh, industri software atau Software-as-a-Service (SaaS) memiliki rata-rata Customer Retention Rate mencapai 85%-90%. Industri keuangan mencapai 80%-90%, industri travel atau hospitality mencapai 55%-70%, serta industri e-commerce atau retail mencapai 60%-70%. Angka-angka di atas menunjukkan tren umum standar Customer Retention Rate yang perlu disesuaikan dengan jenis bisnis dan kompleksitas produk atau layanan. Misal, bisnis yang berorientasi pada hubungan pelanggan seperti asuransi atau bisnis keuangan dapat memiliki angka retensi yang tinggi. Baca Juga: 10 Contoh KPI Customer Service untuk Ukur Kualitas LayananCustomer Retention Rate vs Churn Rate, Apa Bedanya?
Customer Retention Rate dan Churn Rate adalah dua metrik penting untuk mengukur loyalitas pelanggan terhadap brand. Namun, Customer Retention Rate lebih berfokus pada persentase pelanggan yang setia terhadap brand. Sementara Churn Rate lebih merujuk pada persentase pelanggan yang meninggalkan brand. Maka dari itu, target yang ideal untuk bisnis sebaiknya berfokus untuk meningkatkan Customer Retention dan menekan Churn Rate agar tidak merugikan keuangan bisnis. Persentase Customer Retention Rate yang tinggi dapat mengindikasikan persentase Churn Rate yang rendah, begitu pula sebaliknya.Strategi Meningkatkan Customer Retention Rate
Menjaga Customer Retention Rate dalam persentase yang bagus sangat penting untuk kondisi finansial yang stabil dalam jangka waktu panjang. Beberapa strategi yang bisa Anda terapkan untuk meningkatkan Customer Retention Rate adalah:Tetapkan Ekspektasi yang Realistis
Strategi pertama adalah menentukan benchmark customer retention rate yang realistis sesuai kondisi bisnis Anda. Misal, bisnis yang baru merintis sebaiknya tidak menetapkan Customer Retention Rate yang terlalu tinggi, seperti misalnya 20%. Persentase ini dapat ditingkatkan seiring dengan perkembangan bisnis.Buat Program Loyalitas Pelanggan
Berikutnya adalah merancang Program Loyalitas Pelanggan. Program ini berfokus untuk mengapresiasi pelanggan loyal dengan hadiah-hadiah menarik, seperti diskon atau uji coba produk baru gratis. Buat program loyalitas semenarik mungkin agar pelanggan tertarik untuk membeli lebih banyak produk dan mengumpulkan poin loyalitas untuk ditukarkan.Buat Strategi Personalisasi
Strategi personalisasi memanfaatkan data pelanggan untuk memberikan pengalaman yang personal untuk setiap pelanggan. Misalnya, email marketing yang Anda kirimkan ke pelanggan menambahkan nama pelanggan agar terasa lebih personal. Data seperti riwayat pencarian juga bisa dipakai untuk memberikan rekomendasi yang lebih personal untuk pelanggan. Hal ini sangat penting untuk membuat pelanggan merasa dihargai.Buat Customer Onboarding yang Efektif
Customer onboarding adalah proses memandu pelanggan dalam beradaptasi dan mengambil nilai dari produk Anda setelah pembelian. Proses customer onboarding yang buruk memberikan kesan pertama yang buruk juga kepada pelanggan. Besar kemungkinan pelanggan akan meninggalkan brand Anda untuk kompetitor dengan proses yang lebih mudah. Kesan pertama yang baik turut berperan dalam membangun loyalitas pada jangka panjang.Ciptakan Pengalaman Pelanggan yang Memuaskan
Customer service merupakan aspek penting dalam menjaga Customer Retention Rate tetap positif. Customer service di berbagai channel, mulai dari media sosial, livechat, email, telepon, memudahkan pelanggan untuk menjangkau perusahaan terkait isu yang sedang dialami. Pengalaman yang memuaskan di setiap channel turut membangun reputasi positif brand di mata pelanggan. Pelanggan yang puas juga berpotensi besar merekomendasikan brand Anda kepada pelanggan lain.Bertindak Berdasarkan Feedback Pelanggan
Feedback dari pelanggan bukan hanya untuk didengar saja, tetapi juga untuk memperbaiki diri. Kumpulkan setiap feedback yang masuk dan pertimbangkan aspek-aspek apa saja yang perlu ditingkatkan. Sebagai bagian dari feedback loop, tindakan ini dapat menyelesaikan pain points yang terjadi dan mencegah pelanggan berpindah ke kompetitor. Perkembangan yang brand Anda tunjukkan dapat menjadi poin plus untuk loyalitas yang lebih kuat. Baca Juga: Mengenal Customer Effort Score (CES) dan Cara MenghitungnyaDorong Retensi Pelanggan dengan Interaksi Pelanggan yang Berkualitas Bersama MitraComm!
