Apa itu e-Meterai?

e-Meterai adalah meterai berbentuk label yang dapat dibubuhkan pada suatu dokumen elektronik dengan menggunakan sistem digital.

MitraComm Ekasarana Distributor Resmi e-Meterai.
Bubuhkan e-Meterai dengan mudah dan instan. Membantu adminstrasi Anda dengan cepat dan fleksibel.

  Beli e-Materai Mitracomm sekarang

Dokumen apa saja yang perlu dibubuhkan e-Meterai?

Dokumen Transaksi Surat Berharga
Surat Keterangan, Surat Pernyataan atau Surat lainnya yang sejenis beserta rangkapnya,
Dokumen yang menyatakan jumlah uang dengan nilai nominal lebih dari Rp. 5.000.000,- yang menyebutkan penerimaan uang, dan berisi pengakuan bahwa utang seluruhnya atau sebagiannya telah dilunasi atau diperhitungkan.

Siapa saja yang menggunakan e-Meterai?

Video

Artikel dan Berita

Customer Retention Rate: Rumus dan Strategi Meningkatkannya

Saat pelanggan pertama kali berinteraksi dengan produk atau layanan Anda, keraguan mereka masih relatif tinggi untuk mulai loyal terhadap brand Anda. Mendapatkan pelanggan baru hanyalah langkah pertama. Idealnya, Anda haruslah berfokus untuk mempertahankan pelanggan agar tetap loyal terhadap brand Anda. Perhitungan jumlah pelanggan yang loyal ini disebut sebagai Customer Retention Rate Pelanggan yang loyal akan selalu memilih brand Anda dibandingkan brand kompetitor. Loyalitas ini dibangun dari rasa percaya dan kualitas pelayanan atau produk yang dihadirkan secara konsisten oleh brand Anda. Mereka juga dapat menjadi brand ambassador yang secara sukarela mempromosikan brand Anda kepada pelanggan lain. Customer Retention Rate yang baik dan stabil akan mempengaruhi kesehatan bisnis dalam jangka waktu panjang. Artikel ini akan membahas Customer Retention Rate, rumus perhitungannya, serta langkah yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan Customer Retention Rate.

Apa Itu Customer Retention Rate (Tingkat Retensi Pelanggan)?

Arti Customer Retention Rate atau Tingkat Retensi Pelanggan adalah metrik yang mengukur persentase pelanggan yang berhasil dipertahankan perusahaan dalam periode waktu tertentu. Metrik ini tidak termasuk Customer Acquisition yang menghitung jumlah pelanggan baru yang berhasil didapatkan. Customer Retention Rate merupakan KPI customer service yang penting untuk melihat loyalitas dan kepuasan pelanggan terhadap brand Customer Retention Rate yang baik juga berdampak terhadap kondisi finansial keuangan. Hal ini disebabkan oleh biaya retensi pelanggan yang dapat 700% lebih sedikit dibandingkan biaya mendapatkan pelanggan baru. Selain itu, persentase yang tinggi juga menunjukkan keberhasilan perusahaan dalam menghadirkan produk atau layanan berkualitas, sehingga pelanggan setia terhadap perusahaan.

Cara Menghitung Customer Retention Rate

Perhitungan Customer Retention Rate (CRR) dapat menggunakan formula berikut:

CRR = [(Jumlah Pelanggan di Akhir Periode - Jumlah Pelanggan Baru di Periode) / Jumlah Pelanggan di Awal Periode]  x 100%

Misal, Anda menghitung CRR untuk periode waktu 1 bulan. Terdapat 500 pelanggan di awal bulan, 450 pelanggan di akhir bulan, dan 50 pelanggan baru dalam 1 bulan tersebut. Maka CRR bisnis Anda adalah:

CRR = [(450-50)/500] x 100% = 80%.