Pengalaman pelanggan yang positif menjadi kunci penting dalam menjaga loyalitas pelanggan terhadap brand Anda. Salah satu cara untuk mewujudkannya adalah melalui customer service yang responsif dan memuaskan. MitraComm Business Process Solution (MBPS) hadir dengan layanan contact center outsourcing untuk membantu bisnis menghadirkan pelayanan yang mengesankan untuk pelanggan mereka di berbagai channel komunikasi. MBPS menyediakan layanan contact center outsourcing yang bisa dipilih berdasarkan kebutuhan bisnis Anda, yaitu:- Full Managed Service: MBPS mengelola segala kebutuhan contact center untuk Anda, mulai dari agen, tempat, teknologi, hingga managing operation.
- Partial Managed Service: Sebagian kebutuhan contact center (agen, tempat, teknologi, atau managing operation) akan disediakan oleh MBPS untuk menjalankan operasional contact center Anda.
- Labour Supply: MBPS menyediakan tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan bisnis.
Frequently Asked Question
Apa itu customer retention rate dan bagaimana cara menghitungnya?
Customer retention rate adalah metrik yang mengukur persentase pelanggan yang tetap bertahan dalam periode tertentu. Retention rate dihitung dengan membandingkan jumlah pelanggan yang bertahan di akhir periode dengan jumlah pelanggan di awal periode.Mengapa customer retention rate penting bagi bisnis?
Customer retention rate penting karena mempertahankan pelanggan lama lebih hemat biaya dibandingkan mendapatkan pelanggan baru. Retention yang tinggi juga menunjukkan kepuasan dan loyalitas pelanggan.Apa perbedaan customer retention rate dan churn rate?
Customer retention rate mengukur jumlah pelanggan yang bertahan, sedangkan churn rate mengukur jumlah pelanggan yang berhenti. Keduanya saling berkaitan dan digunakan bersama untuk menilai kesehatan bisnis.Apakah 80% customer retention rate itu bagus?
Ya, 80% customer retention rate umumnya tergolong baik di banyak industri. Angka ini menunjukkan sebagian besar pelanggan tetap bertahan dan menandakan pengalaman pelanggan yang positif.Apakah 50% customer retention rate termasuk baik atau buruk?
50% customer retention rate biasanya dianggap sedang hingga rendah. Artinya, setengah pelanggan berhenti dalam satu periode tertentu dan perlu evaluasi pada kualitas layanan atau engagement.Apakah 30% customer retention rate itu buruk?
Ya, 30% customer retention rate tergolong rendah. Angka ini menunjukkan tingkat kehilangan pelanggan yang tinggi dan berpotensi berdampak negatif pada pertumbuhan bisnis.Apa arti customer retention rate 100%?
Customer retention rate 100% berarti tidak ada pelanggan yang hilang selama periode pengukuran. Kondisi ini ideal, tetapi jarang terjadi secara konsisten dalam jangka panjang.Berapa customer retention rate yang dianggap ideal?
Customer retention rate yang ideal berbeda-beda tergantung industri, namun secara umum berada di kisaran 70–90%. Bisnis berbasis layanan dan langganan biasanya menargetkan retention rate yang lebih tinggi.Bagaimana customer retention rate digunakan untuk meningkatkan kinerja bisnis?