Standar Customer Retention Rate di Berbagai Industri

Setiap bidang industri memiliki benchmark Customer Retention Rates yang berbeda-beda. Sebagai contoh, industri software atau Software-as-a-Service (SaaS) memiliki rata-rata Customer Retention Rate mencapai 85%-90%. Industri keuangan mencapai 80%-90%, industri travel atau hospitality mencapai 55%-70%, serta industri e-commerce atau retail mencapai 60%-70%.  Angka-angka di atas menunjukkan tren umum standar Customer Retention Rate yang perlu disesuaikan dengan jenis bisnis dan kompleksitas produk atau layanan. Misal, bisnis yang berorientasi pada hubungan pelanggan seperti asuransi atau bisnis keuangan dapat memiliki angka retensi yang tinggi.

Customer Retention Rate vs Churn Rate, Apa Bedanya? 

Customer Retention Rate dan Churn Rate adalah dua metrik penting untuk mengukur loyalitas pelanggan terhadap brand. Namun, Customer Retention Rate lebih berfokus pada persentase pelanggan yang setia terhadap brand. Sementara Churn Rate lebih merujuk pada persentase pelanggan yang meninggalkan brand. Maka dari itu, target yang ideal untuk bisnis sebaiknya berfokus untuk meningkatkan Customer Retention dan menekan Churn Rate agar tidak merugikan keuangan bisnis. Persentase Customer Retention Rate yang tinggi dapat mengindikasikan persentase Churn Rate yang rendah, begitu pula sebaliknya. 

Strategi Meningkatkan Customer Retention Rate

Menjaga Customer Retention Rate dalam persentase yang bagus sangat penting untuk kondisi finansial yang stabil dalam jangka waktu panjang. Beberapa strategi yang bisa Anda terapkan untuk meningkatkan Customer Retention Rate adalah:

Tetapkan Ekspektasi yang Realistis

Strategi pertama adalah menentukan benchmark customer retention rate yang realistis sesuai kondisi bisnis Anda. Misal, bisnis yang baru merintis sebaiknya tidak menetapkan Customer Retention Rate yang terlalu tinggi, seperti misalnya 20%. Persentase ini dapat ditingkatkan seiring dengan perkembangan bisnis.

Buat Program Loyalitas Pelanggan

Berikutnya adalah merancang Program Loyalitas Pelanggan. Program ini berfokus untuk mengapresiasi pelanggan loyal dengan hadiah-hadiah menarik, seperti diskon atau uji coba produk baru gratis. Buat program loyalitas semenarik mungkin agar pelanggan tertarik untuk membeli lebih banyak produk dan mengumpulkan poin loyalitas untuk ditukarkan.

Buat Strategi Personalisasi

Strategi personalisasi memanfaatkan data pelanggan untuk memberikan pengalaman yang personal untuk setiap pelanggan. Misalnya, email marketing yang Anda kirimkan ke pelanggan menambahkan nama pelanggan agar terasa lebih personal. Data seperti riwayat pencarian juga bisa dipakai untuk memberikan rekomendasi yang lebih personal untuk pelanggan. Hal ini sangat penting untuk membuat pelanggan merasa dihargai.

Buat Customer Onboarding yang Efektif

Customer onboarding adalah proses memandu pelanggan dalam beradaptasi dan mengambil nilai dari produk Anda setelah pembelian. Proses customer onboarding yang buruk memberikan kesan pertama yang buruk juga kepada pelanggan. Besar kemungkinan pelanggan akan meninggalkan brand Anda untuk kompetitor dengan proses yang lebih mudah. Kesan pertama yang baik turut berperan dalam membangun loyalitas pada jangka panjang.

Ciptakan Pengalaman Pelanggan yang Memuaskan

Customer service merupakan aspek penting dalam menjaga Customer Retention Rate tetap positif. Customer service di berbagai channel, mulai dari media sosial, livechat, email, telepon, memudahkan pelanggan untuk menjangkau perusahaan terkait isu yang sedang dialami. Pengalaman yang memuaskan di setiap channel turut membangun reputasi positif brand di mata pelanggan. Pelanggan yang puas juga berpotensi besar merekomendasikan brand Anda kepada pelanggan lain. 

Bertindak Berdasarkan Feedback Pelanggan

Feedback dari pelanggan bukan hanya untuk didengar saja, tetapi juga untuk memperbaiki diri. Kumpulkan setiap feedback yang masuk dan pertimbangkan aspek-aspek apa saja yang perlu ditingkatkan. Sebagai bagian dari feedback loop, tindakan ini dapat menyelesaikan pain points yang terjadi dan mencegah pelanggan berpindah ke kompetitor. Perkembangan yang brand Anda tunjukkan dapat menjadi poin plus untuk loyalitas yang lebih kuat.

Dorong Retensi Pelanggan dengan Interaksi Pelanggan yang Berkualitas Bersama MitraComm!

Pengalaman pelanggan yang positif menjadi kunci penting dalam menjaga loyalitas pelanggan terhadap brand Anda. Salah satu cara untuk mewujudkannya adalah melalui customer service yang responsif dan memuaskan. MitraComm Business Process Solution (MBPS) hadir dengan layanan contact center outsourcing untuk membantu bisnis menghadirkan pelayanan yang mengesankan untuk pelanggan mereka di berbagai channel komunikasi.  MBPS menyediakan layanan contact center outsourcing yang bisa dipilih berdasarkan kebutuhan bisnis Anda, yaitu: 
  • Full Managed Service: MBPS mengelola segala kebutuhan contact center untuk Anda, mulai dari agen, tempat, teknologi, hingga managing operation.
  • Partial Managed Service: Sebagian kebutuhan contact center (agen, tempat, teknologi, atau managing operation) akan disediakan oleh MBPS untuk menjalankan operasional contact center Anda.
  • Labour Supply: MBPS menyediakan tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan bisnis.
MBPS memiliki pengalaman lebih dari 12 tahun dalam melayani berbagai kebutuhan perusahaan dari berbagai industri, mulai dari perbankan, asuransi, telekomunikasi, hingga e-commerce. Dengan agen contact center yang terlatih serta sistem yang canggih, MBPS siap membantu bisnis Anda menjaga hubungan baik dan menciptakan image positif pada pelanggan. Untuk informasi lebih lanjut seputar layanan contact center outsourcing, hubungi kami melalui email marketing@phintraco.com. Editor: Irnadia Fardila

10 Contoh KPI Customer Service untuk Ukur Kualitas Layanan

Customer service merupakan salah satu ujung tombak perusahaan dalam mengelola hubungan baik dengan pelanggan. Dalam prosesnya, tim customer service perlu memberikan pelayanan berkualitas agar pelanggan merasa senang dan puas. Namun, tiap agen customer service memiliki kompetensi yang berbeda-beda. Di sinilah peran KPI customer service untuk mengukur performa agen secara objektif. Kenali lebih lanjut contoh KPI dalam customer service untuk memandu tim customer service dalam melayani pelanggan sesuai standar.

Apa Itu KPI dalam Customer Service?

Key performance indicators (KPI) dalam customer service adalah metrik penting untuk melacak kualitas pelayanan yang diberikan agen customer support kepada pelanggan. Metrik ini menjadi indikator yang mengukur seberapa bagus performa operasional customer service serta aspek apa saja yang bisa ditingkatkan. Dengan memastikan kualitas layanan pelanggan sesuai KPI yang ditetapkan, perusahaan dapat menciptakan pengalaman pelanggan yang lebih baik. 

10 Indikator KPI dalam Customer Service

Indikator KPI dalam customer service tidak hanya menilai kualitas layanan, tetapi juga performa agen dan kepuasan pelanggan. Berikut adalah beberapa contoh KPI customer service yang perlu diukur dan cara menghitungnya:

1. Customer Satisfaction Score

Salah satu metrik KPI dalam customer service adalah Customer Satisfaction Score (CSAT). Dalam konteks customer service, metrik ini mengukur kepuasan pelanggan setelah berinteraksi dengan agen. CSAT diukur menggunakan survey dengan pertanyaan seperti, "Dalam skala 1-10, seberapa puas Anda dengan customer service kami?". Skala 1-5 juga bisa digunakan dengan kategori "Sangat Puas" (5) hingga "Sangat Tidak Puas" (1). Skor 75-80% termasuk skor kepuasan yang sangat baik. KPI Customer Satisfaction Score dapat dihitung dengan rumus berikut:

CSAT = (Total Pelanggan Puas / Total Respons) x 100

Misal, jika perusahaan Anda mendapatkan 170 respons positif dari total 200 respons yang ada, maka skor CSAT Anda adalah 85%. 