Customer retention rate digunakan untuk mengidentifikasi pola kehilangan pelanggan dan mengevaluasi efektivitas layanan. Dengan memahami penyebab turunnya retensi, perusahaan dapat mengambil tindakan untuk meningkatkan pengalaman pelanggan dan menekan churn.Written by Muftia Parasati, S.S., Content Writer at Mitracomm Ekasarana, specializing in research-based and SEO-optimized content on technology, digital business, and customer experience topics. | Muftia LinkedIn Profile Reviewed by Putra Wibowo, Senior Sales Manager at PT Mitracomm Ekasarana, with 10+ years of experience in contact center operations, customer service management, and sales performance optimization. | Putra LinkedIn Profile Editor: Irnadia Fardila
10 Contoh KPI Customer Service untuk Ukur Kualitas Layanan
15 January 2026
Blog
Apa Itu KPI dalam Customer Service?
Key performance indicators (KPI) dalam customer service adalah metrik penting untuk melacak kualitas pelayanan yang diberikan agen customer support kepada pelanggan. Metrik ini menjadi indikator yang mengukur seberapa bagus performa operasional customer service serta aspek apa saja yang bisa ditingkatkan. Dengan memastikan kualitas layanan pelanggan sesuai KPI yang ditetapkan, perusahaan dapat menciptakan pengalaman pelanggan yang lebih baik.10 Indikator KPI dalam Customer Service
Indikator KPI dalam customer service tidak hanya menilai kualitas layanan, tetapi juga performa agen dan kepuasan pelanggan. Berikut adalah beberapa contoh KPI customer service yang perlu diukur dan cara menghitungnya:1. Customer Satisfaction Score
Salah satu metrik KPI dalam customer service adalah Customer Satisfaction Score (CSAT). Dalam konteks customer service, metrik ini mengukur kepuasan pelanggan setelah berinteraksi dengan agen. CSAT diukur menggunakan survey dengan pertanyaan seperti, "Dalam skala 1-10, seberapa puas Anda dengan customer service kami?". Skala 1-5 juga bisa digunakan dengan kategori "Sangat Puas" (5) hingga "Sangat Tidak Puas" (1). Skor 75-80% termasuk skor kepuasan yang sangat baik. KPI Customer Satisfaction Score dapat dihitung dengan rumus berikut:CSAT = (Total Pelanggan Puas / Total Respons) x 100
Misal, jika perusahaan Anda mendapatkan 170 respons positif dari total 200 respons yang ada, maka skor CSAT Anda adalah 85%.2. Average Handling Time
Average Handling Time mengukur rata-rata waktu yang agen habiskan saat menangani interaksi pelanggan. Waktu ini termasuk waktu bicara, waktu tunggu, dan after-call work. Average Handling Time yang baik dapat berkisar antara 4-6 menit. Untuk bidang tertentu seperti technical support, rata-rata waktu yang bagus dapat berkisar 8-10 menit. Rumus menghitung Average Handling Time adalah:AHT = (Total Waktu Bicara + Total Waktu Tunggu + Total After-Call Work) / Total Jumlah Interaksi
Misal, dalam 500 panggilan yang ditangani, dengan 2.000 waktu bicara, 300 menit waktu tunggu, dan 700 menit after-call work, maka Average Handling Time adalah 6 menit.3. Average Resolution Time
Average Resolution Time (ART) mengukur rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tiket (masalah) pelanggan dari kontak awal hingga solusi final. Channel komunikasi yang berbeda dapat memiliki rata-rata waktu yang berbeda juga. Standar ART yang bagus untuk live chat berkisar 5-10 menit, email berkisar 24 jam, dan telepon berkisar 10-60 menit. Perhitungan ART didasarkan pada periode waktu tertentu, seperti misalnya periode 8 jam yang merupakan jam kerja agen. Rumus perhitungan Average Resolution Time adalah:ART = Total Waktu Penyelesaian Semua Tiket / Jumlah Tiket yang Diselesaikan