2. Average Handling Time 

Average Handling Time mengukur rata-rata waktu yang agen habiskan saat menangani interaksi pelanggan. Waktu ini termasuk waktu bicara, waktu tunggu, dan after-call work. Average Handling Time yang baik dapat berkisar antara 4-6 menit. Untuk bidang tertentu seperti technical support, rata-rata waktu yang bagus dapat berkisar 8-10 menit. Rumus menghitung Average Handling Time adalah:

AHT =  (Total Waktu Bicara + Total Waktu Tunggu + Total After-Call Work) / Total Jumlah Interaksi

Misal, dalam 500 panggilan yang ditangani, dengan 2.000 waktu bicara, 300 menit waktu tunggu, dan 700 menit after-call work, maka Average Handling Time adalah 6 menit.

3. Average Resolution Time

Average Resolution Time (ART) mengukur rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tiket (masalah) pelanggan dari kontak awal hingga solusi final. Channel komunikasi yang berbeda dapat memiliki rata-rata waktu yang berbeda juga. Standar ART yang bagus untuk live chat berkisar 5-10 menit, email berkisar 24 jam, dan telepon berkisar 10-60 menit. Perhitungan ART didasarkan pada periode waktu tertentu, seperti misalnya periode 8 jam yang merupakan jam kerja agen. Rumus perhitungan Average Resolution Time adalah:

ART = Total Waktu Penyelesaian Semua Tiket / Jumlah Tiket yang Diselesaikan

Misal, pada 100 tiket dengan total waktu 10.000 menit, maka skor ART adalah 100 menit per kasus. Satuan total waktu dapat berupa menit, jam, atau hari.

4. Customer Effort Score

Customer Effort Score (CES) mengukur seberapa besar upaya yang dikeluarkan pelanggan untuk menyelesaikan masalah atau berinteraksi dengan perusahaan. Upaya yang lebih sedikit berkaitan dengan kemudahan dalam berinteraksi serta retensi pelanggan yang lebih tinggi. Anda bisa memakai survey dengan skala 1-5 atau 1-7.  Rumus perhitungan Customer Effort Score adalah:

CES = (Total Jumlah Skor) / (Total Jumlah Responden)

Misal, dalam 12 respons dengan skala 1-7, total skor setelah dijumlah adalah 71. Maka CES = 71 / 12 = 5.9. Semakin rendah hasil CES, maka semakin besar upaya yang perlu dikeluarkan pelanggan, sehingga berpotensi mempersulit pelanggan.

5. First Contact Resolution

Metrik First Contact Resolution (FCR) menghitung persentase tiket pelanggan yang berhasil diselesaikan dalam interaksi pertama tanpa memerlukan follow-up atau eskalasi tiket. Angka FCR yang tinggi mengindikasikan kepuasan pelanggan karena langsung mendapatkan solusi yang dibutuhkan. Perhitungan KPI First Contact Resolution adalah:

FCR = (Jumlah Tiket yang Diselesaikan di Kontak Pertama) / (Jumlah Tiket)

Misal, terdapat 740 tiket yang diselesaikan di kontak pertama pada 1000 tiket yang masuk. Maka, skor FCR adalah 74%.

6. First Response Time

Metrik First Response Time mengukur seberapa lama waktu yang dibutuhkan agen customer service untuk merespon permintaan pelanggan. Metrik ini melacak kecepatan respons di channel komunikasi seperti email, livechat, telepon, dan sebagainya. Standar FRT yang baik juga bermacam-macam, seperti di 2-3 menit untuk livechat dan 1-4 jam untuk email. Perhitungan First Response Time adalah sebagai berikut:

FRT = Waktu Respons Pertama - Waktu Permintaan Masuk

Misal, pelanggan mengirim email pada pukul 09:00, dan agen membalas pada pukul 09:45. Maka FRT = 45 menit.

Rata-Rata FRT = Total FRT / Jumlah Permintaan

Misal, untuk 5 tiket dengan FRT 0,5, 0,75, 2, 1, 2 jam, maka rata-rata FRT = (0,5 + 0,75 + 2 + 1 + 2) / 5 = 1.25 jam.

7. Ticket Resolution Rate

KPI customer service berikutnya adalah Ticket Resolution Rate. Metrik ini mengukur jumlah tiket yang selesai dalam periode waktu tertentu, seperti misalnya per jam. Metrik ini menunjukkan produktivitas agen dalam menangani volume permintaan yang masuk. Persentase yang kecil menunjukkan kekurangan seperti staf yang tidak cukup atau sistem yang lambat. Perhitungan Ticket Resolution Rate adalah:

TRR = (Jumlah Tiket yang Selesai) / (Total Tiket yang Masuk) x 100

Misal, 70 tiket berhasil diselesaikan dari total 120 tiket yang masuk. Maka persentase Ticket Resolution Rate = (70/120) x 100 = 58,3%.

8. Escalation Rate

Metrik Escalation Rate mengukur persentase tiket yang perlu dieskalasi ke agen customer service yang lebih senior atau supervisor. Persentase yang rendah menunjukkan kemampuan agen front-line atau Tier 1 dalam menyelesaikan tiket tanpa harus dieskalasi. Perhitungan metrik ini bisa dipecah per agen, per channel komunikasi, atau per level eskalasi (Tier 2, Tier 3, dsb.) Perhitungan Escalation Rate adalah:

Escalation Rate = (Jumlah Tiket Eskalasi dari Tier 1 / Total Tiket Masuk) x 100.

Misal, dari 500 tiket yang dikelola dalam sebulan, 100 tiket dieskalasi ke Tier 2. Maka perhitungan Escalation Rate = (100/500) x 100 = 20%.

9. Churn Rate

Metrik Churn Rate mengukur persentase pelanggan yang berhenti menggunakan produk atau layanan perusahaan dalam periode waktu tertentu. Dalam konteks customer service, persentase Churn Rate yang tinggi menunjukkan masalah seperti kualitas pelayanan yang buruk atau komplain yang tidak kunjung ditanggapi. Cara menghitung KPI Churn Rate adalah:

CR = (Jumlah Pelanggan yang Hilang / Total Pelanggan di Akhir Periode) x 100

Misal, perusahaan Anda memiliki total 1000 pelanggan dalam satu bulan, dengan 75 pelanggan berhenti menggunakan produk Anda di akhir bulan. Maka persentase Churn Rate = 7,5%,

10. Call Abandonment Rate

Metrik Call Abandonment Rate mengukur persentase panggilan yang ditinggalkan pelanggan sebelum sampai ke agen. Metrik ini dapat menunjukkan masalah seperti waktu tunggu yang terlalu lama atau sistem Interactive Voice Response yang kurang bagus. Standar Call Abandonment Rate yang bagus berkisar di bawah 5%. Jika persentase mencapai 10%, penyesuaian seperti penambahan agen atau perbaikan sistem perlu dilakukan. Cara menghitung Call Abandonment Rate adalah:

CAR = (Jumlah Panggilan yang Ditinggalkan / Total Panggilan Masuk) x 100

Misal, dalam sebulan, terdapat 200 panggilan yang masuk. 50 di antaranya ditinggalkan oleh pelanggan sebelum berhasil direspon agen. Maka perhitungannya adalah: (10/200) x 100 = 5%.

Wujudkan Pelayanan Pelanggan Sesuai Standar Bersama MitraComm!