Misal, pada 100 tiket dengan total waktu 10.000 menit, maka skor ART adalah 100 menit per kasus. Satuan total waktu dapat berupa menit, jam, atau hari.4. Customer Effort Score
Customer Effort Score (CES) mengukur seberapa besar upaya yang dikeluarkan pelanggan untuk menyelesaikan masalah atau berinteraksi dengan perusahaan. Upaya yang lebih sedikit berkaitan dengan kemudahan dalam berinteraksi serta retensi pelanggan yang lebih tinggi. Anda bisa memakai survey dengan skala 1-5 atau 1-7. Rumus perhitungan Customer Effort Score adalah:CES = (Total Jumlah Skor) / (Total Jumlah Responden)
Misal, dalam 12 respons dengan skala 1-7, total skor setelah dijumlah adalah 71. Maka CES = 71 / 12 = 5.9. Semakin rendah hasil CES, maka semakin besar upaya yang perlu dikeluarkan pelanggan, sehingga berpotensi mempersulit pelanggan.5. First Contact Resolution
Metrik First Contact Resolution (FCR) menghitung persentase tiket pelanggan yang berhasil diselesaikan dalam interaksi pertama tanpa memerlukan follow-up atau eskalasi tiket. Angka FCR yang tinggi mengindikasikan kepuasan pelanggan karena langsung mendapatkan solusi yang dibutuhkan. Perhitungan KPI First Contact Resolution adalah:FCR = (Jumlah Tiket yang Diselesaikan di Kontak Pertama) / (Jumlah Tiket)
Misal, terdapat 740 tiket yang diselesaikan di kontak pertama pada 1000 tiket yang masuk. Maka, skor FCR adalah 74%.6. First Response Time
Metrik First Response Time mengukur seberapa lama waktu yang dibutuhkan agen customer service untuk merespon permintaan pelanggan. Metrik ini melacak kecepatan respons di channel komunikasi seperti email, livechat, telepon, dan sebagainya. Standar FRT yang baik juga bermacam-macam, seperti di 2-3 menit untuk livechat dan 1-4 jam untuk email. Perhitungan First Response Time adalah sebagai berikut:FRT = Waktu Respons Pertama - Waktu Permintaan Masuk
Misal, pelanggan mengirim email pada pukul 09:00, dan agen membalas pada pukul 09:45. Maka FRT = 45 menit.Rata-Rata FRT = Total FRT / Jumlah Permintaan
Misal, untuk 5 tiket dengan FRT 0,5, 0,75, 2, 1, 2 jam, maka rata-rata FRT = (0,5 + 0,75 + 2 + 1 + 2) / 5 = 1.25 jam.7. Ticket Resolution Rate
KPI customer service berikutnya adalah Ticket Resolution Rate. Metrik ini mengukur jumlah tiket yang selesai dalam periode waktu tertentu, seperti misalnya per jam. Metrik ini menunjukkan produktivitas agen dalam menangani volume permintaan yang masuk. Persentase yang kecil menunjukkan kekurangan seperti staf yang tidak cukup atau sistem yang lambat. Perhitungan Ticket Resolution Rate adalah:TRR = (Jumlah Tiket yang Selesai) / (Total Tiket yang Masuk) x 100
Misal, 70 tiket berhasil diselesaikan dari total 120 tiket yang masuk. Maka persentase Ticket Resolution Rate = (70/120) x 100 = 58,3%.8. Escalation Rate
Metrik Escalation Rate mengukur persentase tiket yang perlu dieskalasi ke agen customer service yang lebih senior atau supervisor. Persentase yang rendah menunjukkan kemampuan agen front-line atau Tier 1 dalam menyelesaikan tiket tanpa harus dieskalasi. Perhitungan metrik ini bisa dipecah per agen, per channel komunikasi, atau per level eskalasi (Tier 2, Tier 3, dsb.) Perhitungan Escalation Rate adalah:Escalation Rate = (Jumlah Tiket Eskalasi dari Tier 1 / Total Tiket Masuk) x 100.