KPI customer service menjadi kunci penting untuk menjaga kualitas pelayanan yang konsisten. MitraComm Business Process Solution (MBPS) dengan layanan contact center outsourcing siap membantu perusahaan dalam menyediakan operasional customer service yang efisien dan dapat diandalkan. MBPS menyediakan beberapa layanan contact center outsourcing yang bisa dipilih sesuai kebutuhan bisnis Anda, seperti: 
  • Full Managed Service: MBPS mengelola segala kebutuhan contact center untuk Anda, mulai dari agen, tempat, teknologi, hingga managing operation
  • Partial Managed Service: Sebagian kebutuhan contact center (agen, tempat, teknologi, atau managing operation) akan disediakan oleh MBPS untuk menjalankan operasional contact center Anda.
  • Labour Supply: MBPS menyediakan tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan bisnis.
Dengan pengalaman lebih dari 12 tahun, layanan contact center outsourcing MBPS telah melayani kebutuhan bisnis perusahaan dari berbagai industri, mulai dari perbankan, asuransi, telekomunikasi, hingga e-commerce. Dengan agen yang terlatih profesional serta sistem yang canggih, MBPS siap membantu bisnis Anda meningkatkan kepuasan pelanggan serta menciptakan kesan positif pada pelanggan.  Untuk informasi lebih lanjut seputar layanan contact center outsourcing, hubungi kami melalui email marketing@phintraco.com Editor: Irnadia Fardila

Pentingnya Cleaning Service Kantor untuk Lingkungan Kerja Bersih

Cleaning service kantor adalah salah satu upaya penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat, nyaman, dan produktif. Selain membantu menjaga kebersihan area kerja, cleaning service juga memastikan area kerja tetap higienis dan terawat setiap hari. Kantor yang bersih dan rapi juga memunculkan kesan positif dari karyawan maupun tamu yang datang ke gedung kantor. Namun, bagaimana cara efektif menerapkan cleaning service di kantor?  Artikel ini akan membahas lebih lanjut pentingnya cleaning service di lingkungan kerja dan cara menerapkannya dengan efektif.

Apa Saja Tugas Cleaning Service di Lingkungan Kantor?

Tugas cleaning service perkantoran berfokus untuk menjaga lingkungan kantor tetap bersih, terawat, dan tertata dengan baik. Beberapa contoh tugas cleaning service yang dijalankan di lingkungan perkantoran adalah:

Menyapu dan Mengepel Lantai

Lantai tempat karyawan berlalu-lalang harus dijaga kebersihannya agar tidak menimbulkan kecelakaan seperti tersandung atau tergelincir. Lantai harus disapu dan dipel secara berkala agar tetap bersih dan bebas dari debu dan kotoran. Proses menyapu dan mengepel lantai tidak hanya mencakup lantai di dalam gedung kantor, tetapi juga halaman luar kantor.

Membersihkan Ruang Kerja

Ruang kerja perlu dibersihkan dan dirapikan secara rutin agar karyawan merasa nyaman saat menggunakannya. Proses pembersihan ruang kerja termasuk menyeka debu, mengelap meja, merapikan barang, mengosongkan tempat sampah, serta memastikan tidak ada tumpukan sampah di area kerja karyawan.

Membersihkan Kaca dan Jendela

Jendela yang bersih memudahkan pencahayaan alami masuk ke dalam gedung kantor. Kaca lainnya yang ada di gedung kantor juga perlu dibersihkan secara rutin untuk menjaga tampilan kantor yang lebih bersih dan terawat. Pembersihan kaca dan jendela biasanya menggunakan sikat, lap dan cairan pembersih khusus kaca.

Mengelola Sampah Kantor

Volume sampah yang dihasilkan lingkungan perkantoran dapat mencapai ratusan kilogram setiap tahunnya. Pengelolaan dan pemilahan sampah kantor sangat penting untuk menjaga kebersihan lingkungan kerja serta melindungi dari risiko penyakit. Tugas ini meliputi pengumpulan sampah dari tiap ruangan, mengganti plastik tempat sampah, dan memastikan sampah dibuang sesuai tempatnya.