Misal, dari 500 tiket yang dikelola dalam sebulan, 100 tiket dieskalasi ke Tier 2. Maka perhitungan Escalation Rate = (100/500) x 100 = 20%.9. Churn Rate
Metrik Churn Rate mengukur persentase pelanggan yang berhenti menggunakan produk atau layanan perusahaan dalam periode waktu tertentu. Dalam konteks customer service, persentase Churn Rate yang tinggi menunjukkan masalah seperti kualitas pelayanan yang buruk atau komplain yang tidak kunjung ditanggapi. Cara menghitung KPI Churn Rate adalah:CR = (Jumlah Pelanggan yang Hilang / Total Pelanggan di Akhir Periode) x 100
Misal, perusahaan Anda memiliki total 1000 pelanggan dalam satu bulan, dengan 75 pelanggan berhenti menggunakan produk Anda di akhir bulan. Maka persentase Churn Rate = 7,5%,10. Call Abandonment Rate
Metrik Call Abandonment Rate mengukur persentase panggilan yang ditinggalkan pelanggan sebelum sampai ke agen. Metrik ini dapat menunjukkan masalah seperti waktu tunggu yang terlalu lama atau sistem Interactive Voice Response yang kurang bagus. Standar Call Abandonment Rate yang bagus berkisar di bawah 5%. Jika persentase mencapai 10%, penyesuaian seperti penambahan agen atau perbaikan sistem perlu dilakukan. Cara menghitung Call Abandonment Rate adalah:CAR = (Jumlah Panggilan yang Ditinggalkan / Total Panggilan Masuk) x 100
Misal, dalam sebulan, terdapat 200 panggilan yang masuk. 50 di antaranya ditinggalkan oleh pelanggan sebelum berhasil direspon agen. Maka perhitungannya adalah: (10/200) x 100 = 5%.Wujudkan Pelayanan Pelanggan Sesuai Standar Bersama MitraComm!
KPI customer service menjadi kunci penting untuk menjaga kualitas pelayanan yang konsisten. MitraComm Business Process Solution (MBPS) dengan layanan contact center outsourcing siap membantu perusahaan dalam menyediakan operasional customer service yang efisien dan dapat diandalkan. MBPS menyediakan beberapa layanan contact center outsourcing yang bisa dipilih sesuai kebutuhan bisnis Anda, seperti:- Full Managed Service: MBPS mengelola segala kebutuhan contact center untuk Anda, mulai dari agen, tempat, teknologi, hingga managing operation.
- Partial Managed Service: Sebagian kebutuhan contact center (agen, tempat, teknologi, atau managing operation) akan disediakan oleh MBPS untuk menjalankan operasional contact center Anda.
- Labour Supply: MBPS menyediakan tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan bisnis.
Frequently Asked Question
Apa itu KPI customer service?
KPI customer service adalah indikator kinerja utama yang digunakan untuk mengukur efektivitas dan kualitas layanan pelanggan. KPI ini membantu perusahaan menilai apakah tim customer service telah memenuhi target layanan yang ditetapkan.Apa saja KPI customer service yang paling penting?
KPI customer service yang umum digunakan meliputi First Response Time, Average Handling Time, Customer Satisfaction Score (CSAT), Customer Effort Score (CES), dan Service Level. KPI ini mencerminkan kecepatan, kualitas, dan kepuasan pelanggan.Mengapa KPI customer service penting untuk bisnis?
KPI customer service penting karena membantu perusahaan meningkatkan kualitas layanan, menjaga kepuasan pelanggan, dan mengurangi churn. KPI juga menjadi dasar pengambilan keputusan untuk perbaikan proses layanan.Bagaimana cara menentukan KPI customer service yang tepat?
KPI customer service ditentukan berdasarkan tujuan bisnis dan kebutuhan pelanggan. Perusahaan sebaiknya memilih KPI yang relevan, mudah diukur, dan memiliki dampak langsung terhadap pengalaman pelanggan.Seberapa sering KPI customer service harus dievaluasi?
KPI customer service sebaiknya dievaluasi secara berkala, seperti harian atau bulanan, tergantung jenis metriknya. Evaluasi rutin membantu perusahaan mendeteksi masalah lebih cepat dan meningkatkan performa layanan secara berkelanjutan.Written by Muftia Parasati, S.S., Content Writer at Mitracomm Ekasarana, specializing in research-based and SEO-optimized content on technology, digital business, and customer experience topics. | Muftia LinkedIn Profile Reviewed by Putra Wibowo, Senior Sales Manager at PT Mitracomm Ekasarana, with 10+ years of experience in contact center operations, customer service management, and sales performance optimization. | Putra LinkedIn Profile Editor: Irnadia Fardila