Menjaga Ketersediaan Alat Kebersihan

Selain menjaga kebersihan area kerja, tugas cleaning service kantor lainnya adalah menjaga ketersediaan alat kebersihan. Alat-alat ini termasuk sabun cuci tangan, tisu, cairan pembersih, dan alat kebersihan lainnya. Jika ada alat kebersihan yang hampir habis, mereka perlu mengisi ulang atau melaporkan kepada pihak yang bertanggung jawab.

Manfaat Pelaksanaan Cleaning Service Kantor yang Optimal

Beberapa manfaat yang bisa dirasakan dari pelaksanaan cleaning service yang optimal di lingkungan kantor adalah:

Menjaga Kesehatan Karyawan

Karyawan dapat menghabiskan waktu 8 jam sehari di dalam ruang kerja. Hal ini membuat kebersihan kantor tidak bisa diabaikan. Cleaning service yang optimal memastikan lingkungan perkantoran tetap bersih dan terbebas dari kotoran, sehingga menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat untuk karyawan. Risiko penyakit akibat terpapar debu, kuman, atau kontaminan lainnya juga bisa dihindari.

Reputasi Perusahaan yang Positif

Kondisi lingkungan perkantoran berdampak besar terhadap reputasi perusahaan. Lingkungan kantor yang bersih dan rapi membentuk citra positif dari pelanggan atau mitra bisnis. Perusahaan pun dapat dipandang baik karena berdedikasi menghadirkan lingkungan kerja yang nyaman melalui penerapan cleaning service secara rutin.

Menghemat Biaya

Upaya menjaga kebersihan kantor melalui cleaning service dapat menghemat budget perusahaan dalam jangka panjang. Pembersihan dan perawatan dalam cleaning service dapat melindungi fasilitas kantor dari kerusakan, sehingga memperpanjang usia fasilitas. Perusahaan dapat mencegah pengeluaran untuk mengganti fasilitas yang rusak karena kondisinya yang terawat dengan baik.

Tips Implementasi Cleaning Service Kantor yang Efektif

Guna mendapatkan hasil kebersihan yang maksimal, Anda dapat mengikuti tips-tips di bawah ini untuk menerapkan cleaning service kantor dengan efektif:

Tetapkan SOP Kebersihan Kantor

SOP kebersihan kantor berfungsi sebagai panduan tertulis dalam membersihkan dan merawat lingkungan kantor. Panduan ini menjelaskan secara rinci tugas-tugas kebersihan yang perlu dilakukan, seberapa sering dilakukan, serta area yang perlu dibersihkan, seperti ruang kerja, area umum, pantry, dan sebagainya. SOP cleaning service kantor yang jelas memudahkan petugas kebersihan dalam memahami tanggung jawab mereka serta memastikan kualitas kebersihan yang konsisten.

Buat Jadwal Kerja Cleaning Service Kantor

Buat jadwal terstruktur berisi tugas-tugas kebersihan yang perlu dilakukan tiap hari, tiap minggu, dan tiap bulan. Area-area yang sering dilalui dan disentuh seperti meja, gagang pintu, dan area pintu masuk termasuk bagian yang perlu sering dibersihkan. Jadwal pembersihan yang teratur memastikan tindakan kebersihan yang optimal tanpa mengganggu operasional kantor.

Manfaatkan Vendor Cleaning Service Profesional

Selain menggunakan tenaga internal, Anda dapat memanfaatkan vendor cleaning service kantor profesional untuk menjaga kebersihan lingkungan kerja. Selain keahlian dan pengalaman dalam menjaga kebersihan sesuai standar, vendor ini memiliki peralatan cleaning service kantor modern untuk mengoptimalkan tindakan kebersihan yang dilakukan.

Monitor dan Evaluasi

Lakukan proses monitoring secara rutin terhadap tindakan kebersihan yang sudah dilakukan. Proses ini mengecek performa tindakan kebersihan yang sudah dilakukan serta memastikan kepatuhan terhadap SOP yang berlaku. Monitoring dan evaluasi diperlukan untuk mengetahui aspek yang perlu diperbaiki atau bisa ditingkatkan, sehingga proses pembersihan bisa dilakukan lebih maksimal lagi.

Tips Memilih Vendor Cleaning Service Kantor yang Tepat

Memilih jasa cleaning service kantor yang tepat tentunya tidak bisa sembarangan. Ikuti tips berikut ini dalam menentukan vendor cleaning service terbaik untuk lingkungan perkantoran Anda:

Identifikasi Kebutuhan Anda

Tips pertama adalah mengidentifikasi layanan kebersihan yang dibutuhkan gedung kantor Anda. Beberapa lingkungan perkantoran dapat memerlukan lebih dari sekedar tindakan pembersihan biasa atau general cleaning kantor. Pertimbangkan ukuran gedung kantor, jumlah karyawan, hingga layanan khusus yang Anda perlukan, seperti misalnya pemolesan lantai, pembersihan karpet, dan sebagainya.

Cek Pengalaman dan Reputasi Vendor

Pengalaman dan reputasi merupakan dua faktor penting dalam memilih vendor cleaning service yang tepat. Pastikan vendor yang Anda pilih memiliki jam terbang yang tinggi dalam menangani kebersihan di berbagai jenis lingkungan kantor. Reputasi vendor yang positif juga sangat penting untuk memastikan kualitas pelayanan yang tinggi. Evaluasi opsi-opsi vendor yang Anda miliki, kemudian cek review dan testimoni di internet mengenai vendor-vendor tersebut.

Cek Fleksibilitas Vendor

Fleksibilitas jadwal dapat menjadi nilai tambah saat menentukan vendor cleaning service yang tepat. Anda dapat bertanya apakah vendor dapat membuat jadwal kebersihan yang fleksibel dan bisa disesuaikan dengan jadwal operasional kantor. Anda bisa menentukan jadwal kebersihan yang tepat tanpa mengganggu operasional kantor.

Pertimbangkan Budget Anda 

Hal yang tidak kalah penting saat memilih vendor cleaning service adalah budget. Bandingkan model biaya tiap vendor cleaning service serta jenis layanan yang ditawarkan. Pastikan Anda memilih vendor sesuai dengan budget tanpa harus mengorbankan kualitas kebersihan yang didapatkan.

MitraComm Sumber Sarana: Solusi Kebersihan Terbaik untuk Setiap Sudut Kantor Anda

Upaya menjaga kebersihan kantor dapat dilakukan dengan optimal melalui tenaga kebersihan yang handal dan berpengalaman. Di sinilah peran MitraComm Sumber Sarana (MSS) sebagai mitra cleaning service terpercaya untuk memastikan lingkungan kerja Anda tetap bersih, sehat, dan nyaman. Didukung dengan tim berpengalaman serta peralatan kebersihan modern, MitraComm Sumber Sarana menawarkan berbagai jenis cleaning service yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan kantor Anda: 
  • General Cleaning Service: Layanan pembersihan rutin, termasuk pemeliharaan area bersama, menjaga kebersihan toilet, membuang dan mengelola sampah, dan mengelola taman dan tumbuhan.
  • Special Treatment Service: Layanan pembersihan khusus untuk material atau permukaan tertentu, seperti misalnya kristalisasi lantai untuk marmer, perbaikan permukaan yang rusak, lapisan pelindung, hingga pembersihan karpet secara mendalam.
  • High-Risk Cleaning Service: Layanan pembersihan untuk area-area yang berbahaya (seperti area kaca yang tinggi) menggunakan peralatan dan keahlian khusus serta dikerjakan oleh tenaga berpengalaman.
MitraComm Sumber Sarana berkomitmen untuk menghadirkan layanan berkualitas tinggi serta menjaga lingkungan kerja selalu higienis. Anda dapat fokus pada operasional bisnis yang efisien dan strategis, sementara kami menangani urusan kebersihan lingkungan kantor Anda. Untuk informasi lebih lanjut seputar, hubungi kami melalui email info@mss.id Editor: Irnadia Fardila